Laman

Rabu, 02 September 2015

Selamatnya Yesus Kristus Isa al~Masih a.s dari kematiannya dikayu salib

Sebagai umat Islam, kita punya data yangsangat otentik untuk menjadi pegangan dalam masalah mati atau hidupnya Isa al~Masih saat penyaliban itu, dan data ituadalah wahyu Allah didalam al-Qur’an sebagai berikut :Dan perkataan mereka:

“Bahwa kami telahmembunuh al~Masih Isa putera Maryam, utusan Allah”,padahal tidaklah mereka membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi disamarkan untuk mereka. Orang-orang yang berselisihan tentangnya selalu dalam keraguan mengenainya. Tiada pengetahuan mereka kecuali mengikuti dugaan, dan tidaklah mereka yakin telah membunuhnya. Qs. 4 An Nisaa’ 157

Salah satu dokumen berbahasa Latin yang dikenal dengan nama “ The Crucifixion by An Eye Witness ”, ditemukan pada akhir tahun 1800-an dan dinyatakan disana bahwa dokumen itu merupakan salinan dari naskah yang lebih tua lagi yang berasal dari salah satu anggota perkumpulan Essenes, menyebutkan tentang berhasil selamatnya Isa al~Masih dari kematiannya dikayu salib berkat bantuan dari Yusuf Arimatea dan sahabat-sahabatnya sehingga Isa sewaktu menampakkan dirinya kehadapan para murid sesudah kejadian itu seolah orang yang bangkit dari kematian.

Dokumen ini pertama kali dipublikasikan pada tahun 1873 tetapi kemudian hilang tanpa jejak seiring dengan hilangnya sebagian besar salinan yang sempat dibuat darinya sampai akhirnya ditemukan kembali salah satu diantaranya di Massachussets pada tahun 1907 dan dipublikasikan ulang di kota Chicago.

Pada tahun 1963, sebuah naskah tua lain yang disebut Talmud Jmmanuel ditemukan oleh seorang Pendeta Katolik Yunani bernama Isa Rashid didalam sebuah gua yang disebutnya sebagai gua penguburan jasad Isa al~Masih. Naskah ini ditulis dalam bahasa Aram kuno (yaitu bahasa yang digunakan oleh Isa al~Masih dan masyarakatnya waktu itu), terbungkus damar dan terpendam didalam bebatuan datar.

Naskah ini menuliskan Yusuf Arimatea menyadari bahwa Isa masih hidup dan masih bisa diselamatkan dari kematiannya disalib, segera bergegas menemui Pontius Pilatus untuk meminta izin kepadanya mengambil jasad Isa yang masih tergantung dan tampak mati diatas kayu palang.

Setelah diizinkan oleh Pontius Pilatus, Yusuf membawa jasad Isa kemakam miliknya disebuah komplek taman yang juga memiliki pintu masuk rahasia dan dari sanalah Yusuf bersama sahabat-sahabatnya (termasuk Nikodemus) melakukan pengobatan untuk menyembuhkan dan memulihkan kembali Isa al~Masih dari semua luka- lukanya.

Setelah tiga hari, Isa mulai sembuh dan kuat untuk berjalan seperti biasa. Setelah ia menampakkan dirinya pada beberapa peristiwa kepada murid-muridnya, Isa hijrah ke Syiria lalu masuk ke India yang daerahnya saat ini masuk sebagai wilayah Pakistan Barat, terus ke Afganisthan, naik kepuncak Himalaya dimana dia meneruskan pengajarannya. Naskah Talmud Jmmanuel ini juga menuliskan bahwa Isa selanjutnya melakukan pernikahan serta memiliki beberapa anak.

Berdasarkan catatan seorang sejarawan Yahudi bernama Flavius Josephus yang banyak menyaksikan dan mencatat kasus-kasus penyaliban yang dilakukan oleh orang-orang Romawi terhadap mereka- mereka yang dianggap pemberontak atau penjahat yang mana yaitu tentang terbukanya kemungkinan orang yang dihukum salib untuk tetap bertahan hidup dan disembuhkan kembali. Dalam bukunya yang berjudul The Life of Flavius Josephus

Argumentasi pendukung dalam teori bertahan hidupnya Isa al~Masih sampai ia diturunkan dikayu salib. Diantaranya adalah singkatnya waktu penyaliban yangterjadi saat itu, yaitu hanya sekitar 3 jam (dimulai pada jam 12 sampai jam 15.00), disusul dengan kedua orang yang ikut disalib bersama Isa al~Masih yang waktu itu keadaan keduanya masih dalam kondisi yang segar bugar sehingga para serdadu Romawi itu mematahkan kaki mereka untuk mempercepat kematiannya (dan memang wajar sekali jika orang baru mati dalam penyiksaan dikayu salib setelah lebih dari satu sampai tiga harian), argumen kita berikutnya adalah keterkejutan Pontius Pilatus yang telah menjatuhkan hukuman tersebut ketika mendengar bahwa Isa al~Masih telah dinyatakan wafat dalam waktu secepat ituyang tentu saja dengan pemikiran wajarnya sebagai orang yang sering menyaksikan maupun menjatuhkan hukuman mati melalui metode penyaliban, kematian Isa yang diluar kebiasaan tersebut menimbulkankebingungannya sendiri.

Pilatus heran waktu mendengar bahwa Yesus sudah mati. – Injil Markus pasal 15ayat 44

Argumen lainnya yang bisa kita sodorkan adalah meninjau ulang apa yang pernah disampaikan oleh Injil Lukas pasal 22 ayat 43 didetik- detik menjelang penangkapan :

Maka seorang malaikat dari langit menampakkan diri kepadanya untuk memberi kekuatan kepadanya

Bila yang dimaksud dengan memberi kekuatan pada ayat diatas adalah memberi semangat agar Isa tabah menerima kehendak Allah yang akan berlaku pada dirinya, maka sekali lagi kita ajukan juga apa yang disampaikan oleh Paulus dalam Kitab Ibrani pasal 5 ayat 7 :

Dalam hidupnya sebagai manusia, ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada- Nya yang sanggup menyelamatkannya dari maut, dan karena kesalehannya, beliau telah didengarkan.

Jadi dari ucapan Paulus diatas kita bisa mengambil asumsi kuat bahwa Isa al~Masih telah ditolong oleh Tuhan dari kematian (maut) yang bisa menimpanya dalam proses yang akan dia hadapi (inilahmakna dari kata-kata “beliau telah didengarkan” yang artinya permintaan untuk selamat dari maut dikabulkan).


kesimpulan bahwa penyaliban itu dimulai dari jam sembilan pagi sampai jam tiga siang dimana Isa akhirnya dinyatakan mati dengan tenang oleh para penulis Injilsetelah ia meminum sebuah larutan anggur asam. Uniknya, kaki Isa tidak dipatahkan dalam kejadian penyaliban itu berbeda dengan kedua orang yang ikut disalib bersamanya yang menjalani proses pematahan tulang-tulang kaki, dan kematian Isapun hanya atas dasar melihat, bukan menyentuhnya sehingga asumsi bahwa Isa memang sudah wafat pada hakekatnya masih sangat layak kita ajukan. Juga dengan keluarnya darah danair setelah ditombak oleh salah seorang prajurit Romawi ikut membuktikan betapa kondisi Isa diwaktu terlihat mati itu ternyata bisa jadi malah masih hidup. Para peneliti menyatakan bahwa mustahilsebuah tubuh yang telah mati untuk mengucurkan darah.

Dr. W.B. Primrose misalnya, seorang ahli anastesi dalam tulisan beliau diharian ” Thinker Digest ” mengatakan air tersebut disebabkan oleh adanya gangguan syarafpada pembuluh darah lokal akibat rangsangan yang berlebihan dari proses penyaliban. Senada dengan Primrose tersebut, Johnson C. D. dalam tulisannya “Medical and Cardiological Aspects of thePassion and Crucifixion of Jesus the Christ “ mengatakan bahwa analisis atas luka yang diakibatkan oleh tombak tentara Roma menunjukkan adanya dua lubang luka, satu di sisi kanan dada saat tombak mempenetrasi rongga dada dan luka satunya lagi di sisi kiri dada yang diakibatkan oleh ujung tombak yang keluar dari tubuh. Bila ditarik garis datar dari lubang masuk sampai ke lubang keluar makaterlihat kalau sudut derajat tombak saat menembus rongga dada adalah 29 derajat. Karena tombak itu menembus di antara rusuk kelima dan keenam maka garis lintas tombak itu pasti lewat di atas jantung.

Dengan demikian salah jika menyimpulkan bahwa darah dan air yang keluar dari luka diakibatkan oleh penetrasibilik jantung. Lebih mungkin disebut sebagai “ efusi pleuri “ (pleura adalah membran pembungkus paru-paru) sekunder atau emboli kecil pulmonari yang menimbulkan koleksi hemorhegik. Aliran darah kedua dari luka sisi tersebut terjadi ketika tubuh diletakkan di suatu tempat yang horisontal dan ini mendukung pandangan bahwa yang terjadi adalah efusi pleuri karena keadaannya akan lain jika yang tertembusadalah jantung itu sendiri yang pasti akanlangsung mengakibatkan kematian. Sarjana Biblika lainnya bernama Dr. Hugh J. Schonfield, dalam bukunya yang berjudul “The Passover Plot“, mengeluarkan sebuah teori bahwa cairan anggur asam yang telah diminumkan kepada Isa al~Masih ketika beliau merasakan kehausan dalam penyaliban mengandung sejenis obat yang mampu membuat Isa kehilangan kesadarannya dalam waktu cepat dan tampak seolah-olah telah mati.

Argumen Hugh J. Schonfield layak kita kaji juga secara ilmiah, bahwa istilah “Anggur asam“ yang diceritakan oleh al-Kitab tersebut dalam bahasaaslinya adalah Oxos yang menurut kamusStrong’s Hebrew and Greek Dictionaries dengan nomor 3690 mengartikannya sebagai sejenis minuman anggur tetapi sangat masam (dalam al-Kitab bahasa Inggris istilah ini diterjemahkan dengan kata “Vinegar“ dan dalam al- Kitab berbahasa Latin atau Vulgate diterjemahkan dengan istilah Acetum).

Vas ergo positum erat aceto plenum illi autem spongiam plenam aceto hysopo circumponentes obtulerunt ori eius. cum ergo accepisset Iesus acetum dixit consummatum est et inclinato capite tradidit spiritum – Injil Yohanes pasal 19 ayat 29 dan 30 dari al-Kitab berbahasa Latin Now there was a vessel set there, full of vinegar. And they, putting a sponge full of vinegar about hyssop, put it to his mouth. Jesus therefore, when he had taken the vinegar, said: It is consummated. And bowing his head, he gave up the ghost. – Injil Yohanes pasal 19 ayat 29 dan 30 dari al-Kitab berbahasaInggris versi Douay-Rheims

Dalam budaya Persia dan Timur Tengah umumnya mengenal Minuman persembahan suci (Haoma Drink). HaomaDrink ini dibuat dari Jus tanaman Asclepias Acida yang memiliki efek samping bisa membuat seseorang menjadi koma (mati suri) dan inilah yang bagi sebagian peneliti serta sejumlah sarjana Biblika telah terjadi pada diri Isa al~Masih yang selanjutnya dikenal dengan “Teori pingsan” atau “Swoon Hypothesis”. Beberapa pendukung teori ini dari kalangan sarjana Biblika (non-Muslim) adalah Michael Baigent, Richard Leigh, Henry Lincoln, Barbara Thiering, HughJ. Schonfield, Robert Graves, Ernest Brougham Docker, Donovan Joyce, J.D.M.Derret, Holger Kersten dan lain-lain.

Namun sudah pasti umat Kristen akan bersikeras mengatakan bahwa Yesus mati di kayu salib. Padahal dalam Bibble Sendiri dengan jelas menyatakan:

Meski sudah jelas tesirat & tersurat di dalam Bibble menunjukan bahwa Yesus mengunjungi muridnya dengan sosok manusia utuh, memiliki tulang dan daging, bahkan dihadapan muridnya Yesus makan ikan goreng dan madu. Jika Yesus mati & dibangkitkan mengapa Batu penutup kubur terbuka ? apakah roh tidak dapat menembus batu penutup makam ? apakah roh yang dibangkitkan memiliki tulang dan daging? apakah roh makan & minum ? 
Baca: Bukti Yesus Tidak Mati Disalib, Dibangkitkan dan naik ke Surga - Bukti Bibble

Tidak, tentu saja umat Kristen tetap bersikeras menyatakan Yesus mati disalib. Mengapa ? Karena mereka tersandra doktrin Paulus, jika Yesus tidak mati, tidak ada penyelamatan & penebusan dosa dan sia-sia iman mereka.

Meskipun Seseorang tidak pernah minum alkohol, tidak memakan babi, tidak pernah berjizah, berbuat baik sepanjang hidupnya, darmawan, baik hati, ramah, sopan, tetaplah orang tersebut adalah pendosa dan akan tetap masuk neraka, jika ia tidak percaya pada kematian Kristus, karena tidak percaya dengan doktrin Paulus yaitu konsep dosa waris & kematian Yesus.

Sebaliknya, walaupun seseorang itu adalah pembantai & pembunuh seperti Hitler, maka ia akan masuk surga, meskipun sepanjang hidupnya tidak pernah berbuat baik, hanya dengan percaya dengan kematian kristus maka konon katanya penjahat itu akan diselamatkan dari dosa.

Sumber: