Laman

Sabtu, 24 November 2018

Aksi Felix Baumgartner Melompat Dari Ketinggian 39 Kilometer (135,908 kaki) dengan Kecepatan 1.342,8 Kilometer per jam

Minggu, 14 Oktober 2012, Felix Baumgartner, memecahkan rekor terjun bebas dari ketinggian 39 kilometer (24 mil/135,908 kaki) yang berada di lapisan Stratosfer, dengan durasi 9,3 menit dengan kecepatan mencapai 1.342,8 kilometer per jam, jauh melampaui kecepatan suara yaitu 1.110 kilometer per jam.



Felix Baumgartner dimasukkan ke dalam kapsul berisi balon helium yang diterbangkan dari Roswell, Negara Bagian New Mexico, Amerika Serikat. Felix Baumgartner mengenakan busana antariksa dilengkapi parasut dan cadangan oksigen. 



Felix Baumgartner  terjun bebas selama 3 menit 48 detik sebelum membuka parasutnya (durasi keseluruhan 9,3 menit). Ia mendarat di sebelah selatan New Mexico dengan selamat.



Persiapan untuk aksi ini tidak sebentar. Selama lima tahun terakhir, pria yang berprofesi sebagai pilot helikopter ini harus berjibaku dengan berbagai latihan dan persiapan teknis, seperti logistik, fisik dan mental. Berbagai perangkat canggih menyertai setiap aksi Baumgartner di angkasa.



Kapsul dan pakaian yang dikenakannya bertekanan tinggi dan mampu mengatasi rasa dingin hingga minus puluhan derajat celcius di bawah titik beku. Pakaian dan helm yang dikenakannya juga mampu melindungi tubuh Baumgartner dari oksigen yang tipis. Di ketinggian ini, darahnya bisa menguap jika tidak terlindungi pakaian seberat 45 kilogram.



Bukan sekali ini saja pria kelahiran 20 April 1969 ini melakukan aksi menantang bahaya. Sebelumnya pada 1999, mantan tentara Austria ini memecahkan rekor dunia dengan melompat dari gedung Petronas di Kuala Lumpur, Malaysia. Pada 31 Juli 2003, Baumgartner pecahkan rekor lagi dengan terbang sepanjang Terusan Inggris menggunakan sayap serat karbon khusus.



Berbagai aksi terjun bebas pernah dilakukannya sebelumnya, salah satunya adalah dari jembatan Millau Viaduct di Prancis pada 2004, gedung Turning Torso di Swedia pada 2006, dan menjadi orang pertama yang melompat dari lantai 101, sekitar 390 meter, di gedung Taipei 101 di Taiwan pada 2007.



Tak hanya itu, Federation Aeronautic International, memberikan penghargaan kepada Felix Baumgartner telah memecahkan tiga rekor, yaitu terjun bebas tertinggi di dunia (39.045 meter), terjun bebas tertinggi tanpa parasut (36.529 meter) dan kecepatan tertinggi selama terjun bebas (1.342 KM/jam).



Walau Felix Baumgartner dan timnya yang disponsori Red Bull mengatakan telah mempertimbangkan dan mengantisipasi risikonya. Setidaknya ada lima bahaya yang mungkin dapat terjadi pada Baumgartner saat ia melakukan lompatan pemecah rekornya itu.





1. Putaran Datar

Masalahnya: Dalam tekanan udara rendah, skydiver di ketinggian berisiko mengalami sesuatu yang disebut "flat spin." Dalam posisi ini, tubuh akan berputar-putar secara horizontal, bayangkan saja piringan hitam berputar. Putaran datar yang tak terkontrol bisa membuat Baumgartner tak sadar, darahnya naik dengan cepat, termasuk ke kepala. 



Di sana, darah bisa menggenang di matanya, menyebabkan kebutaan sementara. Yang lebih parah lagi, kekuatan putaran dan cepatnya darah naik ke kapala bisa menyebabkan pendarahan otak yang parah dan penggumpalan, yang bisa menjadi fatal. Pencegahan: Jika putaran Baumgartner tak terkendali, maka parasut khusus dengan bentuk memanjang akan digunakan untuk menstabilkan kecepatan turun tubuhnya.

2. Darah Mendidih

Masalahnya: Di tepian luar angkasa, tempat Baumgartner melompat, tekanan udaranya kurang dari 1 persen jika dibandingkan dengan di permukaan Bumi. Di atas 19,2 km, tekanan udara yang berkurang bisa menyebabkan gelembung udara terbentuk di darah, kondisi yang sering disebut dengan 'darah mendidih'. 



Gelembung ini bisa menghentikan darah mengalir ke arteri utama sehingga berpotensi fatal, kemudian dekompresi tiba-tiba dapat mengembangkan kemudian menghancurkan paru-paru. Perubahan tekanan yang tiba-tiba juga dapat menyebabkan tubuh membengkak dalam beberapa detik, seperti yang terjadi pada 1960 saat Kapten Joseph W. Kittinger Jr. melompat dari ketinggian 31,1 km. Saat sarung tangan Kittinger gagal menyesuaikan tekanan, tangannya membengkak sampai dua kali ukuran normal saat turun.

Pencegahannya: Pakaian khusus yang dipakai Baumgartner dan helmnya sengaja dirancang untuk melindungi seorang skydiver saat turun. Timnya memiliki protokol darurat medis untuk mengantisipasi jika Baumgartner tiba di Bumi dengan mengalami krisis.

3. Membeku

Masalahnya: Atmosfer tempat Baumgartner melompat adalah tempat yang sangat dingin. Tim Red Bull Stratos memperkirakan Baumgartner bahwa Baumgartner akan melangkah keluar dari kapsulnya dari suhu -23 derajat Celsius. Saat turun, Baumgartner akan merasakan suhu -56 derajat Celsius atau malah lebih rendah lagi. 



Dengan udara sedingin itu, tubuh Baumgartner tak lagi bisa mempertahankan suhu rata-rata 37 derajat Celsius. Saat suhu tubuh turun dari 28 derajat Celsius, orang bisa pingsan. Bahkan bisa saja berdampak pada kematian saat tubuh suhunya lebih rendah dari 21 derajat Celsius. Pencegahannya: Pakaian Baumgartner harus bisa melindungi dia dari suhu -68 derajat Celsius.

4. Kejutan gelombang

Masalahnya: Seiring dengan tubuh Baumgartner mendekati kecepatan suara, ia akan berhadapan dengan kekuatan alam yang serius. Interaksi kejut akan terjadi saat gelombang sonic di udara bertubrukan, dalam hal ini pada stratosfer yang dilalui Baumgartner. Kekuatan seperti itu dapat menghambat Baumgartner dan kemungkinan membahayakan dia dan pakaian khusus yang ia kenakan. "(Baumgartner) akan bertubrukan dengan gas dengan cepatnya sampai-sampai tak bisa mengalir keluar karena tak 'mendeteksi' kedatangannya," kata ahli fisika Louis Bloomfield dari University of Virginia pada Life's Little Mysteries, salah satu situs LiveScience.



 Pencegahannya: Menurut tim Red Bull Stratos, udara yang sedikit adalah keuntungan buat Baumgartner. Gelombang kejut tak akan sekuat saat udaranya padat.

5. Jatuh Menubruk Bumi

Masalahnya: Jatuh ke Bumi tanpa melambat dari ketinggian 30an km adalah ide buruk.



Pencegahannya: Jika Baumgartner tak sadar saat aksi skydive-nya, parasut daruratnya akan terbuka secara otomatis. Sayangnya, belum tentu ia akan lepas dari bahaya, karena mungkin saja ia kehilangan kendali saat pendaratan atau menyesuaikan kecepatan pada momen-momen terakhir kejatuhannya. Kembalinya ia ke Bumi bisa menjadi sangat sulit.


Referensi:

(Video) Felix Baumgartner Space Jump World Record 2012 - YouTube

Felix Baumgartner: First person to break sound barrier in freefall - Guinness World Records

Google executive breaks Felix Baumgartner 's space jump world record - The Telegraph 

Skydiver safely jumps from stratosphere over New Mexico - .Reuters

Space Jump: How Daredevil's Record-Breaking Supersonic Skydive Works - Space.com

Skydiver Felix Baumgartner breaks sound barrier - BBC News

FELIX BAUMGARTNER BREAKS THE SPEED OF SOUND IN FREEFALL. - Red Bull Stratos

Supersonic Skydive's 5 Biggest Risks: Boiling Blood, Deadly Spins & Worse - National Geographic

Factbox: Greatest risks of high-altitude skydiving - Reuters

Penerjun ini melompat dari ketinggian 28,9 kilometer - Merdeka.com

Felix Baumgartner Lompat dari Ketinggian 39 Km - Beritakawanua.com

Terjun dari Angkasa, Pria Austria Lampaui Kecepatan Suara - .umm.ac.id