Laman

Senin, 21 September 2015

Kristenisasi melalui Seks Bebas saat Pacaran, Bahkan Pemerkosaan Gadis Muslimah hingga Hamil & terpaksa kawin beda agama

Jumlah umat Islam anjlok drastis dari 90 persen menjadi 75 persen (tabloid SIAR edisi Nopember 1999 hal. 14)

Bagi umat islam yang tidak mau masuk Kristen, maka mereka melancarkan misi untuk menggoda iman untuk melemahkan ajaran Islam.


Kawin campur.- Mengadakan pergaulan bebas diantara anak-anak muda seperti di barat atau Eropa.- Mengundang anak-anak muda untuk menonton film gratis.- Menyelenggarakan pesta ulang tahun agar terjadi pergaukan bebas.



Kristenisasi melalui jalur Pemerkosaan Gadis-Gadis Muslimah Khairiyah Anniswah alias Wawah, siswi MAN Padang, Sumatera Barat, diculik dan dijebak oleh aktivis Kristen, diberi minuman perangsang lalu diperkosa. 
Setelah tidak berdaya, dia dibaptis dan dikristenkan.Kasus serupa menimpa Linda, siswi SPK Aisyah Padang. Setelah diculik dan disekap oleh komplotan aktivis Kristen, diadiperlakukan secara tidak manusiawi dengan teror kejiwaan supaya murtad ke Kristen dan menyembah Yesus Kristus.

Di Bekasi, modus pemerkosaan dilakukan lebih jahat lagi. Seorang pemuda Kristen berpura-pura masuk Islam lalu menikahi seorang gadis muslimah yang salehah. 
Setelah menikah, mereka mengadakan hubungan suami isteri. Adegan ranjang yang telah direncanakan, di foto oleh kawan pemuda Kristen tersebut. Setelah foto dicetak, kepada muslimah tersebut disodorkan dua pilihan: “Tetap Islam atau Pindah ke Kristen?”. Kalau tidak pindah keKristen, maka foto-foto talanjang muslimah tersebut akan disebarluaskan. Karena tidak kuat mental, maka dengan hati berontak muslimah tersebut dibaptis dengan sangat-sangat terpaksa sekali, untuk menghindari aib.

Di Cipayung Jakarta Tirnur, seorang gadis muslimah yang dulunya taat dan shalehah terpaksa kabur dari rumahnya. Masuk Kristen mengikuti pemuda gereja yang berhasil menjebaknya dengan tindakan pemerkosaan dan obat-obat terlarang. 

Kristenisasi melalui penyebaran Narkoba

Di desa Langensari, Lembang, Bandung, Yayasan Sekolah Tinggi Theologi(STT) Doulos meyebarkan Kristen dengan cara merusak moral terlebih dahulu. Di sana, para pemuda usia 15 tahunan dicekoki minuman keras dan obat-obat terlarang sampai kecanduan berat. 
Setelah kecanduan, para pemuda harapan bangsa itu dimasukkan ke panti rehabilitasi Doulos untuk disembuhkan sambil dicekoki Injil supaya murtad dari Islam. 

(Republik, 10 dan 12 April1999)

Share dan sebarkan kepada segenap kaum Muslimin tentang kabar ini. Semoga Allah melindungi kita semua dari orang-orang Kafir, yang mendustakan ajaran dan ayat-ayat Allah Subhanahu Wata’ala.


Baca Juga
Kristenisasi Bermodus Pengakuan dan Kesaksian Palsu Mantan Ustad dan Kyiai