Laman

Selasa, 06 November 2018

Kenapa Non Muslim Dilarang Masuk Mekkah ?


Mekah adalah salah satu kota di Arab Saudi yang menyimpan sejarah panjang peradaban Islam dari masa ke masa. Sekarang, kota ini pun menjadi tujuan utama para jamaah haji dan umroh dari seluruh dunia.

Nyaris berbagai sudut Mekah menyimpan kisah dan sejarah yang menarik untuk dikulik. Salah satunya adalah keberadaan tanda-tanda tapal batas Kota Mekah, Masjidil Haram dan Kabah.

Seperti diketahui, sebagai sebuah Tanah Suci, Mekah begitu diproteksi. Mereka yang non-muslim dilarang untuk memasuki kota ini. Karena itu, dibangunlah tugu-tugu sebagai penanda sekaligus pembatas kota ini dengan wilayah-wilayah lain di luarnya.

Lantas di mana saja tapal batas itu dibangun? '

Batasan Haram' pertama dibangun di wilayah perbatasan antara Mekah dengan wilayah Yaman, Irak dan Thaif, kurang lebih 10,5 km. 


Kemudian batasan dari arah Madinah 4,5 km, ke arah Ji'ranah 13,5 km, dan ke arah Jeddah 15 km.


Tugu-tugu perbatasan tersebut dibuat dari semen yang dicor dan batu pualam yang istimewa. Sementara sebagian perbatasan yang lain masih berupa bangunan tua yang terdiri dari batu-batu yang dicat dengan kapur. Bahkan sebagian lagi masih dibangun dari tumpukan batu yang diletakkan begitu saja.

Dan tahukah kamu? Masjidil Haram yang dikenal sebagai pusat kegiatan ibadah umroh dahulu hanya dibatasi dari Hazurah sampai tempat Sai, yaitu lembah antara Shafa dan Marwah. 


Riwayat ini menurut Abu Hurairah yang menceritakan batas Masjidil Haram pada masa itu.

Sementara menurut pendapat Atha bin Rabbah, batasan Masjidil Haram adalah seluruh tanah haram. Tidak terbatas baik itu dibuat bangunan masjid atau tidak. Mengikuti pendapat Atha ini, maka pelebaran-pelebaran yang terjadi di Masjidil Haram sama sekali bukan masalah. Sebab seluruh Tanah Haram memanglah Masjidil Haram.


Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa Malaikat Jibril pernah memaklumatkan kepada Nabi Ibrahim tentang batas-batas Tanah Suci serta menyuruh Beliau untuk memberi tanda dengan cara menancapkan batu.


Nabi Ibrahim pun melaksanakan perintah tersebut. Sehingga pantaslah disebutkan jika Nabi Ibrahim adalah orang pertama yang memberikan batas kawasan kota suci Mekah, yang secara tegas memisahkan antara dimana Tanah Halal dan Tanah Suci (Tanah Haram).



Baca juga: Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail Membangun Kabah Bait Allah

Dalam Sabda NYA, Allah telah mensucikan seluruh kawasan di seputar Makkah, sebagaimana ALLAH telah menyucikan kota Makkah itu sendiri. ALLAH telah mensucikan tanah yang disucikan sejak awal mula diciptakannya bumi hingga hari kiamat nanti.

Dalam sebuah kisah disebutkan bahwa Malaikat Jibril memaklumatkan kepada Nabi Ibrahim tentang batas – batas kota Makkah, batas Tanah Suci serta menyuruh Nabi Ibrahim untuk memberi tanda dengan cara menancapkan batu. Nabi Ibrahim pun melaksanakan perintah tersebut, sehingga pantaslah disebutkan jika Nabi Ibrahim sebagai orang pertama yang memberikan batas kawasan kota suci Makkah, yang secara tegas memisahkan antara dimana Tanah  Halal dan Tanah Suci (Tanah Haram).
Setelah peristiwa Pembebasan kota Makkah (Fath Mukkah), Rasulullah pun menyuruh Tamim lbn Asad al-Khaza’i guna merestorasi dan memperbarui tanda-tanda tapal batas tersebut. 

Sabda Rasulullah ini tetap diteruskan oleh para khalifah kaum muslimin setelahnya, hingga tanda tapal batas Tanah Suci tersebut menurut Dr Muhammad Ilyas Abdul Ghani dalam bukunya Sejarah Mekkah mencapai jumlah 943 buah yang tertancap di atas gunung, bukit, lembah, maupun tempat-tempat tinggi agar mudah terlihat. Namun, saat ini kebanyakan dari tanda tersebut telah terpendam, sehingga hampir musnah tak tersisa kecuali yang masih sempat diperbaiki oleh para generasi penerus nya.

Panjang kawasan Tanah Suci Makkah ialah 127 km dan luasnya kurang lebih 550 km persegi. Dalam kawasan tersebut, Allah telah menjadikannya sebagai tempat kembali (matsdbah), tempat bertemunya seluruh manusia, dan sebagai tempat yang aman (amna).


Kota Mekkah memiliki keutamaan
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam ketika penaklukan kota Mekkah,
إِنَّ هَذَا الْبَلَدَ حَرَّمَهُ اللَّهُ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضَ فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
“Sesungguhnya kota ini, Allah telah memuliakannya pada hari penciptaan langit dan bumi. Ia adalah kota suci dengan dasar kemuliaan yang Allah tetapkan sampai hari Kiamat “. (HR Al-Bukhari, no. 3189; Muslim, 9/128, no. 3289)

Allah Ta’ala juga berfirman,
إِنَّمَا أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ رَبَّ هَٰذِهِ الْبَلْدَةِ الَّذِي حَرَّمَهَا وَلَهُ كُلُّ شَيْءٍ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ الْمُسْلِمِينَ
“Aku hanya diperintahkan untuk menyembah Tuhan negeri ini (Mekkah) Yang telah menjadikannya suci dan kepunyaan-Nya-lah segala sesuatu, dan aku diperintahkan supaya aku termasuk orang-orang yang berserah diri” (An-Naml: 91)

Allah juga telah menjadikan Mekkah negeri yang aman dan tetap dalam perlindungan Allah. Ini merupakan doa Nabi Ibrahim ‘alaihissalam,
وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَٰذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَن نَّعْبُدَ الْأَصْنَامَ
“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata : “Ya Rabb-ku, jadikanlah negeri ini (Mekkah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala”. (Ibrahim: 35)

Allah melarang non Muslim memasuki kota Mekkah
Allah Ta’ala berfirman dalam surat:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا
“Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil haram sesudah tahun ini (yaitu tahun penaklukan kota Mekkah)” (At-Taubah :28)

At-Thabari rahimahullah menafsirkan,
فلا تدعوهم أن يقربوا المسجد الحرام بدخولهم الحرم . وإنما عنى بذلك منعهم من دخول الحرم ، لأنهم إذا دخلوا الحرم فقد قربوا المسجد الحرام .
“Janganlah kalian biarkan mereka (orang kafir) mendekati masjidil haram dengan masuk ke kota Mekkah. Maka perhatikanlah larangan kepada mereka memasuki kota Mekkah karena jika mereka masuk, mereka akan mendekati Masjidil Haram.” (Tafsir At-Thabari 19/141, Muassasah Ar-Risalah, Syamilah)




Referensi:

Dream.co.id - Sejarah Menarik di Balik Berdirinya Tapal Batas Tanah Suci

Syakirawisata.com - Tapal Batas Kota Makkah, Masjdil Haram, dan Ka’bah