Laman

Jumat, 16 Oktober 2015

Benarkah Kewajiban Wanita Muslim untuk mengenakan Hijab adalah melanggar Hak Asasi Manusia ?

Banyak Negara di Eropa & Amerika Serikat menganggap bahwa Perintah & Kewajiban Perempuan untuk mengenakan Hijab dalam syariat Islam adalah pelanggaran Hak Asasi Manusia. 


Pat Robertson tokoh evangelis AS pernah mengatakan Islam itu lebih keji dan biadab dibandingkan NAZI. Pat Robertson mengatakan wanita muslim adalah manusia yang paling dungu sedunia. Korban kebiadaban ajaran Islam yang sesat. Pat Robertson mengatakan bahwa Islam itu bukan agama. Hanya organisasi dan ajaran dungu yang dipercaya orang bodoh sebagai sebuah agama.


Merupakan suatu keumuman dari zaman ke zaman sejak zaman Nabi Ibrahim a.s, zaman Nabi Musa , Nabi Isa a.s, bahkan Nabi Muhammad tetap mewajibkan Wanita yang mengenakan kerudung penutup kepala (Hijab) pakaian panjang dari leher hingga kaki. 



Namum nyatanya kini umat Yahudi & Kristen telah meninggalkan perintah Itu, dan lebih memilih memakai rok mini, tangtop, G-String, Bikini dll.


Padahal Dalam Taurat & Bibel (bukan injil) pun ada anjuran tegas mengenai kerudung. Dan kali ini kita akan bahas satu-persatu bagaimana pandang-an kedua agama tersebut (Yahudi & Kristen) memandang kerudung (penutup kepala). Kerudung dalam Tradisi Yahudi. Menutup kepala atau ber-kerudung, adalah sebuah tuntunan dalam Bibel yang sudah ada sejak zaman  sebe-lum Nabi Muhammad SAW.

I Korintus 11:5 
Tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perem-puan yang dicukur rambutnya.

Bukan hanya itu, pernyataan St. Paul (atauPaulus) yang lain tentang kerudung adalah pada I Korintus 11:3-10. St Tertulian di dalam risalahnya "On The Veiling Of Virgins" menulis: 

"Wanita muda hendaklah engkau mengenakan kerudung saat ber-ada di jalan, demikian pula hendaknya engkau mengenakan di dalam gereja, mengenakannya saat berada di antara orang asing dan mengenakannya juga saat berada di antara saudara laki-lakimu."

Di antara hukum-hukum Canon pada Gereja Katolik dewasa ini, ada hukum yang memerintahkan wanita menutup kepalanya di dalam gereja 
(Clara M Henning, 1974, hal 272)

Seorang pemuka agama Yahudi, Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur Injil pada Universitas Yeshiva dalam bukunya, The Jewish woman in Rabbinic Literature, menulis bahwa baju bagi wanita Yahudi saat bepergian keluar rumah yaitu mengenakan penutup kepala yang terkadang bahkan harus menutup hampir seluruh muka dan hanya mening-galkan sebelah mata saja. Dalam bukunyatersebut ia mengutip pernyataan bebera-pa Rabbi (pendeta Yahudi) kuno yang terkenal: 

"Bukanlah layaknya anak-anak perempuan Israel yang berjalan keluar tanpa penutup kepala" 

"Terkutuklah laki-laki yang membiarkan rambut istrinya terlihat," dan "Wanita yang membiarkan rambutnya terbuka untuk berdandan membawa kemelaratan."

Hukum Yahudi melarang seorang Rabbi untuk memberikan berkat dan doa kepadawanita menikah yang tidak menutup kepalanya karena rambut yang tidak tertutup dianggap “telanjang". 

Dr Brayer juga mengatakan:
"Selama masa Tannaitic, wanita Yahudi yang tidak menggunakan penutup kepala dianggap penghinaan terhadap kesopanannya. Jika kepalanya tidak tertutup dia bisa dikenai denda sebanyak empat ratus zuzim untuk pelanggaran tersebut.

"Kerudung juga menyimbolkan kondisi yang membedakan status dan kemewahan yang dimiliki wanita yang menge-nakannya. Kerudung kepala menandakan martabat dan keagungan seorang wanita bangsawan Yahudi.Oleh karena itu di masyarakat Yahudi kuno, pelacur-pelacur tidak diperboleh-kan menutup kepalanya. Tetapi pelacur-pelacur sering memakai penutup kepala agar mereka lebih dihormati 
(S. W. Schneider, 1984, hal 237).

Wanita-wanita Yahudi di Eropa menggunakan kerudung sampai abad ke 19 hingga mereka bercampur baur dengan budaya sekuler. Dewasa ini, wanita-wanita Yahudi yang shalih tidak pernah memakai penutup kepala kecuali bila mereka mengunjungi sinagog (gereja Yahudi) 
(S.W.Schneider, 1984, hal. 238-239).

Kerudung dalam Tradisi Kristen Hingga saat ini para Biarawati Katolik menutup kepalanya secara keseluruhan. Di Indonesia sebelum tahun 80-an pakai-an biarawati adalah jilbab, pakaian pan-jang longgar dari leher hingga menutup kaki serta berkerudung yang menutup leher dan dada (masih ingat telenovela Brazil, Dolce Maria/Carita The Angel). 

Namun era 80-an ke atas, jubah biarawati berubah menjadi pakaian panjang hanya sampai betis. Kerudung panjang menutup dada berubah menjadi kerudung hanya penutup rambut dan leher terbuka.


Reverensi:

*Book - "The Jewish woman in Rabbinic"
By: Rabbi Dr. Menachem M. Brayer, Professor Literatur of Bibble, Univertas Yeshiva

*S. W. Schneider, 1984, page 237

*Abd-Allah ibn Jahsh, The Free Dictionary, fat.

*.William Montgomery Watt, "Muhammad: prophet and statesman", Oxford University Press US, Jun 1, 1974 ,ISBN 0-19-881078-4

*Hj Irena Handono, Pakar Kristologi, Pendiri Irena Center

SAKSI-SAKSI YEHUWA

Sekte Kesaksian Yehovah dalam majalah Awake tanggal 8 September 1957, memuat judul yang mengejutkan ini -"50.000 Kesalahan di dalam Bible.

Kesaksian Yehovah ini begitu kuat dalam penghukuman dari Trinitarian ortodoks, dalam mempermainkan "Firman Tuhan," mempergunakan permainan bahasa yang sama. Dalam artikel - "50.000 Kesalahan di dalam Injil?" - mereka berkata,"Mungkin ada 50.000 kesalahan ... kesalahan yang bergerak pelan ke dalam teks Injil ... 50.000 kesalahan yang begitu serius (?) ... kebanyakan dari yang disebutkesalahan-kesalahan itu ... secara keseluruhan Injil tidak akurat."

Saksi Yehuwa biasanya berbaur dalam Gereja Kristen lainnya namun dapat dibedakan dari ajaran yang mereka ajarkan. Selain ajaran Anti-Tritunggal mereka, adapula perbedaan lainnya sepertikeyakinan bahwa Yesus dipakukan di tiangsiksaan dan bukan tiang salib seperti padaajaran Kristen pada umumnya. Perbedaan lainnya adalah Yesus pernah menampakan diri secara tak terlihat pada tahun 1914 yang jelas tidak ada pada ajaran Kristen lainnya.


Saksi-Saksi Yehuwa adalah suatu denominasi Kristen, milenarian (cenderung pada ajaran Kerajaan 1000 Tahun Damai), restorasionis (pemulihan) yang dahulu bernamaSiswa-Siswa Alkitabhingga pada tahun 1931. Agama ini diorganisasi secara internasional, lebih dikenal di dunia Barat sebagaiJehovah's Witnesses, yang mencoba mewujudkan pemulihan dari gerakan Kekristenan abad pertama yang dilakukan oleh para pengikut Yesus Kristus. Saksi-Saksi Yehuwa sendiri bukanlah suatu sekte, mereka tidak pernah memisahkan diri dari gereja atau kelompok besar manapun. Wewenang tertinggi kehidupan mereka berdasarkan hukum-hukum dan prinsip-prinsip dari Kitab Suci atau Alkitab.

Kantor Pusat mereka berada di Brooklyn, New York, Amerika Serikat. Mereka memiliki tiga dari tujuh Badan Hukum di Amerika Serikat untuk mempermudah pekerjaan mencetak dan mendistribusikan lektur-lektur mereka, yaituWatch Tower Bible and Tract Society of Pennsylvania (didirikan pada tahun 1884),Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc.(tahun 1956), danInternational Bible Students Association(tahun 1914). Semua pengaturan diarahkan oleh kelompok penatua yang dikenal dengan namaBadan Pimpinan Saksi-Saksi Yehuwa. Selain itu mereka memiliki puluhan Badan Hukum yang membantu mereka dalam melakukan pekerjaan penginjilan, pencetakan buku-buku, pengiriman buku-buku ke negeri-ngeri yang membutuhkan, membela hak mereka secara hukum untuk dapat beribadat secara bebas, dan menjaga hubungan baikdengan pemerintah di mana mereka tinggal.

Saksi-Saksi Yehuwa dipersatukan di seluruh dunia oleh majalahMenara Pengawal( Menara Pengawal Memberitakan Kerajaan Yehuwa, atauThe Watchtower Announcing Jehovah's Kingdom, bahasa Inggris). Majalah Menara Pengawal dibahas serentak di seluruh dunia pada setiap akhir pekan (Sabtu atau Minggu) diBalai Kerajaan Saksi-Saksi Yehuwapada sesi kedua Pelajaran Menara Pengawal, setelah sesi Khotbah Umum atau ceramah umum yang membahas berbagai topik berdasarkan Alkitab. Rekan majalahnya adalahSedarlah!(Awake!, bahasa Inggris) (bukan diterjemahkan Sadarlah!, karena sewaktu pertama kali terbit menggunakan kata Sedarlah! yang lebih halus makna dan ungkapannya) adalah majalah yang berisi pengetahuan umum dan menganjurkan kewaspadaan akan hal rohani ataupun kemajuan dunia ilmu pengetahuan dan medis.Perhimpunan Saksi-Saksi Yehuwa yang dilakukan di Balai Kerajaan Saksi-Saksi Yehuwa terdiri dari Perhimpunan Umum atau Khotbah Umum dan Pelajaran MenaraPengawal pada akhir pekan, antara Sabtu dan Minggu. Pada tengah pekan, antara Senin sampai Jumat diadakan Pembahasan Alkitab Sidang dan Sekolah Pelayanan Teokratis dengan menggunakan buku panduan Memperoleh Manfaat dari Sekolah Pelayanan Teokratis, dan Perhimpunan Dinas yang membahas surat Pelayanan Kerajaan Kita yang ditujukan kepada semua Saksi-Saksi Yehuwa. Jadwal pertemuan-pertemuan ini mungkin berbeda di daerah lain.

Saksi-Saksi Yehuwa dikenal di dunia Baratsebagai kelompok yang datang dari rumahke rumah untuk mengabarkan berita Kerajaan Yehuwa dan selalu menggunakan Alkitab terjemahanKitab Suci Terjemahan Dunia Barusebagai pedoman tertinggi mereka. Jumlah penyiarSaksi-saksi Yehuwa di seluruh dunia lebih dari 8.201.545 penyiar dan berada di 115.416 sidang yang tersebar di 239 negara di dunia per 1 September 2014.

Secara resmi pengajaran Saksi-Saksi Yehuwa di Indonesia dilarang melalui Surat Keputusan Jaksa Agung Nomor 129 Tahun 1976, lewat SK itu, Jaksa Agung telah melarang kegiatan Saksi Yehuwa atau Siswa Alkitab di seluruh wilayah Indonesia. Sebab, Saksi Yehuwa memuat hal-hal yang bertentangan dengan ketentuan hukum yang berlaku, seperti menolak salut bendera dan menolak ikut berpolitik. 

Ajaran yang mereka yakini juga dianggap bertentangan dan menyimpang dari kebijaksanaan dan politik pemerintah RI dan dianggap meresahkan karena perilaku penyebaran agama. Pengikut yang cukup rajin mendatangi orang-orang dari rumah ke rumah, hal ini telah menimbulkan keresahan di kalangan umat beragama umumnya karena praktek kunjungan-kunjungan ini dilakukan ke rumah-rumah masyarakat yang sudah beragama. Mereka juga melakukan antitesa terhadap beberapa aspek pemerintahan . Pada Februari 1994 ada upaya untuk mencabut SK ini dengan berlandaskan Pasal 29 UUD1945, Tap MPR Nomor XVII/1998 tentang HAM, dan Instruksi Presiden No. 26 Tahun 1998. Pada 1 Juni 2001 SK ini kemudian dicabut. Walaupun begitu, sebenarnya sejak tanggal 19 Juli 1996, Saksi-Saksi Yehuwa telah membuka kantor cabang Indonesia berupa gedung yang dipergunakan sebagai tempat pertemuan dan pusat kegiatan[2]

Pemecatan anggota sidang Saksi-Saksi Yehuwa didasarkan atas perbuatan pencemaran diri (merokok, menggunakan narkoba), berzinah, selingkuh, amoralitas (seperti melakukan seks pranikah, inses, seks oral, seks anal, dan lainnya yang digolongkan ke dalam bentuk percabulan) untuk memelihara kebersihan di dalam Sidang Jemaat mereka sendiri. Tetapi bagiyang kembali kejalan-jalan Yehuwa dan bertobat dengan sungguh-sungguh, dapatkembali ke Sidang Kristen.


PENDIRI

Charles Taze Russell Lahir Tgl 16 Februari 1852 dan wafat Tgl 31 Oktober 1916. Dikenal sebagai orang Kristen Restorasi terkemuka di awal Abad XX yang memulai pelayanannya di Pittsburgh, Pennsylvania Amerika dan pendiri dari apa yang sekarang disebut Gerakan Siswa Alkitab darimana Saksi Yehuwa dan sejumlah kelompok Siswa Alkitab bermunculan setelah kematiannya.


Pada tahun 1881 dia menjadi asisten pendiriZion's Watch Tower Tract Society(Risalah Masyarakat Menara PengawalSion) dan pada tahun 1884 badan hukum organisasi tersebut secara resmi didaftarkan ulang kembali dimana Russel terpilih sebagai direktur. Russel banyak menuliskan artikel, buku, brosur, pamflet dan kotbah yang keseluruhannya diperkirakan ada 50.000 cetakan. Dari tahun 1886 sampai 1904 Russel menerbitkan enam volume pelajaran Kitab Suci berseri yang semula dinamakanMillennial Dawn(Permulaan Milenium) yang kemudian diberi nama baruStudies in the Scriptures(Pelajaran-pelajaran dalam Kitab Suci) yang menghabiskan hampir 20 juta copi yang telah dicetak dan disebarluaskan ke seluruh penjuru dunia dalam berbagai bahasa selama hidupnya (Volume ketujuh telah dituliskan dan diterbitkan oleh Joseph Rutherford pada tahun 1917). Masyarakat Menara Pengawal (The Watch Tower Society) menyatakan secara resmi bahwa penerbitan tulisan-tulisan Russel berhenti pada tahun 1927 meskipun buku-bukunya berlanjut diterbitkan oleh beberapa kelompok independen semenjak tahun itu.

Dia menyatakan bahwa dia tidak hendak mendirikan denominasi baru namunsebaliknya hany berniat mengumpulkan bersama-sama diantara mereka yang mencari kebenaran Firman Tuhan “selama masa penuaian”. Dia menuliskan bahwa “kebenaran nyata yang dibentangkan” dalam ajarannya berkaitan dengan “fakta sederhana bahwa waktu Tuhan telah datang dan jika saya tidak berbicara dan tidak ada perantaralain ditemukan maka batu-batu itu akan berteriak”. Dia melihat dirinya sendiri – dan semua orang-orangKristen diurapi oleh Roh Kudus- sebagai “penyambung lidah Tuhan” (God's mouthpiece) dan sebagai Duta Mesias. Dalam karirnya di kemudian hari dia menerima tanpa sangkalan bahwa banyak Siswa Alkitab memandang dirinya sebagai “pelayan yang setia dan bijaksana” sebagaimana dikatakan dalam Matius 24:25 dan dia digambarkan oleh Menara Pengawal (Watch Tower).


Setelah Russel meninggal, krisis kepemimpinan mengitari direktur baru dari komunitas tersebut. Joseph Rutherford kemudian menghasilkan perpecahan gerakan secara luas. Sebanyak tiga per empat dari Siswa Alkitab yang diperkirakan berjumlah 50.000 yang telah bergabung pada tahun 1917 telah meninggalkan organisasi tersebut pada tahun 1931 dan menghasilkan formasi kelompok baru yang mempertahankan nama Siswa Alkitab (Bible Students) secara bervariasi. Mereka yang tetap mempertahankan persekutuan dengan Masyarakat Menara Pengawal (Watch Tower Society) kemudian mengadopsi nama dengan Saksi Yehuwa (Jehovah's witnesses) pada tahun 1931. Sementara itu beberapa dari antara mereka yang bertalian dengan komunitas tersebut membentuk kelompok mereka sendiri termasukPastoral Bible Institute(Institut Penggembalaan Alkitab) pada tahun 1918, the Layman's Home Missionary Movement (Gerakan Pelayanan Rumah dari Golongan Awam) pada tahun 1919 serta Dawn Bible Students Association(Asosiasi Siswa Alkitab Permulaan) pada 1929[3].

Joseph Franklin Rutherford 
Lahir Tgl 8 November 1869 dan wafat pada Tgl 8 januari 1942 dan dikenal sebagai “Hakim” Rutherfordyang merupakan direktur ketiga dari Watch Tower Bible and Tract Society dan memainkan peranan penting dalam perkembangan organisasi dan doktrin dari Saksi Yehuwa.


Rutherford memulai karir dalam bidang hukum, bekerja sebagai penulis cepat di pengadilan, pengacara (trial lawyer) dan jaksa penuntut. Dia mulai menaruh minat dalam doktrin dari direktur Watch Tower Society bernama Charles Taze Russell yang menuntunnya bergabung dengan gerakan Siswa Alkitab dan dibaptis pada tahun 1906. Dia ditetapkan sebagai penasihat hukum (legas counsel) bagi Watch Tower Society pada tahun 1907 dalam perjalanannya kemudian membawa dia sebagai direktur terpilih pada tahun 1917.

Rutherford memperkenalkan banyak perubahan di bidang organisasi dan doktrin yang menyumbangkanbentuk kepercayaan dari Saksi Yehuwa. Dia mengadakan struktur administrasi terpusat dalam gerakan Siswa Alkitab di seluruh dunia yang kemudian dia namakan sebuah Teokrasi yang menuntut semua pengikut untuk mengedarkn literatur melalui kotbah pintu ke pintu dan menyediakan laporan berkala dari aktifitas mereka. Dia juga mendirikan program pelatihan untuk berbicara di depan umum sebagai bagian dari pertemuan ibadah mingguan. Dia menetapkan bahwa tahun 1914 sebagai saat kembalinya Mesias secara tidak nampak dan menyatakan bahwa kematian Mesias bukan di kayu salib melainkan di atas pohon.

Dia memerintahkan kepada para pengikutnya agar tidak memelihara perayaan tradisional seperti Christmass (Natal) dan perayaan Ulang Tahun Kelahiran yang bersumber dari Ajaran Pagan. Dia jugj Melarang menghormat kepada bendera atau menyanyikan lagu kebangsaan.

Perbedaan kepercayaan terhadap doktrin Kristen
Saksi-Saksi Yehuwa berbeda dengan kelompok agama lain yang disebut Kristen.Misalnya, mereka memercayai ajaran Alkitab bahwa Yesus adalah Putra Allah, bukan bagian dari Tritunggal. (Markus 12:29) Saksi-Saksi Yehuwa tidak memercayai jiwa yang tak berkematian. Tidak ada dasar dalam Alkitab bahwa Allahmenyiksa orang selama-lamanya di neraka. Mereka juga tidak percaya bahwa orang yang memimpin kegiatan agama harus diberi gelar-gelar yang meninggikan mereka di atas orang lain.—Pengkhotbah 9:5; Yehezkiel 18:4; Matius 23:8-10.


POKOK AJARAN SAKSI JEHOWA

KETUHANAN
Saksi Yehuwa menolak istilah Tritunggal dan menolak essensi kesetaraan Bapa, Anak, Roh Kudus sebagai personifikasi YHWH, Firman dan Roh-Nya.

Menurut penganut Saksi Jehowa, ke-39 buku dari Kitab-Kitab Ibrani ataupun kanon dari ke-27 buku yang terilham dari Kitab-KitabYunani Kristen tidak ada memuat ajaran yang jelas mengenai Tritunggal...Jadi bukti dari Alkitab dan darisejarah membuat jelas bahwa Tritunggal tidak dikenal sepanjang zaman Alkitab dan selama beberapa abad setelahnya...Jadi dibutuhkan waktu berabad-abad sejak zaman Kristus bagi Tritunggal untuk dapat diterima secara luas dalam susunan Kristen. Dan dalam semua hal tersebut, apa yang membimbing keputusan-keputusannya? Apakah Firman (Tuhan) atau apakah pertimbangan para pendeta dan politik? Dalam Origin and Evolution of Religion, E.W. Hopkins menjawab: Definisi ortodoks yang terakhir dari tritunggal sebagian besar adalah masalah politik gereja”[7]

Saksi Yehuwa mengadopsi eksistensi nama Tuhan bernama Yehuwa yang termuat dalam 7000 tempat di Kitab Suci TaNaKh atau lazim disebut Perjanjian Lama oleh Kekristenan.

“Demikian pula dengan nama (Tuhan). Tidak diketahui dengan tepat bagaimana kata itu diucapkan, meskipun beberapa sarjana berpikir bahwa ‘Yahweh’ itu benar. Namun bentuk ‘Jehovah’ (Yehuwa) telah dipakai berabad-abad dan paling luas dikenal. dalam bahasa Ibrani asli, nama Yesus diucapkan ‘Yeshua’ dalam bahasa Ibrani

“(Tuhan) memberi diri-Nya sebuah nama yang penuh makna. Nama-Nya, Yehuwa, menunjukkan bahwa (Tuhan) dapat memenuhi janji apapun yang Ia buat dan dapat melaksanakan apapun yang telah Ia tetapkan. Nama (Tuhan) itu unik, lain daripada yang lain. Hanya Dialah yang memiliki nama itu. Yehuwa unik dalam banyak hal”

KEDUDUKAN YESUS & MESSIAS
Dalam ajaran Saksi Yehuwa, Yesus disetarakan dengan Hikmat
kedudukan Yesus hanyalah mahluk ciptaan pertama yang keberadaannya sudah terlebih dahulu ada sebelum langit dan bumi ada dansetara dengan malaikat ciptaan Yehuwa (Tuhan). 
“Jadi sebelum dilahirkan di bumi sebagai manusia, Yesus sudah ada di surga sebagai pribadi roh. 
di Surga ia melayani sebagai pribadi yang berbicara mewakili Tuhan.

Alkitab mengajarkan bahwa Yesus hidup di surga sebelum ia datang k’e bumi. Mikha menubuatkan bahwa Mesias akan lahir di Betlehem dan bahwa ia sudah ada ‘sejak purbakala’ (Mik 5:2) Yesus sendiri beberapa kali mengatakan bahwa sebelum lahir sebagai manusia, ia hidup di surga (Yoh 3:13; 6:38,62; 17:4-5).

Yesus disebut ‘Firman’ (Yoh 1:14). menunjukkan bahwa ia hanya berbicara mewakili (Tuhan), tentunya untuk menyampaikan berbagai pesan dan instruksi dari Tuhan yang ditujukan kepada mahluk roh maupun manusia."


PENEBUSAN DOSA
Saksi Yehuwa mengenal konsep penebusan yang dikerjakan oleh Yesus Sang Mesias untuk menggenapi gambaran penebusan dalam Perjanjian Lama yang diwakili oleh hewan korban. Namun demikian Sang Penebus tersebut bukan penebus yang Ilahi melainkan manusiawi belaka. 
Saksi Yehuwa menyatakan:

“Bahkan sekarang korban tebusan Yesus dapat memberi manfaat bagi kita. Cara bagaimana? Dengan menjalankan iman di dalamnya kita dapat menikmati kedudukan yang bersih di hadapan (Tuhan) dan berada di bawah pemeliharaan-Nya yang pengasih dan lembut (Why 7:9-10, 13-15).


ROH KUDUS

Saksi Yehuwa meyakini Roh Kudus bukanlah Roh Tuhan melainkan hanya sekedar kekuatan seperti listrik dengan fungsi dan tujuan yang tertentu. Saksi Yehuwa menyatakan:

“Roh Kudus yang digunakan dalam Alkitab menyatakan bahwa ini adalah suatu kekuatan atau tenaga yang dikendalikan yang digunakan oleh (Tuhan) Yehuwa untuk melaksanakan berbagai maksud dan tujuan-Nya. Sampai taraf tertentu, ini dapat disamakan dengan listrik, tenaga yang dapat digunakan untuk melakukan beragam fungsi...Kata Yunani untuk ‘Roh’ ialah berjenis netral dan walaupun kita menggunakan kata gnti nama pribadi dalam bahasa Inggris (He, His, Him), kebanyakan MSS (manuskrip) Yunani menggunakan kata (bahasa Inggris) ‘It’. Jadi bila Alkitab menggunakan kata ganti nama pribadi berjenis laki-laki sehubungan dengan ‘parakletos’ dalam Yohanes 16:7, 8 hal ini sesuai dengan peraturan tata bahasa, bukan menyatakan suatu doktrin”[15]


ESKATELOGI - Akhir Zaman
Prediksi mengenai kedatangan Yesus kedua kali dan akhir dunia dalam kepercayaan Saksi-saksi Jahowa:
“Kita telah belajar bahwa “zaman bangsa-bangsa” mulai pada tahun 607 SM. Jadi dengan menghitung 2.520 tahun sejak tahun itu, kita sampai pada tahun 1914. Pada tahun itulah “zaman” yang ditetapkan ini berakhir. Jutaan orang yang masih hidup mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi pada tahun 1914. Pada tahun itulah “zaman” yang ditetapkan ini berakhir. Jutaan orang yang masih hidup mengingat peristiwa-peristiwa yang terjadi pada tahun 1914. Pada tahun itu, Perang Dunia I memulai suatu masa kesusahan luar biasa yang telah berlangsung sampaizaman kita. Ini berarti bahwa Kristus Yesus mulai memerintah sebagai raja dari pemerintahan surgawi (Tuhan) pada tahun 1914.”


KEMATIAN dan KEBANGKITAN
Saksi Yehuwa mempercayai bahwa kematian setara dengan tidur panjang tanpa aktivitas dan tanpa sebuah kesadaran di dalamnnya.

“Sekarang coba pikirkan hal ini: Bagaimanakah keadaan Lazarus ketika ia mati selama empat hari? (Yoh 11:11-44, red) Apakah ia ada di surga? Ia seorang yang baik. Namun Lazarus tidak mengatakan apapun bahwa ia ada di surga, yang pasti akan dikatakannya jika ia memang pernah ke sana. Tidak, Lazarus benar-benar mati, seperti yang dikatakan Yesus. Maka, mengapa Yesus mula-mula mengatakan kepada murid-muridnya bahwa Lazarushanya tidur? Yesus tahu bahwa Lazarus yang mati itu tidak sadar, seperti dikatakan Alkitab: “Orang yang mati itu tidak tahu apa-apa”. “Orang yang mati itu...tidak sadar akan apapun” (Pengkh 9:5, terjemahan New World Translation). Akan tetapi, orang yang hidup dapat dibangunkan dari tidur nyenyak. Jadi Yesus ingin menunjukkan bahwa, melalui kuasa (Tuhan) yang diberikan kepadanya, Lazarus, sahabatnya dapat dibangunkan dari kematian. Apabila seseorang tidur nyenyak, ia tidak ingat apa-apa. Demikian pula halnya orang mati. Mereka tidak mempunyai perasaan sama sekali. Mereka tidak ada lagi”[17]“Yesus Kristus menggambarkan keadaan orang mati. Ketika Lazarus, teman baiknya meninggal, Yesus memberi tahu murid-muridnya, ‘Lazarus sahabat kita telah pergi beristirahat’. Murid-murid mengira bahwa Yesus memaksudkan Lazarus sedang beristirahat atau tidur agar ia dapat sembuh. Tetapi mereka keliru. Yesus menjelaskan, ‘Lazarus telah mati’ (Yoh 11:11-14). Perhatikan bahwa Yesus menyamakan kematian dengan istirahat dan tidur. Lazarus tidak berada di surga ataupun di neraka yang menyala-nyala. Ia tidak sedang bersama malaikat atau leluhurnya. Lazarus tidak dilahirkan kembali sebagai manusia lain. Ia sedang beristirahat dalam kematian, seolah-olah tidur nyenyak tanpa bermimpi."

Saksi Yehuwa mengakui adanya kebangkitan orang mati namun bukan kebangkitan di alam roh melainkan kebangkitan di dunia ini layaknya orang bangun dari tidur panjangnya. Saksi Yehuwa membagi kebangkitan menjadi dua bagian, kebangkitan pertama dimana orang yang turut ambil bagian dalam kebangkitan pertama ini hidup di Surga sementara kebangkitan kedua bagi mereka yang ditentukan untuk hidup di dunia yang sudah diperbarui.

“Jadi setelah Kristus dibangkitkan, ke-144.000 (Why14:1, red) inilah yang akan dibangkitkan berikutnya. Mereka mendapat bagian dalam ‘kebangkitan pertama’ atau ‘kebangkitan yang lebih awal’ (Fil 3:11,terjemahan New World Translation). Kapan ini terjadi? ‘Pada waktu kedatangan-Nya’ (kehadiran-Nya, New World Translation), kata Alkitab. Seperti yang telah kita pelajari dalam pasal-pasal sebelumnya, Kristus mulai hadir pada tahun 1914. Jadi ‘hari’ untuk ‘kebangkitan pertama’ dari umat Kristen yang setia ke surga telah tiba. Pasti rasul-rasul dan umat Kristen mula-mula yang lainnya sudah dibangkitkan kepada kehidupan surgawi (2 Tim 4:8). Akan tetapi, selama kehadiran Kristus yang tidak kelihatan ini, ada umat Kristen yang masih hidup yang mempunyai harapan yang sama untuk memerintah di surga bersama Kristus. Mereka adalah sisanya, sisa dari 144.000. kapan mereka akan dibangkitkan? Mereka tidak perlu tidur dalam kematian, tetapi mereka akan segera pada waktu mereka mati. Alkitab menjelaskan: Kita tidak akan akan mati semaunya, tetapi kita semaunya akan diubah, dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan” (1 Kor 15:51-52; 1 Tes 4:15-17).

“Siapakah yang akan dibangkitkan? Yesus mengatakan bahwa ‘semua orang dalam makam peringatan akan mendengar suara Yesus lalu keluar’ (Yoh 5:28-29). Demikian pula Penyingkapan (Why) 20:13 mengatakan, ‘Laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya dan kematian dan hades menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya’. Semua kuburan akan dikosongkan. Miliaran orang yang beristirahat di sana akan hidup kembali. Rasul paulus mengatakan, ‘Akan ada kebangkitan untuk orang-orang yang adil-benar maupun yang tidak adil-benar’”(Kis 24:15)...Alkitab juga menyebutkan kebangkitan lain, yaitu untuk hidup sebagai mahluk roh di surga. Alkitab hanya mencatat satu contoh dari kebangkitan ini yaitu kebangkitan Yesus Kristus...Yesus tahu bahwa ia tidak lama lagi akan kembali ke surga, maka ia memberi tahu para pengikutnya yang setia bahwa ia akan ‘menyiapkan tempat’ bagi mereka (Yoh 14:2)...Ke-144.000 orang Kristen itu, termasuk rasul-rasul Yesus yang setia, dibangkitkan untuk hidup di surga. Kapan mereka dibangkitkan? Rasul Paulus menulis bahwa hal itu akan terjadi pada masa kehadiran Kristus (1 Kor 15:23).”


SURGA dan NERAKA
Saksi Yehuwa menolak keberadaan neraka karena Yehuwa yang pada dasarnya Kasih tidak mungkin menyediakan tempat sejahat itu. Saksi Yehuwa melakukan penafsiran simbolis terhadap kata Ibrani “Sheol” atau kata Yunani “Hades” dan kata Ibrani “Gehinom” atau kata Yunani “Gehenna” sebagai tempat kuburan dan tempat pembakaran di Yerusalem timur.

“Jutaan orang diajar oleh agama mereka bahwa ‘neraka’ adalah suatu tempat siksaan kekal dan bahwa orang-orang jahat pergi ke sana...Hal ini menimbulkan pertanyaan: Apakah (Tuhan) Yang Maha Kuasa menciptakan tempat siksaan demikian?...Dalam menyebutkan tempat yang dituju oleh umat manusia pada waktu ia mati, Alkitab memakai kata ‘Sheol’ dalam Kitab-Kitab Ibrani dan ‘Hades’ dalam Kitab-Kitab Yunani...Dalam Alkitab, disemua ayat dimana ‘sheol’ muncul, tempat itu tidakpernah dihubungkan dengan kehidupan, kegiatan atau siksaan. Sebaliknya, sering dihubungkan dengan kematian dan ketidakaktifan...Jadi jawabannya menjadi sangat jelas. Misalnya, pikirkantentang Pengkhotbah 9:10 yang berbunyi: ‘Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga, karena tak ada pekerjaan, pertimbangan, pengetahuan dan hikmat dalam dunia orang mati (Sheol, New World Translation), ke mana engkau akan pergi’. Sheol dan Hades tidak memaksudkan suatu tempat siksaan melainkan kuburan umum umat manusia (Mzm 139:8). Orang-orang baik maupun jahat pergi ke Sheol atau Hades”

“Maka apa artinya Gehenna? Dalam Alkitab Ibrani, Gehenna tak lain dari ‘Lembah Ben Hinom’. Ingat, Hinom ialah nama sebuah lembah di luar tembok-tembok Yerusalem. Di tempat itulah orang-orang Israel mengorbankan anak-anak mereka dalam api. Pada waktunya, Raja Yosia yang baik membuat tempat ini menjadi tidak cocok untuk digunakan bagi praktik yang begitu mengerikan (2 Raj 23:10). Tempat ini diubah menjadi tempat sampah yang sangat besar...Kalau begitu apa yang dimaksudkan dengan ‘lautan api’ yang disebut di Alkitab dalam buku Wahyu? Kata itu mempunyai arti yang sama dengan Gehenna. Kata itu tidak berarti siksaan dalam keadaan sadar melainkan kematian atau kebinasaan kekal. Perhatikan bagaimana Alkitab sendiri mengatakan hal itu dalam Wahyu 20:14: “Lalumaut dan kerajaan maut (Hades, New World Translation) itu dilemparkanlah ke dalam lautan api. Itulah kematian yang kedua: lautan api”. Ya, lautan api berarti ‘kematian kedua’. Dari dalam kematian ini tidak ada kebangkitan. Tak dapat disangkal bahwa ‘lautan’ ini adalah lambang, karena maut dan kerajaan maut tidak dapat dibakar secara aksara. Akan tetapi hal-hal itu dapat dan akan dilenyapkan atau dimusnahkan.”

TEOLOGI
Saksi Yehuwa tidak menggunakan kaidah hermeneutik yang lazimnya dipergunakan di sekolah-sekolah teologia. Mereka memiliki kaidah penafsiran sendiri yang lebih menekankan aspek simbolis (lambang). Untuk menafsirkan lambang-lambang yang sulit mereka biasanya memiliki kelompok penafsir yang dijuluki “hamba yang setia dan bijaksana” (faithfull and discreet slave class).

KITAB SUCI
Saksi Yehuwa atau Wacth Tower menjunjung tinggi kitab suci terjemahan mereka sendiri dan merendahkan terjemahan lainnya. Pada mulanya mereka menerjemahkan kitab suci dan menerbitkannya dengan namaThe New Translation of the Christian Greek Scripturesditerbitkan olehNewWorld Translation Commiitteepada tahun 1950. Kemudian disusul denganThe New World Translation of the Hebrew Aramaic Scriptures dalamlima jilid. Jilid pertama selesai tahun 1953 dan jilid terakhir selesai pada tahun 1960 [27]. Sekarang mereka menyatukan semua jilid dan dikenal dengan namaThe New World Translation.

Sejumlah pakar telah mengkritikTerjemahan Dunia Baru, terjemahan Alkitab yang diterbitkan oleh Saksi-Saksi Yehuwa, dan menyatakan bahwa kelompok ini telah mengubah Alkitab untuk dicocokkan dengan doktrin mereka dan bahwa terjemahan tersebut mengandung sejumlah kesalahan dan ketidakakuratan.[4]Meskipun kalau diperhatikan lebih dalamKitab Suci Terjemahan Dunia Barumenerjemahkan ungkapanLord JesussebagaiTuan Yesusbukan sebagaiTuhan Yesussebagaimana dilakukan oleh Alkitab Terjemahan Baru dariLembaga Alkitab Indonesia. Sebenarnya,Terjemahan Dunia Baru didasarkan pada riset terkini dan manuskrip-manuskrip kuno yang dianggap paling akurat. Sebaliknya, AlkitabKing James Version edisi tahun 1611 didasarkan pada manuskrip-manuskrip yang sering kali kurang akurat dan tidak setua manuskrip yang digunakan untuk menghasilkan Terjemahan Dunia Baru.[5]Tapi, Saksi-Saksi Yehuwa tidak berkeberatan jika orang-orang yang belajardengan mereka lebih suka menggunakan terjemahan Alkitab lainnya.[6]


PENYEBARAN AJARAN
Saksi Yehuwa menggunakan tujuh langkah indoktrinasi atau rentetan pengajaran dan latihan yang bertujuan menjangkau dan meyakinkan penganut-penganut baru. Cara-cara mereka hendaknya dipelajari oleh orang Kristen agar memahami sepenuhnya metode ‘penginjilan’ yang digunakan oleh aliran yang menyesatkan itu.

Menjual Bahan Cetakan. Ada banyak buku-buku kecil dan menarik serta full color yang mempromosikan ajaran Saksi Yehuwa. Jika tahun 1970-an menggunakan buku utamaSaudara Dapat Hidup Kekal Dalam Firdaus di Bumisekarang berganti dengan judulApa Yang Sebenarnya Alkitab Ajarakan? Dan masih ada majalahSedarlahdan brosur-brosur lainnya.

Kunjungan kepada Pembeli. Setelah ada pembeli literatur mereka, biasanya Saksi Yehuwa akan menindaklanjuti dengan melakukan perkunjungan dan tanya jawab.

Pelajaran di Rumah. Jika pembeli berminat dan merespon ajaran Saksi Yehuwa, maka akan diadakan pertemuan berkala di rumah tersebut.

Pelajaran Sedaerah. Kelompok belajar ini merupakan satu kumpulan dari semua calon anggota di daerah yang berdekatan, yaitu perhimpunan orang-orang yang sudah lebih dahulu belajar di rumah masing-masing.

Undangan ke Balai Kerajaan. Pertemuan dalam Balai Kerajaan berisikan pelajaran yang tidak ada batasnya dan belum pernah ada satu orangpun yang menamatkannya. Ada pelajaran berpidato dan pendalaman Kitab Suci yang bersifat indoktrinatif dengan bekal buku-buku panduan dari Watch Tower dan tanpa diskusi kritis.

Calon itu Diutus Sebagai Penjual. Setelah dirasa cukup pengetahuannya mereka akan diutus keluar untuk menjual literatur-literatur dengan didampingi senior dan membuat laporan atas hasil pekerjaannya tersebut.

Calon Dibaptiskan Dalam Teokrasi. Setelah mereka matang dan layak maka mereka akan dibaptiskan dan masuk dalam Teokrasi. Mereka menganggap bahwa teokrasi atau Kerajaan Tuhan itu tiada lain adalah organisasi mereka sendiri.


LARANGAN
Saksi-Saksi Yehuwa tidak menerima transfusi darah, dengan dalil: "Perjanjian Lama dan Baru dengan jelas memerintahkan kita untuk tidak menggunakan darah. (Kejadian 9:4; Imamat 17:10; Ulangan 12:23; Kisah 15:28,29) Juga, bagi Allah, darah melambangkan kehidupan. (Imamat 17:14) Jadi, Saksi-Saksi Yehuwa menghindari darah bukan hanya karena taat kepada Allah melainkan juga respek mereka kepada-Nya sebagai Sang Pemberi kehidupan.

larangan penggunaan fasilitas umum untuk pertemuan di duniaBerapa negara sepertiUzbekistan,Belarus,Tajikistandan kota Moskwa telah menentang gedung-gedung fasilitas (seperti misalnyaBalai Kerajaan) dan penyelenggaraan pertemuan-pertemuan besar di wilayah mereka. Meskipun larangan seperti itu kadang-kadang secaraspesifik ditujukan kepada kelompok keagamaan ini, pada waktu-waktu lain digunakan pula alasan-alasan lain yang lebih umum seperti misalnya kemacetan lalu lintas dan kebisingan. Dalam kasus-kasus hukum tertentu, seperti misalnyaCongrégation des témoins de Jéhovah de St-Jérôme-Lafontaine v. Lafontaine (Village), pertikaian-pertikaian yang muncul yang diajukan berdasarkan penggunaan lahan, tampaknya pada hakikatnya berakar pada bias keagamaan, demikian klaim Saksi-Saksi Yehuwa.

Saksi-Saksi Yehuwa telah memiliki situs web resmi yang dapat menjelaskan dengan tepat apa sebenarnya kepercayaan, organisasi dan cara hidup mereka, yaitu www.jw.org.


REVERENSI

*.Bowen, W. 2007 "Jehovah’s Witnesses Lose Court Battle to Suppress Freedom of Speech". ICSA E-Newsletter, Vol. 6, No. 2, 2007

*.Robert M. Bowman Jr,Understanding the Jehovah's Witnesses, (Grand Rapids MI: Baker Book House, 1992); Samuel Hass

*.Alter, S. 2007 "Jehovah's Witnesses: Disfellows hipping and Shunning" Cult Awareness and Information Centre

*.Watchtower Bible and Tract Society of New York, Inc (8 Jan 2000)

*.Worship the Only True Godbab 5 page. 43 par. 4 Freedom Enjoyed by Worshipers of Jehovah

*.Journal of Biblical Literature, (Desember 1955, page 283).

*.Tower Guaiden l1 Juni page. 11 par. 7 A Free People but Accountable

Indonesia Target Kristenisasi - Selamatkan Muslim Indonesia dari Kristenisasi


Allah menganugerahkan kepada umat Islam kemuliaan, hak-hak, istimewa dan status yang tinggi, menjadi Orang-orang terbaik yang dilahirkan untuk umat manusia:

"Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, diantara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik."  
(QS. Ali Imran (3) : 110).

Kemuliaan dan status yang tinggi ini berarti membebankan kepada kita tugas dan tanggung jawab agar tidak mementingkan diri sendiri serta membagi status yang mulia ini dengan umat manusia lainnya. Apakah Kristen masih menganggap bahwa kami umat Islam kurang bertoleransi di dalam kehidupa bergama ? Sementara yang dilakukan oleh para penginjil bahkan terang-terangan ? 

Namun dalam penyebaranya, Agama Islam memberikan batasan, karena agama tidak bersifat memaksa, Lakum dinukum waliadin (untukmu agama mu, untuku agamaku). Pernahkan kami umat Islam sebagai umat mayoritas melakukan hal tersebut ? membagi-bagikan brosur dan pamflet ke masyarakat Kristen ? 

Bahkan hal tersebut tidak pernah diajarkan kepada kami umat Islam. Karena sesungguhnya Allah sudah cukup memberikan akal, lalu mengilhamkan kepada setiap jiwa manjalan yang benar dan mana yang salah.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar).” Dan sesungguhnya jika kamu mau mengikuti kemauan mereka setelah pegetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu”. (Quran surah Al-Baqarah 120) 

5:59 Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, apakah kamu memandang kami salah, hanya lantaran kami beriman kepada Allah, kepada apa yang diturunkan kepada kami dan kepada apa yang diturunkan sebelumnya, sedang kebanyakan di antara kamu benar-benar orang-orang yang fasik?

“Katakanlah : “Hai Ahli Kitab, mengapa kamu ingkari ayat-ayat Allah, padahal Allah Maha Menyaksikan pada yang kamu kerjakan”. Katakanlah : “Hai Ahli Kitab, mengapa kamu menghalang-halangi dari jalan Allah orang-orang yang telah beriman, kamu menghendakinya menjadi bengkok, padahal kamu menyaksikan”, Allah sekali-kali tidak lalai dari apa yang kamu kerjakan” [Ali-Imran : 99] -5]

Menurut data dari Mercy Mission hingga 2 juta umat Islam murtad di Indonesia setiap tahunnya. Kekecewaan dan bujuk rayu telah membuat anak muda Indonesia merasa bahwa Islam tidak berhubungan dengan kehidupan kontemporer Indonesia. Di sisi lain kalangan kristen dengan jargon-jargon kasih sayang, cinta dan perdamaian banyak membuai anak muda Indonesia. Anak muda Indonesia saat ini banyak yang belum menemukan keindahan atas esensi Islam yang sejati yang bisa menguatkan umat Islam di seluruh dunia.

Jika ini berlanjut, diperkirakan pada tahun 2035, jumlah umat Kristen Indonesia sama dengan jumlah umat Muslim. Pada tahun itu, Indonesia tidak akan lagi disebut sebagai negara dengan penduduk mayoritas Islam. Dan jika pemurtadan dari Islam ini masih berlanjut,Indonesia akan mencapai titik di mana umat Kristen menjadi penduduk mayoritas. Naudzubillah tsumma naudzubillah.



Mengapa hal ini bisa terjadi? Kita bisa melihat dari kondisi ekososial di negara dengan penduduk sekitar 240 juta jiwa yang sangat memprihatinkan. Banyak yang meramalkan Indonesia akan mencapai status negara maju tidak lama lagi. Sebagai salah satu negara the Groupof Twenty (G20), pertumbuhan ekonomi diIndonesia termasuk stabil dan menuju ke arah baik. Produk Domestik Bruto (PDB) pada tahun 2011, misalnya, menurut Badan Pusat Statistik (BPS), tumbuh sebesar 6.5 persen. Ironisnya, angka kemiskinan masih menghantui pertumbuhan ekonomi ini dengan jumlah penduduk Indonesia yang masih di bawah garis kemiskinan sampai pada tahun 2011 mencapai 30 juta jiwa atau sekitar 12 persen dari seluruh populasi. 

Pertumbuhan ekonomi Indonesia terlihat megah di pusat negara, di Pulau Jawa, di kota-kota besar saja. Indikatornya masih melihat pada pendapatan perkapita yang disumbangkan oleh golongan kelas menengah. Konsekuensinya, golongan miskin seolah-olah terselubungi. Masih berjuta-juta rakyat Indonesia yang tidak mendapat akses pendidikan, pelayanan kesehatan, listrik, air bersih, dan fasilitas umum negara lainnya. Mereka hidup di jalanan ibu kota, di bawah jembatan, di tepi sungai yang penuh dengan sampah. Ada pula yang hidup di pedalaman yang tidak terjamah oleh kebijakan pemerintah.Dan mereka inilah golongan miskin beragama Islam yang merana dan putus asa. Akibatnya, dengan iman yang minim, keyakinan pun mudah tergugah. Hanya dengan iming-iming kekayaan secuil, mereka akhirnya pindah agama. Astaghfirullah.

Gereja-gereja di Indonesia gencar mencanangkan dan menyebarkan misi mengkristenkan umat Islam. Berbagai cara mereka lakukan. Untuk lebih jelasnya, berikut merupakan agenda kristenisasi yang dilakukan oleh umat Kristen Indonesia:

*.Larangan Keluarga Berencana/KB (Family Planning) di kalangan umat Kristiani Keluarga Kristen dilarang melalukan pembatasan kehamilan. Umat Kristen diharuskan mempunyai anak sebanyak-banyaknya. Pembatasan kehamilan dianggap pembunuhan sesama umat Kristen karena dapat membatasi pertumbuhan jumlah umat Kristen.

*.Dorongan Keluarga Berencana bagi keluarga Islam Sementara keluarga Kristen giat beranak-pinak untuk menggandakan populasi mereka, anggota gereja semangat menyebarkan idealisme KB di kalangan masyarakat Muslim. Keluarga Muslim digalakkan untuk mempunyai anak sedikit mungkin. Program KB dipaksakan bagi keluarga Islam saja dan tidak untuk keluarga Kristen.

*.Fasilitas ekonomikal bagi keluarga Kristen Pentingnya memiliki anak yang banyak dalam keluarga Kristen harus diimbangi dengan pentingnya penyediaan economy support untuk menampung pembiayaan membesarkan anak-anak mereka. Untuk itu akses orang Kristen ke sumber-sumber ekonomi perlu diperbanyak dengan membatasi aksesorang Islam ke sumber-sumber tersebut. Salah satu caranya ialah dengan memprioritaskan orang Kristen dalam penyediaan lapangan pekerjaan pekerjaan. Bisa jadi, larangan berjilbab dalam bekerja merupakan salah satu misi yang dilakukan.

*.Fasilitas kesehatan diutamakan untuk umat Kristen Golongan Kristen mempengaruhi pemerintah untuk membangun fasilitas kesehatan dari sumbangan yang mereka berikan. Umat Kristen didorong untuk membangun rumah sakit sebanyak-banyaknya. Ini demikian agar umat Kristen diutamakan untuk mendapatkan layanan kesehatan yang baik. Jika orang Kristen sudah mapan, banyak uang, fasilitas kesehatan pun bisa dibeli. Bagi umat Islam yang mau berobat, biaya yang dikenakan sangat mahal agar mereka makin menderita.

*.Umat Kristen diwajibkan membantu sesama Umat Kristen yang kaya diwajibkan membantu umat Kristen yang miskin agar mereka tidak didekati oleh pemberi bantuan dari agama lain, teutama Islam. Untuk itu, orang Kristen harus giat mencari sumber kehidupan dan menguasai ekonomi negara.

*.Perbaikan standar pendidikan bagi orang KristenUmat Kristen harus menguasai fasilitas pendidikan di Indonesia. Institusi pendidikan yang dimiliki pemerintah perlu mengutamakan orang kaya (yang kebanyakannya orang Kristen) sehingga orang miskin (yang kebanyakannya orang Islam) tidak dapat sekolah atau kuliah. Gereja-gereja Kristen perlu menggalakkan jamaahnya untuk mengenyang pendidikan serta mendirikan sekolah-sekolah atau kampus Kristen.

*.Kristenisasi politik Orang kristen harus memilih wakil pemerintahan yang mempunyai kebijakan pro-Barat. Kristen di Indonesia mendapat bantuan dari Barat. Golkar merupakan partai yang dikenal pro-Barat. Untuk itu orang Kristen harus menguasai Golkar dan mendorong pemenangan Golkar agar pemerintahan Indonesia dapat dikontrol oleh orang Kristen.

*.Propaganda media Orang Kristen perlu menguasai industri media dan mengutamakan membuat berita burukyang melibatkanumat Islam agar umat Islam bertengkar sesama sendiri. (Lihat saja kasus korupsi yang dilakukan oleh umat Islam lebih digembar-gemborkan daripada kasus korupsi yang dilakukan oleh orang Kristen).

Poin diatas merupakan parafrase dari poin-poin yang ada dalam naskah Jangka Panjang Kristenisasi di Indonesia yang dikeluarkan oleh Dewan Gereja Indonesia di Jakarta. Naskah rahasia itu pernah diterbitkan oleh majalah Crescent International, Kanada, pada November 1988. Misi-misi di atas masih sebagian kecil dari usaha kristenisasi di Indonesia.

Kriten makin terang-terangan menyerap umat muslim untuk memeluk agama Kristen. Mereka mendatangi rumah sakit dan menghibur pasien beragama Islam dan perlahan tapi pasti membujuk pasien ini pindah agama. Mereka juga berselindung disebalik misi perdamaian dan bantuan kemanusiaan. Menurut The Observer, kelompok misionaris Light of Love for Aceh terang-terangan mengenalkan nilai-nilai Kristen melalui kegiatan amal yang diberikan kepada korban tsunami Aceh. Bahkan mereka berharap dapat membawa anak-anak Aceh ke Jakarta untuk ditempatkan di panti asuhan Kristen. (EraMuslim.com)

Jika di Negara Barat terutama Eropa & Amerika Serikat, agama Kristen mengalami krisis karena sedikit demi sedikit mulai ditinggalkan penganutnya, situasi berbeda terjadi di Asia. Sebuah artikel di situs majalah Time menyebutkan bahwa di kawasan Asia agama Kristen justeru mengalami perkembangan pesat, terutama aliran Kristen Evangelis yang jumlah penganutnya terus bertambah terutama di kalangan anak muda di kawasan Asia.

Dalam artikelnya, Time mengutip hasil survei Pew Forum on Religion and Public Life yang berbasis di Washington D.C. tentang peningkatan jumlah penganut agama Kristen secara umum di kawasan Asia. Menurut survei itu, pada terjadi peningkatan tajam jumlah penganut agama Kristen di Asia, jika pada tahun 1970 jumlahnya cuma 101 juta orang, sampai tahun 2005 jumlah umat Kristiani di Asia mencapai 351 juta orang.

Peningkatan terbanyak terjadi di kalangan penganut aliran Kristen Pantekosta dan Evangelis karena kedua aliran ini menyebarjan ajaran agama Kristen yang karismatik sehingga menarik minat banyak orangTimejuga menyebutkan, pada tahun 2050 nanti, dipekirakan mayoritas penganut agama Kristen berada di negara-negara berkembang, mulai dari daratan India, Korea sampai Cina. 

Pengaruh ajaran Pantekosta dan Evangelis yang tidak terlalu terikat oleh sejarah seperti agama Katolik Roma atau Protestan, membuat banyak orang yang berpindah keyakinan dan memeluk aliran agama Kristen ini.

Pantekosta dan Evangelis lebih menekankan konsep ajaran Kristen untuk kesejahteraan, sebuah konsep teologi yang berkembang di Amerika. Konsep teologi ini lebih mengedepankan ajaran Kristen yang karismatik, menjanjikan kekayaan bagi penganutnya yang menjunjung tinggi moralitas.

Sebagai salah satu negara besar di Asia, Indonesia tak lepas dari pengaruh aliran Kristen ini, meski mayoritas penduduk Indonesia adalah muslim.Time dalam artikelnya "Christianity’s Surge in Indonesia" mengklaim terjadi pertumbuhan yang pesat jumlah penganut Evangelis di Indonesia, dan kebanyakan mereka adalah penganut-penganut baru yang pindah agama menjadi penganut Evangelis. 

Untuk menggambarkan "booming" penganut aliran ini,Time bahkan menulis bahwa revolusi keagamaan sedang mengubah wajah Indonesia. Pastor David Nugroho dalam artikel itu mengatakan, "Orang berpikir bahwa Indonesia cuma sebuah negara Muslim. Tapi lihatlah jamaah ini, kami tidak takut untuk menunjukkan keyakinan kami," ujarnya sambil membanggakan jamaah gerejanya yang berjumlah sekitar 400 orang, sedang mengikuti kebaktian.

Time menulis, sulit mendapatkan jumlah pasti penganut Kristen di negara seperti Indonesia, dimana orang yang pindah agama dari Islam ke Kristen akan menghadapi stigmatisasi. Menurut sensus tahun 2000, penganut Kristen hanya 10 persen dari total penduduk Indonesia dan banyak pemuka umat Kristiani yang tidak percaya dengan angka ini. Mereka meyakini, jumlah penganut Kristen sebenarnya jauh lebih besar.Indikasi ini terlihat dari semakin banyaknya gereja-gereja yang dibangun di Indonesia. 

Di Temanggung misalnya, pada tahun 1960-an tak ada satu pun gereja Evangelis di daerah itu, tapi sekarang ada sekitar 40 gereja. Di ibu kotaJakarta, juga banyak dibangun gereja-gereja yang megah, bahkan kebaktian sering diselenggarakan di tempat-tempat seperti hotel dan mall. 

Pada tahun 2007, di Manado dibangun patung Yesus Kristus tertinggi di Asia dan tersedianya saluran televisi Kristen yang tayang selama 24 jam.Keberagaman Agama, Antara Berkah dan Musibah.

Perlahan tapi pasti aliran agama Kristen Pantekosta dan Evangelis makin menancapkan pengaruhnya di Indonesia. Menurut Time, konsep keselamatan diri menjadi kekuatan aliran ini untuk mempengaruhi tipikal masyarakat negara-negara berkembang yang hidup dilingkungang padat penduduk dan kumuh, seperti kebanyakan masyarakat di Indonesia.Pada saat yang sama, kelompok masyarakat yang rentan ini menyaksikan ulah sekelompok muslim yang melakukan kekerasan dengan mengatasnamakan agama, aksi-aksi terorisme yang terjadi beberapa tahun belakangan ini dan menimbulkan banyak korban, memicu pertanyaan terhadap ajaran agama yang menjadi mayoritas di negeri ini. Ditambah lagi kecenderungan ke arah Islam konservatif yang mendorong munculnya aturan-aturan berbasis hukum Islam, misalnya penerapan aturan cara berpakaian bagi kaum perempuan.

Tidak semua Muslim bisa menerima pengaruh-pengaruh yang dianggap berasal dari Barat. Sehingga keberagaman penganut agama di Indonesia seringkali justeru memicu konflik, terutama antara Muslim dan Kristiani. Sebut saja konflik sektarian yang terjadi diPoso dan Ambon beberapa tahun yang lalu dengan korban diklaim mencapai 1.000 orang dari kedua belah pihak yang berkonflik. Benih-benih kekerasan berlatar belakang perbedaan keyakinan masih ada.Masih dalam artikelnya,Timemenulis bahwa kaum Kristiani mengkalim, selama bertahun-tahun kelompok-kelompok Islamis menutup dengan paksa gereja dan sekolah-sekolah agama Kristen dengan tuduhan mereka melakukan pemurtadan.

Pemerintah saat ini, tidak terlalu menonjol perannya dalam membela kelompok agama minoritas dan cuma bisa berdiam diri melihat pemerintahan-pemerintahan lokal yang menerapkan hukum syariah yang mengancam hak-hak umat Kristiani. Penganut Kristen di Indonesia seringkali mengeluhkan bahwa pemerintah lebih memberikan kemudahan izin pembangunan masjid dibandingkan izin pembangunan gereja. "Ada ketakutan terhadap penyebaran ajaran Kristen," kataMike Hilliard, seorang warga Skotlandia yang mengelola panti asuhan bersama isterinya, seorang perempuan Indonesia.

Pendeta Roman Katolik Romo Andang Binawan pada Time bahkan mengatakan bahwa dibandingkan situasi lima tahun yang lalu, hubungan antara Muslim dan umat Kristiani sekarang ini memburuk."Banyak orang, termasuk pejabat pemerintah merasakan tekanan oleh sekelompok masyarakat yang menyebut diri mereka sebagai muslim yang baik, mereka takut disebut kurang bertaqwa jika terlalu dekat dengan penganut agama lain, bahkan mengucapkan ‘selamat natal’bisa memicu persoalan," kata Romo Andang.Meski situasinya sulit, kelompok-kelompok misionaris Evangelis baik dari dalam maupun dari luar negeri begitu agresif dalam menyebarkan ajarannya dan mencari donasi.

Meski fakta bahwa Indonesia mengakui enam agama resmi yaitu Islam, Kristen Katolik, Protestan, Budha, Hindu dan Konghucu, sulit menghindari adanya "benturan peradaban" berlatar belakang agama di Indonesia.

Serbuan misionaris Kristen, terutama dari sekte Pantekosta dan Evangelis begitu agresif menyelinap dan mempengaruhi kehidupan banyak orang, tak terkecuali kalangan muslim sehingga kadang memicu kecurigaan bahkan konflik terbuka.

Faktanya, meski sulit mendapatkan data resmi angka pertumbuhan penganut Kristen Evangelis di negara myoritas berpenduduk muslim seperti Indonesia, berbagai komunitas Kristen mengklaim terjadi peningkatan jumlah pengikut mereka sepanjang tahun. Indikasi ini terlihat pada setiap acara kebaktian yang diselenggarakan di luar gereja, misalnya di gedung-gedung pertemuan yang selaludipadati pengunjung.

Majalah Time menulis, Jakarta Praise Community yang dibentuk sepuluh tahun silam silam, mulanya hanya beranggotakan sekitar 200 orang. Dan sekarang, acara-acara kebaktian mereka dihadiri oleh sekitar 5.500 anggotanya yang kebanyakan berasal dari kaum urban.

Komunitas Evangelis mengklaim pengikutnya mencapai 15.000 orang dalam kurun waktu dua dekade. Komunitas ini bahkan berhasil membangun sebuah kompleks gereja Evangelical Reformed Millenium Center di kawasan Kemayoran, yang mampu menampung 4.500 jamaah. Pembangunan gereja itu menelan biaya 30 juta USD dan harus menunggu selama17 tahun untuk mendapatkan izin dari pemerintah daerah setempat.Gereja ini untuk sementara menjadi gereja terbesar di Jakarta, karena ada satu gereja lagi yang kapasitasnya dua kali lipat gereja diatas, yang hampir selesai dibangun di pinggiran kota Jakarta. 

Gereja itu, menurut Time, bisa menampung sekitar 10.000 jamaah.Warga Muslim di dekat lingkungan gereja Evangelical Reformed Millenium Center sempat protes ketika Pastor gereja itu, Stephen Tong-pastor yang juga dikenal dikawasan Asia, seperti Malaysia, Hongkong, Taiwan dan Singapura-menempatkan salib di puncak menara gereja. Tong mengeluhkan penolakan itu karena merasa memasang salib di menara gereja bukanlah tindakan melanggar hukum.

"Di Jakarta terdapat 1,2 juta umat Kristiani, gereja yang hanya menampung 4.000 orang tidak ada artinya. Kami melakukan ini semua secara resmi, lalu mengapa kami tidak boleh memasang salib di gereja kami seperti masjid memasang simbol-simbol keislaman?" tanya Pastor Tong.

Seberapapun kerasnya perlawanan kelompok-kelompok yang mengatasnakaman pembelaan terhadap Islam terhadap serbuan kaum misionaris ini, suka tidak suka faktanya ada kasus-kasus seorang muslim yang akhirnya pindah agama menjadi seorang Kristiani.

Pada Time seorang mantan muslim bernama Syaiful Hamzah mengklaim bahwa makin banyaknya muslim yang keluar dari agama Islam salah satu penyebabnya adalah aksi-aksi terorisme yang terjadi di Indonesia dengan mengatasnamakan agama Islam."Banyak muslim yang sudah pindah agama. Tapi mereka takut mengakuinya secara terbuka karena takut mendapat ancaman dari kalangan muslim lainnya," ujar Hamzah.Hamzah adalah termasuk yang keluar dariagama Islam dan sekarang aktif menyebarkan agama Kristen serta menjadi pembimbing orang-orang muslim yang baru pindah agama ke Kristen. 

Hamzah yang mengenyam pendidikan di madrasah di Jakarta, bahkan ikut membangun masjid di lingkungannya, masuk Kristen saat ia bekerja di kepulauan Maluku. Pada tahun 2000 ia dibaptis di sebuah gereja Pantekosta dan sejak itu resmi menjadi seorang evangelis.Namun Time menulis, jumlah muslim yang beralih agama ke evangelis tidak sebanyak yang dikhawatirkan kelompok-kelompok Islam. Karena banyak dari mereka yang pindah agama ke Kristen sebenarnya memang penganut Kristen sejak lama. Kondisi berawal pada era tahun 1960-an, pada masa komunisme berkembang di Indonesia, pemerintah yang anti-komunis memaksa setiap warga negara Indonesia untuk memilih salah satu agama yang harus tercantum dalam identitas kartu penduduk mereka.

Khawatir akan mengalami penganiayaan dan enggan melepas kesempatan berkariryang disediakan untuk kalangan muslim, mereka yang sebenarnya beragama Kristen memilih agama Islam untuk dituliskan di kartu tanda penduduk mereka. Tapi diam-diam mereka tetap pergi ke gereja. 

Seiring perjalanan waktu, melihat situasi yang makin kondusif dan makin bertambahnya penganut Kristiani di Indonesia, mereka yang dulu mengaku muslim mengganti status agama mereka ke agama asal mereka, yaitu Kristen. Lebih lanjut Time menuslikan bahwa sulit untuk mengabaikan adanya kekuatan kebangkitan Kristen di Indonesia–dan mudah memahami mengapa sebagai kaum muslimin sulit menerima hal itu danmenganggapnya sebagai pelanggaran yang dilakukan umat Kristiani.  Sebagai ilustrasi, Time menceritakan acara kebaktian berupa layanan penyembuhan orang-orang yang sakit. 

Acara semacam ini baru mendapatkan izin setelah pihak penyelenggara memastikan bahwa mereka akan melarang orang muslim dilarang ikut acara itu. Tapi saat acara berlangsung, muncul seorang lelaki tua, muslim, mengenakan peci khas yang sering dikenakan muslim. Orang-orang mengatakan bahwa lelaki itu buta. Setelah jamaah acara itu membacakan doa, lelaki tua itu terlihat sembuh dari kebutaannya.Dan seorang pastor yang memimpin acara tersebut dengan lantang berkata "Seorang Muslim sekarang bisa melihat. Ini adalah keajaiban."

Dengan wajah gembira, pastor itu bersumpah bahwa besok akan lebih banyak lagi orang-orang seperti lelaki muslim tadi. Begitulah cara mereka menarik hati orang lain agar masuk dalam agama mereka. (Era Muslim.com ln/time)

Mega Proyek Kristenisasi James Riyadi di Indonesia


Sungguh sangat luar biasa langkah strategis yang dijalankan oleh James Riyadi yang ingin menjadikan Indonesia sebagai negeri Kristen. Dengan proyek Mega-Kristenisasi James T.Riady tentu bukan sebuah pekerjaan main-main. Perlu didukung dana dan jaringan yang luar biasa. Urusan dana, tak jadi kendala. 



Keluarga Riady adalah pengendali bisnis raksasa yangbergerak di bidang perbankan, TV kabel, telepon selular, online shopping, jasa teknologi informasi, perkantoran, dan sederetan bidang lainnya. Konon total asetnya mencapai$ 12 milyar dollar.Cahaya TV atau apapun namanya bakal tampil menjadi andalan proyek misionaris dengan target ratusan juta warga berbahasa Indonesia dan Melayu. 

Ini akan bersinergi dengan proyek-proyek James TRiady sebelumnya, seperti pembangunan sekolah-sekolah Kristen di daerah miskin dan terpencil. Melalui Harvest International Curriculum (HIC), mereka sedang menyiapkan 200 ribu pastor dan pekerja misionaris yang siap bergerilya memurtadkan jutaan Muslim Indonesia.

Namun dana besar saja tidak cukup. Perlu digerakkan oleh mesin yang taktis dan berjaringan luas. Karena itulah James T Riady menggandeng World Harvest Global (WHG) danAmerican Institute for Maghrib Studies (AIMS) untuk menyukseskan proyeknya. WHG adalah pusat misionaris dunia yang bermarkas di California, AS. Berdiri tahun 1989 sebagai bagian dari program Koalisi Kristen yang dirintis evangelis terkenal, Pat Robertson. Cabangnya sudah bertebaran di banyak negara antara lain Jepang, Malaysia,Indonesia Jerman, dan Belanda.

Di Indonesia, markas WHG ada di Lippo Karawaci. Motor penggeraknya adalah sang boss Lippo Group, James T Riady. Tetapi namanya agak berbeda, yaitu World Harvest Center (WHC). Aktivitas sehari-harinya dikomandani oleh pendeta Dr Jimmy Oentoro. Sedangkan AIMS adalah lembaga studi pemikiran dan kebudayaan Yahudi di AS. Institusi ini merupakan mitra utama Christian Coalition (Koalisi Kristen). 

Hadirnya WHC di Indonesia tak lepas dari eratnya persahabatan spiritual antara James T.Riady dan pendeta Pat Robertson. Konon mereka mulai saling kenal tatkala keduanya terlibat dalam misi khusus tim sukses Presiden AS.

Mula-mula era George Bush Sr,kemudian Bill Clinton, dan akhirnya George W Bush. Selainaktif sebagai tele-evangelis di Christian Broadcasting Network (CBN) dan Christian Coalition, Pat Robertson memang menjadi tim inti kampanye kepresidenan keluarga George Bush.

Keluarga Riady pernah bikin heboh karena terlibat skandal keuangan dalam kampanye Presiden Bill Clinton (1992). Saat itu, Pat Robertson tampil sebagai saksi meringankan keluarga Riady.

Pada program The 700 Club di CBN, dia berkata, James Riady dan ayahnya (Mokhtar Riady, red) adalah teman karib saya. Keduanya telah lahir kembali dalam Kristen. James telah menyatakan keinginannya menjadi pastor dan misionaris. Orang Asia perlu diberi kesempatan berpartisipasi sebagai pegawai Tuhan. Nampaknya, Keterlibatan James dalam misi Kristen diakui sebagai bagian dari pertaubatannya.

James juga menyebut Pat Robertson sebagai orang yang telah menyadarkannya kembali ke jalan terang. Dialah guru spiritual saya, ucap putra mahkota raja bisnis Lippo Group, Mochtar Riady ini.Tampaknya hubungan Pat Robertson dengan keluarga Riady memang sangat dekat. Tahun 2002, dalam menyukseskan Proyek Misi 2002, Pat Robertson datang ke WHC di Lippo Karawaci Tangerang. Persahabatan kedua gembala itu juga merambah dunia bisnis serta berbagai proyek dan agenda misi Kristen global. 

Keduanya melihat Indonesia bisa menjadi salah satu pusat misi Kristen yang prospektif. Maka, berdirilah WHC di kawasan bisnis Lippo beserta sejumlah sarana penunjangnya.Ada lembaga pendidikan, seminari, rumah sakit, rumah produksi (production house), dan lembaga misi berkedok sosial lainnya.

Televisi Misionaris, sejak tahun 1998, James dan Pat secara khusus berkongsi mengembangkan International Family Entertainment (IFE) dengan investasi USD 10 juta. IFE bersama Lippo Group dan Malayan United Industries Bhd kemudian membeli 80% saham Chinese Entertainment Broadcast Ltd yang mengelola jasa layanan TV satelit 24 jam. Stasiun TV misionaris itu punya target menyergap 1,25 milyar audiens berbahasa Mandarin dan Melayu di kawasan Asia Pasifik.

Saat ini, keduanya sedang merancang sebuah televisi misionaris di Indonesia. Namanya belum pasti. Kabarnya, CahayaTV, Gospel Overseas TV, atau HarvestTV. Kru televisi itu kini tengah belajar dan magang di CBN, jaringan televisi misonaris terbesar di AS (mungkin juga dunia) yang didirikan oleh Pat Robertson.

CahayaTV atau apapun namanya bakal tampil menjadi andalan proyek misionaris dengan target ratusan juta warga berbahasa Indonesia dan Melayu. Ini akan bersinergi dengan proyek-proyek James T. Riady sebelumnya, seperti pembangunan sekolah-sekolahKristen di daerah miskin dan terpencil.Melalui Harvest International Curriculum (HIC), mereka sedang menyiapkan 200 ribu pastor dan pekerja misionaris yang siap bergerilya memurtadkan jutaan Muslim Indonesia.Tentang tekad James Riady untuk tampil all-out dalam gerakan kristenisasi, pernah dipaparkannya dalam wawancara dengan majalah Fortune pada 23 Juli 2001. James akan berkonsentrasi mengembangkan sekolahnya yang mewah di kawasan bisnis Lippo, serta proyek besar industri media.Dia juga akan membuka 1.000 sekolah Kristen di desa-desa miskin di seluruh Indonesia. James juga memaparkan bagaimana dia bersama Pat Robertson terobsesi untuk membuka jaringan Kristen di Indonesia dengan WHC sebagaimarkas utamanya.Sukses dibidang ekonomi, dan gerakan kristenisasi di Indonesia, melalui berbagai sarana yang dibangun itu, sekarang James Riyadi memasuki tahapan ketiga, dan masuk ke dunia politik. Dengan lobbi di Washington, sekarang James Riyadi bersama sejumlah konglomerat Cina, ingin mengokohkan genggaman politik dengan menggunakan bonekanya 

Mungkinkah Islam hanya tinggal nama di Indonesia? Dengan begitu luar biasa gerakan kristenisasi James Riyadi yang didukung kekuatan dana dan sarana, serta gereja internasional, termasuk sejumlah lobbi di Washington.  (Hidayatullah/afgh/voa-islam.com)


Mengkristenkan Indonesia Dengan Rumah Sakit

Namun, karena Rumah Sakit Siloam adalah milik James Riady yang dikenal luas sebagaimisionaris kristen avangelis fundamental, rakyat menjadi marah. James Riyadi dengan menggunakan kedok ‘Rumah Sakit’ Siloam melakukan gerakan kristenisasi terhadap Muslim Indonesia.

James Riyadi dengan menggunakan ‘kedok’ Rumah Sakit Siloam, dan dikenal dengan PT Siloam International Hospitals Tbk menyiapkan dana sekitar US$ 100 juta setiap tahun untuk pembangunan Rumah Sakit baru di Indonesia, tujuannya ingin memperluas pengaruh Kristen di Indonesia.



Sekilas dengan langkah pembangunan Rumah Sakit Siloam tentu saja kita akan mengapresiasi, jika tidak ada muatan politisnya. Jika semata-mata untuk tujuan bisnis dan sosial. Tetapi, James Riyadi dengan membangun rumah sakit itu,memiliki tujuan yang lebih besar, mengubah Indonesia menjadi negeri Kristen.Tentu, jika tidak motif kepentingan agama, dijamin tidak ada rakyat yang keberatanjika James Riady membangun 6-8 Rumah Sakit di Indonesia pada setiap tahunnya. Sungguhmulia. Namun menjadi pertanyaan besar dan menimbulkan kecurigaan, jika pembangunan Rumah Sakit Siloam itu patut diduga ada misi kristenisasi.Tahun ini, James Riady membangun Rumah Sakit Siloam di Padang, Sumbar dan Gorontalo. Dua provinsi yang dikenal sebagai basis Islam di Indonesia.Di Padang, rencana pembangunan RS Siloam ditolak keras oleh rakyat Minang. Di Gorontalo, belum diketahui bagaimana sikap rakyat Gorontalo. Jika Rumah Sakit Siloam bukan milik JamesRiady, tentu tidak akan menimbulkan reaksi keras dan kecurigaan besar dari Muslim setempat.


Namun, karena Rumah Sakit Siloam adalah milik James Riady yang dikenal luas sebagai misionaris kristen avangelis fundamental, rakyat menjadi marah. James Riyadi dengan menggunakan kedok ‘Rumah Sakit’ Siloam melakukan gerakan kristenisasi terhadap Muslim Indonesia. Sejak memeluk agama kristen evangelis di bawah bimbingan tokoh utama levangelis Pat Robertson yang sangat anti Islam, James layak diwaspadai. 

Perhatikan saja di semua lokasi property Lippo Grup di Indonesia, dapat dipastikan menjadi pusat kristenisasi evangelis Indonesia.Kita belum menemukan, sarana ibadah agama lain, selain gereja evangelis di semua kompleks Lippo Land di Indonesia. Namun kita akan sangat mudah menemukan gereja evangelis besar, bahkan sangat besar di setiap kompleks Lippo Property. Ada apakah?

Sejak memeluk agama kristen evangelis tahun 1990, James Riady sudah bertekad akan melakukan kristenisasi evangelis di Indonesia. Dia pernah berucap, “… adalah merupakan tantangan terbesar bagi saya untuk meraih kesuksesan besar dengan melakukan kristenisasi di Indonesia”, ujar James.

Muslim Indonesia tidak akan menaruh kecurigaan besar terhadap James Riady, jika dia bukanlah ‘successor’ Pat Robertson yang sangat anti Islam. Ratusan statement Pat Robetson yang menghina, menghujat, caci maki, memfitnah Islam dan Muslim sudah menjadi fakta dunia. Sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia, inilah tekad James Riady menjalankan misionaris dan kristenisasinya. Pat Robertson tokoh evangelis AS pernah mengatakan Islam itu lebih keji dan biadab dibandingkan NAZI. 

Pat Robertson mengatakan wanita muslim adalah manusia yang paling dungu sedunia. Korban kebiadaban ajaran Islam yang sesat. Pat Robertson mengatakan bahwa Islam itu bukan agama. Hanya organisasi dan ajaran dungu yang dipercaya orang bodoh sebagai sebuah agama.(voa-islam.com)

Kristenisasi di Indonesia Adalah Pelanggaran Hukum

Umat Kristen sangat berambisi untuk ‘menyebarkan Injil’ kepada umat Islam. Umat Islam menurut mereka adalah ‘domba-domba yang hilang dan tersesat’, maka ia harus dicari dan dikembalikan kepada ‘kandangnya’: Kristen. Sehingga, untuk menangkap para ‘domba tersesat’ itu, mereka menggunakan dan menghalalkan segala cara.

International Cirisis Gorup (ICG) mempublikasikan laporan bahwa pemicu terjadinya berbagai bentrokan antara umat Islam dengan Kristen di Indonesia adalah adanya aktivitas Kristenisasi yang sangat agresif.Dan sejalan dengan penyiaran Kristen dan pemurtadan yang mereka lakukan di kantong-kantong umat Islam, peningkatan jumlah gereja berkali-kali lipat. Litbang Depag mencatat bahwa pertumbuhan Gereja sejak tahun 1990 hingga tahun 2008, meningkat sekitar 300%

Beredarnya Video aksi Kristenisasi Terselubung di Kegiatan kristenisasi terselubung saat Car Free Day (CFD) yang menghebohkan dunia maya, banyak menuai kecaman, termasuk para Tokoh-tokoh lintas beragama. Ini adalah pelanggaran terhadap Hak & Kebebasan dalam Beragama setiap warga negara.


Selain itu, kristenisasi dengan pencintraan pemberian bantuan sosial dan kemanusiaan marak muncul di program TV harian program pemberitaan. 
Sedangkan Kesaksian-kesaksian penyembuhan penyakit & penyelesaian permasalahan hidup melalui kuasa roh kudus dan pertobatan juga sering ditayangkan pada tengah malam oleh Stasiun TV Swasta Indonesia seperti RCTI,SCTV & MNCTv (obat malam).

Maraknya aksi Kristenisasi ini mendapat perhatian dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin.
Melalui website pribadinya, Lukman mengingatkan bahwa tindakan kristenisasi tersebut jelas telah melanggar 

Keputusan Menteri Agama Nomor 70 Tahun 1978 tentang Pedoman Penyiaran Agama.

Dalam KMA tersebut dinyatakan bahwa:

Pertama; Untuk menjaga stabilitas nasional dan demi tegaknya kerukunan antar umat beragama, pengembangan dan penyiaran agama supaya dilaksanakan dengan semangat kerukunan, tenggang rasa, teposeliro, saling menghargai, hormat menghormati antar umat beragama sesuai jiwa Pancaslla.

Kedua; Penyiaran agama tidakdibenarkan untuk:
  • Ditujukan terhadap orang dan atau orang-orang yang telah memeluk sesuatu agama lain;
  • Dilakukan dengan menggunakan bujukan/pemberian material, uang, pakaian, makanan/minuman, obat-obatan, dan lain-lain agar supaya orang tertarik untuk memeluk sesuatu agama;
  • Dilakukan dengan cara-carapenyebaran pamflet, buletin, majalah, buku-buku, dan sebagainya di daerah-daerah/ di rumah-rumah kediaman umat/orang yang beragama lain; Dilakukan dengan cara-caramasuk ke luar dari rumah ke rumah orang yang telah memeluk agama lain dengan dalih apapun,


Ketiga; Bilamana ternyata pelaksanaan pengembangan dan penyiaran agama sebagaimana yang dimaksud Diktum Kedua, menimbulkan terganggunya kerukunan hidupantar umat beragama, akan diambil tindakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Jika menemukan aksi-aksi kristenisasi, pertama tanyakan maksud & tujuan mereka (pasa penginjil), jika memang terbukti maka jangan langsung main hakim sendiri, Segera bawa mereka beserta barang & bukti ke kantor polisi dengan harapan mereka tidak lagi melakukan hal yang sama ditempat yang lain agar saudara kita terlindung dari upaya pemurtadan dalam bentuk apapun.

Semoga Allah melindungi kita semua dari orang-orang yang mendustakan ajaran dan ayat-ayat Allah Subhanahu Wata’ala. (Islam Media.com)


Peringatan Kepada Penginjil, Inilah Para Pelaku Kristenisasi Yang Berakhir di Penjara 



Rabu, 30 Mei 2012, warga Desa Neuheun, menangkap dua orang yang diduga berupaya melakukan kristenisasi terhadap tiga warga desa setempat. Bersama mereka turut disita beberapa barang bukti seperti kitab injil dan lukas.Kedua warga yang ditangkap itu merupakan warga dari luar Provinsi Aceh, namun justru meliki kartu identitas Aceh. Mereka adalah Roy, 24 tahun, laki-laki asalMakassar, dan Ribur, 32 tahun, wanita asal Medan.Setelah ditangkap warga, mereka sempat dibawa ke Kantor Desa Neuheun untuk diamankan dari amuk marah warga. Kini, kedua warga yang diduga berupaya melakukan kristenisasi itu telah dibawa untuk diproses ke Polresta Banda Aceh dari Polsek Krueng Raya, Rabu 31 Mei 2012.

Walau berasal dari luar Aceh, keduanya mempunyai KTP Aceh. Roy mempunyai KTP dengan alamat Bandar Baru, Kuta Alam, dan Ribur mempunyai KTP Tanjong, Ingin Jaya. Sebelum dibawa ke Polresta Banda Aceh, Roy dan Ribur dibawa ke Polsek Krueng Raya setelah sebelumnya sempat dibawa ke Kantor Desa Neuheun.

Dua bulan tinggal di Neuheun, Ribur ternyata telah mengajak beberapa warga desa itu masuk Kristen. Salah satunya adalah Mariana, 35 tahun, warga Desa Neuheun, Aceh Besar. Mariana mengaku pernahbujuk Ribur untuk meninggalkan Islam. Namun, Mariana tetap keukeuh memegang teguh agamanya.

"Suatu hari, dia (Ribur) datang ke rumah tetangga saya. Kemudian datang ke rumah saya. Sebagai tamu, saya tidak bisa menolaknya. Karena kita harus menghormati tamu," cerita Mariana.Di rumah Mariana, awalnya Ribur tak membicarakan masalah agama. Namun, secara perlahan-lahan, pembicaraan diarahkan ke masalah kehidupan beragama. Hingga akhirnya ia mengajak Mariana memeluk Kristen dengan cara"mandi suci"."Saya hanya mendengarkan saja apa yangdibilang, tidak terpengaruh," kata Mariana.

Pengakuan Ribur, Terduga Pelaku Kristenisasi di Neuheun Ribur, 32 tahun, asal Medan ini, adalah salah satu dari dua warga dari yang ditangkap warga Desa Neuheun, Aceh Besar karena diduga berupaya melakukan kristenisasi terhadap tiga warga desa itu. Ribur sempat jadi bulan-bulanan massa sebelum diamankan ke Kantor Desa Neuheun. Dari situ, bersama Roy, ia dibawa ke kantor Polsek Krueng Raya, Aceh Besar. 

Kini, keduanya telah dijemput untuk dibawa ke Polresta Banda Aceh untuk pemeriksaan lebih lanjut. Saat berada di sel tahanan Polsek Krueng Raya, Ribur, kepada wartawan mengatakan ia sudah berada dua bulan terakhir di Neuheun. Namun, di bumi Serambi Mekkah, Ribur mengaku sudah tinggal sejak dua tahun lalu. 

"Untuk Program pemberdayaan Masyarakat dari sebuah LSM di Aceh Besar," katanya.

Soal upaya untuk mengajak warga Neuheun masuk agama Kristen, Ribur mengakui benar adanya. Bahkan, ia mengaku telah mengajak banyak orang memeluk agamanya, meski menurut penuturannya baru satu orang yang berhasil dipengaruhi. [*/atjehpost.com]