Laman

Rabu, 16 September 2015

Roh Kudus dalam Konsep Trinitas (Tritunggal)


Roh Kudus dalam keyakinan Kristen adalah oknum Tuhan yang ketiga dari Trinitas. Sedangkan dalam Islam, "Roh Kudus" yang dimaksukan oleh Kristen itu adalah Malaikat Jibril, malaikat yang diutus Allah SWT untuk menyampaikan wahyu & kalam Allah SWT kepada Para Nabi,Rasul dan orang-orang yang telah Allah pilih.

Allah bukanlah manusia; Ia tidak akan berbohong. Allah bukan manusia; keputusan-Nya tidak akan berubah. Jika Ia mengatakan Ia akan melakukan sesuatu, maka Ia akan melakukannya. JikaIa berjanji, maka Ia akan melakukan yang dijanjikan-Nya.(bilangan 23:19)

Dalam Bible Perjanjian lama, nama Roh Kudus baru mulai muncul dalam kitab Mazmur sampai dengan kitab Daniel. Dari kitab Kejadian sampai dengan kitab Nabi Ayub a.s dan dari kitab Hosea sampai dengan kitab Maleakhi, nama Roh Kudus tidak pernah muncul. Roh yang di sebut dari kitab Kejadian sampai dengan kitab Ayub dan dari kitab Hosea sampai dengan kitab Maleakhi adalah Roh Allah atau Roh Tuhan. 

Nama Roh Kudus kemudian lebih sering muncul dalam Bible Perjanjian Baru. Mengenai Roh Kudu mereka memiliki berbagai macam pendapat. Di antara mereka ada yang mengatakan bahwa Roh Kudus itu adalah semata-mata semacam zat yang dapat memenuhi orang. Ada pula orang yang mengatakan bahwa Roh Kudus itu adalah kekuatan misterius yang bekerja dalam hati manusia yang membawa kepada pertobatan dan keselamatan. Sebagian lagi percaya bahwa Roh Kudus itu semata-mata hanya pengaruh atau tenaga aktif Ilahi. Walaupun beberapa aliran Kristen berbeda pendapat mengenai apa itu Roh Kudus, mereka sepakat bahwa Roh Kudus adalah Tuhan.

Bible, baik itu Perjanjian Lama atau pun Perjanjian Baru, di percaya oleh kKristen sebagai tulisan yang di ilhami oleh Roh Kudus. Tidak satu pun ayat dalam Bible yang menyebut dengan tegas bahwa Roh Kudus adalah Tuhan, walaupun Roh Kudus sendirilah yang mengilhami para penulis Bible. 

Jika Roh Kudus adalah Tuhan, dia akan mengilhamkannya kepada penulis Bible apa yang harus mereka tulis. Roh Kudus yang mengilhamkan banyak hal tidak penting dalam Bible, Ajaran agama lain tidak yakin kalau Roh Kudus sampai lupa mengilhamkan hal yang sangat-sangat penting, yaitu tentang ketuhanan dirinya sendiri. 


Kondisi tersebut sangat berbeda ketika Allah berfirman kepada para Nabi-Nya. Dia tak jarang menyebut dirinya sebagai Tuhan


Kejadian 15:7 Lagi firman TUHAN kepadanya: "Akulah TUHAN, yang membawa engkau keluar dari Ur-Kasdim untuk memberikan negeri ini kepadamu menjadi milikmu.

Kejadian 28:13 "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.

Keluaran 6:2 (6-1) Selanjutnya berfirmanlah Allah kepada Musa: "Akulah TUHAN.

Keluaran 6:6 (6-5) Sebab itu katakanlah kepada orang Israel: Akulah TUHAN, Aku akan membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir, melepaskan kamu dari perbudakan mereka dan menebus kamu dengan tangan yang teracung dan dengan hukuman-hukuman yang berat.

Keluaran 6:7 (6-6) Aku akan mengangkat kamu menjadi umat-Ku dan Aku akan menjadi Allahmu, supaya kamu mengetahui, bahwa Akulah, TUHAN, Allahmu, yang membebaskan kamu dari kerja paksa orang Mesir.


Selama ribuan tahun Tuhan dalam Bible berhubungan dengan manusia, baik secara langsung atau pun tidak langsung, dari masa Perjanjian Lama sampai dengan Perjanjian Baru. Melalui para Nabi, Tuhan dalam Bible menyampaikan firman-Nya, mengajarkan hukum-hukum kepada manusia. Dalam Taurat,Bible & Al Quran,Para Nabi yang Allah utus, mulai dari Nabi Adam a.s sampai Nabi Musa a.s, Nabi Isa a.s & Nabi Muhammad SAW memerintahkan mereka untuk mengajarkan Tritunggal (trinitas) dan Konsep Penebusan Dosa.


Tuhan itu Esa (monotheisme), bukan Trinitas

1. Tauhid Nabi Musa (Ulangan 4:35, Ulangan 6:4, Ulangan 32:39).

2. Tauhid Nabi Daud (II Samuel 7:22, Mazmur 86:8).

3. Tauhid Nabi Sulaiman (I Raja-raja 8:23).

4. Tauhid Nabi Yesaya (Yesaya 43: 10-11, Yesaya 44:6,Yesaya 45:5-6, Yesaya 46:9).

5. Tauhid Yesus (Markus 12:29, Yohanes 5:30, Yohanes 17:3).



Tidak ada dosa waris dan Penebusan dosa

Risalah Allah yang dibawa oleh semua nabi-Nya itu pada hakekatnya sama saja, yaitu Tauhid dan amal shalih. Semua nabi menekankan adanya tanggung jawab individu atas segala perbuatan setiap manusia (Yehezkiel 18:20, Ulangan 24:16, Matius 16:27, Yeremia 31:29-30, II Tawarikh 25:4).

Tuhan mengajarkan bahwa diri-Nya adalah esa. Jika memang benar Allah adalah Tritunggal, maka tidak ada alasan bagi Tuhan untuk tidak menyampaikannya kepada para Nabi-Nya. 

Jika Allah adalah Tritunggal, Dia akan menyampaikannya berulang-ulang dan terus-menerus kepada setiap Nabi dalam setiap masa, sebagaimana Allah telah menyampaikan berulang-ulang dan terus-menerus kepada setiap Nabi dalam setiap masa, bahwa diri-Nya adalah Tuhan yang esa. 

Itulah sebabnya mengapa manusia dalam rentang ribuan tahun, dari masa Perjanjian Lama sampai dengan Perjanjian Baru, tidak pernah menyembah Roh Tuhan, Roh Allah atau Roh Kudus sebagai oknum Tuhan yang ketiga dari Tritunggal. 

Bagaimana mungkin menjadikan Roh Kudus sebagai Tuhan, sementara Roh Kudus sendiri tidak pernah mengatakannya. Para Nabi yang bertugas sebagai penyampai firman Allah juga tidak pernah mengajarkannya. 

Surat-surat Paulus
Rasul Paulus dilakukan gereja-tanam pelayanannya antara sekitar 40 sampai saat kematiannya, AD 68. Itu juga selama ini bahwa dia menulis semua surat-suratnya. Sementara beberapa sarjana Perjanjian Baru mempertanyakan keaslian kepenulisan Paulus dari sejumlah surat-surat ini, hampir semua, bahkan yang paling liberal, akan menerima Roma, 1 dan 2 Korintus, Galatia dan sebagai benar-benar Pauline.

Dengan pandangan mereka tentang Kristus, mereka tidak dapat membuat penyebab monumental cukup untuk menjelaskan, efek didokumentasikan sejarah bahwa

"Sebab ada tiga yang memberi kesaksian di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu." (Injil - 1 Yohanes 5: 7).




Dr. C.I. Scofield, D.D. dengan didukung oleh delapan orang D. D. (Doktor Ilmu Teologi) lainnya memberikan opini dalam bentuk catatan kaki tentang ayat ini:

"Secara umum disetujui bahwa ayat ini telah disisipi dan bukanlah naskah yang sah."

Para fundamentalis Kristen masih mempertahankan tulisan ini, padahal semua terjemahan modern termasuk versistandar yang telah direvisi (Revised Standard Version = RSV) telah menghilangkan kecurangan ini.


Jadi dengan dalih apa menjadikan Roh Kudus sebagai Tuhan?

Tidak dapat di sangkal bahwa ketika Yesus hidup atau di anggap hidup, dan selama berabad-abad sebelum itu, Kepercayaan-kepercayaan tersebut sangat melekat dalam hidup masyarakat, bahkan ketika mereka telah menerima kenabian Yesus. 

Dari masyarakat Kristen-pagan inilah kemudian muncul seorang penyesat yang mengaku sebagai murid Yesus. Dari masyarakat ini pula muncul pengarang-pengarang Injil. Maka jangan heran jika anda menemukan banyak sekali kemiripan antara ajaran-ajaran Kristen sekarang ini dengan kepercayaan-kepercayaan pagan. Pada zaman Roma kuno. Sebelumnya, meski gereja sudah, 300 tahun berdiri, tak pernah ada perayaan, bahkan untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus. 

Orang-orang pada masa itu, seperti dikisahkan mediachristianity.com, menganggap peringatan kematian 'orang suci' lebih penting daripada hari lahir mereka. Kala itu, pada akhir tahun 300-an Masehi, Kristiani menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi.


Dilansir dari berbagai sumber, ketika itu Kaisar Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katolik. Namun, mereka tak lantas meninggalkan budaya pesta rakyat yang digelar tiap tanggal 25 Desember, untuk memperingati hari kelahiran Dewa Matahari.Agar agama Katolik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi, dilakukanlah sinkretisme (penggabungan unsur agama dan budaya), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Dewa Matahari dengan atau Yesus Kristus.



Juga diputuskan, bahwa hari Minggu dijadikan pengganti hari Sabat yang jatuh pada Sabtu

Anda juga akan menemukan kesamaan antara kisah Yesus dalam Injil dengan kisah dewa-dewa pagan. Simbol-simbol gereja Kristen juga mirip dengan simbol-simbol pagan. Bahkan pengarang Injil menggambarkan sosok Roh Kudus sebagai burung merpati. 

Baca Juga:
25 Desember,Tahun 336 Masehi, Untuk Kali Pertamanya Natal Dirayakan - Liputan6.com
Sejarah Perayaan Good Friday (Jumat Agung) ,Paskah dan Easter

Bibel Perjanjian Lama tidak pernah sekalipun menggambarkan sosok Roh Allah, Roh Tuhan atau Roh Kudus dengan seekor burung merpati. Penggambaran Roh Allah, Roh Tuhan atau Roh Kudus dengan seekor burung merpati hanya dilakukan oleh pengarang Bible Perjanjian Baru. 


Pengarang Bible Perjanjian Baru telah terpengaruh oleh kepercayaan pagan Yunani atau Romawi. Perumus doktrin Tritunggal telah rusak kemurnian imannya akibat pengaruh kepercayaan pagan. Mengenai dalih ketuhanan Roh Allah, Roh Tuhan atau Roh Kudus dapat di cari kemudian dengan cara menafsirkan ayat-ayat Bible dengan berbagai asumsi.

Sumber: