Laman

Rabu, 28 November 2018

Najd Tanduk Setan - Keluar Dari Arab Saudi bukan Irak

Najd terletak wilayah di pusat negara Arab Saudi dan merupakan tempat di mana ibukota negara tersebut, berada. Najd juga merupakan bagian tengah dari Semenanjung Arab. Najd adalah sebuah daerah dataran tinggi dengan ketinggian 762 hingga 1.525 meter di atas permukaan laut. Bagian timur wilayah ini ditandai dengan perkampungan-perkampungan oasis , sedang di daerah Najd lainnya sedikit didiami oleh suku nomaden Badui. Orang yang berasal dari Najd disebut Najdi dalam bahasa Arab.


Saat ini wilayah Najd secara administratif terbagi di empat provinsi di negara Arab Saudi yaitu Ha'il, Qasim, Riyadh dan sebagian Syarqiyah. Wilayah Najd tidak termasuk atau di luar wilayah kekhalifahan Islam Turki Utsmani/Ottoman (1299–1923 M). Najd pada waktu itu di bawah kekuasaan Dinasti Kerajaan Saud yang bernama Kesultanan Najd. 

Pada tahun 1926, Kesultanan Najd di bawah pemerintahan Raja Abdul Aziz ibnu Saud memperluas wilayahnya dan menaklukkan Kerajaan Hijaz milik Dinasti Bani Hasyim yang pada waktu itu merupakan penjaga Dua Tanah Suci (Haramain) yakni Mekkah dan Madinah.

Setelah Kerajaan Najd dan Hijaz disatukan, Abdul Aziz bin Saud menjadi rajanya. Pada 23 September 1932, wilayah utama kekuasaan Dinasti Saud yakni Al-Hasa, 'Asir, Qatif, Najd dan Hijaz disatukan menjadi Kerajaan Arab Saudi dan akhirnya Najd menjadi salah satu provinsi dari Kerajaan Arab Saudi.



Wahabi & Salafi memiliki argumen sendiri dan berbeda dengan mayoritas muslim di dunia tentang letak Najd. Wahabi & Salafi mengklaim bahwa letak Najd berada di Irak. Berbeda dengam kebanyakan Ulama baik itu Sunni, Sufi, Ahlul Sunah wal jamaah dan lainnya,  mengidentifikasi bahwa Najd terletak di Arab Saudi. Tentu saja dengan hujjah yang berdasar, dari hadist shahih,  fakta serta catatan sejarah.


Dari Ibnu Umar Radhiallahu 'anhuma, bahwasanya beliau mendengar Rasulullah Shallahu 'alaihi wasallam bersabda sambil menghadap ke arah Timur (tempat terbitnya matahari)" Ketahuilah, sesungguhnya fitnah itu datangnya dari sana dari tempat munculnya tanduk syaitan". ( HR. Bukhari: 7093).

عن ابن عمر رضي لله عنهما أنه سمع رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو مستقبل المشرق يقول : " ألا إن الفتنة هاهنا من حيث يطلع قرن الشيطان . رواه البخاري

Dengan hadits sahih ini menjelaskan bahwa letak fitnah itu berada di arah Timur dari tempat terbitnya matahari dari kota Madinah, sebab saat berbicara demikian, posisi Nabi berada di Madinah. Kemudian di takshis lagi oleh beliau dengan ucapannya “ Dari sekiranya muncul tanduk syaitan.“

Dari segi Lughah/Etimologi Najd bermakna tempat yang berdataran tinggi. Lawannya disebut Ghour yaitu tempat yang berdataran rendah. Benar Peristiwa pembunuhan keji kaum Khawarij terhadap cucu Rasulullah Saw, imam Husein r.a terjadi di Karbala, Irak. Namun Khawarij yang dimaksud dalam hadist Rasulullah Saw bukan Irak. 

Saat Rasulullah SAW berada di Madinah, beliau berdoa kepada Allah agar memberkahi Syam dan Yaman. "Syam Kami" yang dimaksud Rasulullah SAW adalah kawasan yang saat ini bernama Lebanon, Palestina dan Suriah. Sedangkan "Yaman Kami" adalah yang sekarang bernama Republik Yaman. 




Saat orang-orang yang berasal Najd mengunjungi Rasulullah yang saat itu berada di kota Madinah,  mereka bertanya dan meminta didokakan,  mereka bertanya: 

"Bagaimana dengan Najd kami (wilayah yang kini bernama Ha'il, Qasim, Riyadh dan sebagian Syarqiyah) ?" 

Rasulullah SAW bersabda "Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]

Ibnu Umar berkata, “Nabi berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, Terhadap Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah Syam dan Yaman kami.’ Mereka berkata, ‘Dan Najd kami.’ Beliau berdoa, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman.’ Maka, saya mengira beliau bersabda pada kali yang ketiga, ‘Di sana terdapat kegoncangan-kegoncangan (gempa bumi), fitnah-fitnah, dan di sana pula munculnya tanduk setan.’” [HR Bukhari]

Pada hadits di atas disebut  orang Najd yang meminta Nabi agar memberkahi Najd. Namun berdasarkan fakta sejarah, saat itu dakwah Nabi belum mencapai Irak. Selain itu ucapan Nabi tentang tanduk setan (ﻗﺮﻥ / qorn) itu sesuai dengan miqat haji orang-orang Najd di QORN yang artinya TANDUK. 

Najd yang dimaksud Rasulullah Saw adalah Najd sekarang yang berada tepat di sebelah timur Madinah. Bukan Irak yang berada di utara. Najd yang disebut Nabi adalah Najd yang kita kenal sekarang. Bukan Irak Jika pun orang Iraq yang hadir, tentu mereka minta agar IRAK yang diberkati. Bukan Najd !

Posisi Nabi saat hadits yang menyebut tempat fitnah ada di sebelah TIMUR dan tempat MATAHARI TERBIT adalah di MADINAH. Madinah dan Riyadh (Najd) letaknya sejajar sekitar 24 derajad lintang utara. Sementara Kufah / Najaf terletak di 32 derajad lintang utara. 8 derajad lebih utara dari kota Madinah. 


Kufah ada 880 km di utara Madinah. Matahari itu paling tinggi posisinya berada di 23,5 derajad lintang utara pada tanggal 21 Juni sebelum akhirnya bergerak ke selatan. Jadi matahari terbit di Madinah itu posisinya dari arah Najd yang persis ada di sebelah timur Madinah. Tidak mungkin dari Irak yang ada di utara Madinah.


Wahabi & Salafi bisa saja berdalih kalau Irak juga terletak di timur madinah dengan alasan kanan Madinah adalah timur dan kiri Madinah adalah barat tetapi dalih tersebut tertolak dengan penjelasan arah yang dimaksud adalah timur matahari terbit. Irak tidak terletak pada arah timur matahari terbit. Siapapun yang berada di Madinah dan menyaksikan arah terbitnya matahari kemudian ia menelusuri jalan dengan arah tersebut maka ia akan sampai di Najd bukan di Irak.

Dari segi Lughah/Etimologi Najd bermakna tempat yang berdataran tinggi. Lawannya disebut Ghour yaitu tempat yang berdataran rendah.

Irak dataran rendah.
Dalam kitab tarikh Baghdad, imam Abu Bakar Ahmad bin Ali bin Tsabit al-Baghdadi mengatakan:

أخبرنا علي بن أبي علي البصري قال: أنبأنا إسماعيل بن سعيد المعدل قال: قال أبو بكر محمد بن القاسم الأنباري قال ابن الأعرابي: (إنما سمي العراق عراقاً لأنه سَفُل عن نجد ودَنا من البحر. أُخذ من: عراق القربة، وهو الخرز الذي في أسفلها

“Ibnu al-A’rabi berkata ; “Sesungguhnya kota Iraq dinamakan Iraq sebab Iraq itu lebih rendah dari Najd dan dekat dengan lautan. Diambil kata itu dari Iraqul qoryah yaitu dasar yang ada di bawah kampung." (Tarikh Baghdad : 1/24).

Dengan penjelasan dari sisi lughahnya semakin menguatkan bahwa yang dimaksud Najd dalam hadits tersebut adalah Najd Hijaz atau daerah sekitar Riyadh, karena Riyadh merupakan dataran tinggi sedangkan Irak dataran rendah.

Tidak ada hadits yang menerangkan Najd adalah Irak, yang ada hanyalah riwayat tentang timbul fitnah dari orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah, kabilah Bani Tamim dari Najd. Jika ada periwayatan tentang irak maka perlu perhatikan hukum matan, sanad dan rawinya. Jelas cacat dan tidak bisa dijadikan hujjah.

Selain menunjukkan nama tempat tersebut, Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] juga menyebutkan ciri-ciri orang atau penduduk di tempat tersebut. Diantaranya Rasulullah [shallallahu ‘alaihi wasallam] menyebutkan kalau orang-orang disana [tempat munculnya fitnah] adalah orang yang berhati sombong dan angkuh termasuk pengembala unta atau dikenal dengan sebutan Ahlul wabar.

ﺣﺪﺛﻨﺎ ﻳﺤﻴﻰ ﺑﻦ ﻳﺤﻴﻰ ﻗﺎﻝ ﻗﺮﺃﺕ ﻋﻠﻰ ﻣﺎﻟﻚ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﺍﻟﺰﻧﺎﺩ ﻋﻦ ﺍﻷﻋﺮﺝ ﻋﻦ ﺃﺑﻲ ﻫﺮﻳﺮﺓ ﺃﻥ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭ ﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ ﺭﺃﺱ ﺍﻟﻜﻔﺮ ﻧﺤﻮ ﺍﻟﺸﺮﻕ ﻭﺍﻟﻔﺨﺮ ﻭﺍﻟﺨﻴﻼﺀ ﻓﻲ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﺨﻴﻞ ﻭﺍﻹﺑﻞ ﺍﻟﻔﺪﺍﺩﻳﻦ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻮﺑﺮ ﻭﺍﻟﺴﻜﻴﻨﺔ ﻓﻲ ﺃﻫﻞ ﺍﻟﻐﻨﻢ

Telah menceritakan kepada kami Yahya bin Yahya yang berkata qara’tu ala [aku membacakan kepada] Malik dari Abi Zanad dari Al A’raj dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda “sumber kekafiran datang dari timur, kesombongan dan keangkuhan adalah milik orang-orang pengembala kuda dan unta Al Faddaadin Ahlul Wabar [arab badui] dan kelembutan ada pada pengembala kambing [Shahih Muslim 1/71 no 52]


Hadis di atas menyebutkan tempat munculnya fitnah adalah tempat pada arah timur matahari terbit dimana orang-orang disana dikenal sebagai pengembala unta, orang yang berhati kasar sombong dan angkuh yang merupakan tabiat kebanyakan dari ahlul wabar atau arab badui. Ahlul wabar bisa diartikan sebagai orang arab badui karena tempat tinggal mereka terbuat dari al wabr atau bulu. Di masa Nabi.



Komisi Ulama & Komisi Fatwa  kerajaan Saudi Arabia mengakui kebenaran masyriq adalah NAJD bukan IRAK, seperti rilis mereka: Fatawa Al-Lajnah ad-Daimah jilid 3 fatwa nomor 6667:


س؛ ما هي الفتنة التي يقول عليه الصلاة والسلام في هذا الحديث : ألا إن الفتنة ها هنا….من حيث يطلع قرن الشيطان الحديث…؟؟؟
جـ ؛ ….. وقيل: يعني نجد مسكن ربيعة ومضر وهي مشرق لقوله في حديث ابن عمر حين قال صلى الله عليه وسلم: {اللهم بارك لنا في شامنا وفي يـمننا، قالوا: وفي نجدنا؟؟ قال رسول الله: هنالك الزلازل والطاعون وبها يطلع قرن الشيطان…}

وأهل المشرق يومئذ من مضر….  والظاهر أن الحديث يعم جميع المشرق الأدنى والأقصى والأوسط ومن ذلك فتنة مسيلمة الكذاب، وفتنة المرتدين من ربيعة ومضر وغيرهما في الجزيرة


Yang dimaksud Najd tempat pemukiman bani Rabi’ah dan Mudhar, yaitu di daerah Timur. karena ada Hadits Ibnu Umar ketika Rasul Saw bersabda : ” Ya Allah berkahilah syam kami dan yaman kami, mereka berkata ” Dan juga Najd kami wahai Rasul. Maka Nabi menjawab ”Di sanalah muncul kegoncangan dan Tho’un dan juga di sanalah muncul tanduk syaitan.“


Tidak ada hadits yang menerangkan Najd adalah Irak, yang ada hanyalah riwayat tentang timbul fitnah dari orang-orang seperti Dzul Khuwaishirah, kabilah Bani Tamim dari Najd. Jika ada periwayatan tentang irak maka perlu perhatikan hukum matan, sanad dan rawinya. Jelas cacat dan tidak bisa dijadikan hujjah.

Kedutaan besar Arab Saudi sendiri mengaku bahwa Muhammad bin Abdul Wahhab itu lahir di Najd:


"In the 18th century, a religious scholar of the central Najd, Muhammad bin Abdul Wahhab, joined forces with Muhammad bin Saud, the ruler of the town of Diriyah, to bring the Najd and the rest of Arabia back to the original and undefiled form of Islam".

Fitnah Islam yang Datang dari Najd


Nabi SAW telah memberitakan akan datangnya Faham Wahabi ini dalam beberapa hadits, ini merupakan tanda kenabian beliau SAW dalam memberitakan sesuatu yang belum terjadi. Seluruh hadits-hadits ini adalah shahih, sebagaimana terdapat dalam kitab shahih BUKHARI & MUSLIM dan lainnya. Diantaranya: “Fitnah itu datangnya dari sana, fitnah itu datangnya dari arah sana,” sambil menunjuk ke arah timur (Najd). (HR. Muslim dalam Kitabul Fitan)

“Akan keluar dari arah timur segolongan manusia yang membaca Al-Qur’an namun tidak sampai melewati kerongkongan mereka (tidak sampai ke hati), mereka keluar dari agama seperti anak panah keluar dari busurnya, mereka tidak akan bisa kembali seperti anak panah yang tak akan kembali ketempatnya, tanda-tanda mereka ialah bercukur (Gundul).” (HR Bukho-ri no 7123, Juz 6 hal 20748). Hadis ini juga diriwayatkan oleh Ahmad, Ibnu Majah, Abu Daud, dan Ibnu Hibban.

Nabi SAW pernah berdo’a: “Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman,” Para sahabat berkata: Dan dari Najed, wahai Rasulullah, beliau berdo’a: Ya Allah, berikan kami berkah dalam negara Syam dan Yaman, dan pada yang ketiga kalinya beliau SAW bersabda: “Di sana (Najed) akan ada keguncangan fitnah serta di sana pula akan muncul tanduk syaitan.”, Dalam riwayat lain dua tanduk syaitan.

Al-Allamah Sayyid Alwi bin Ahmad bin Hasan bin Al-Quthub Abdullah AI-Haddad menyebutkan dalam kitabnya Jala’udz Dzolam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Abbas bin Abdul Muthalib dari Nabi SAW: “Akan keluar di abad kedua belas nanti di lembah BANI HANIFAH seorang lelaki, yang tingkahnya bagaikan sapi jantan (sombong), lidahnya selalu menjilat bibirnya yang besar, pada zaman itu banyak terjadi kekacauan, mereka menghalalkan harta kaum muslimin, diambil untuk berdagang dan menghalalkan darah kaum muslimin.” – Al-Hadits.

Wahabi dan Salafi bisa saja berapologi bahwa Dajjal tidak dapat mesuk ke Mekkah & Madinah. Benar,Dajjal tidak bisa masuk Mekkah dan Madinah. Tapi pengikutnya bisa:

Hadis riwayat Anas bin Malik ra., ia berkata: Rasulullah saw. bersabda: Tidak ada satu negeri yang tidak dimasuki Dajjal, kecuali Mekah dan Madinah, dan tidak ada satu jalan di Madinah, kecuali terdapat malaikat yang berbaris menjaganya. Maka Dajjal singgah di daerah rawa, kemudian Madinah bergoncang tiga kali goncangan, sehingga seluruh orang kafir dan munafik keluar dari sana menuju ke tempat Dajjal. (Shahih Muslim No.5236)

Abad ke-18 berdiri sebuah aliran yang konon "memurnikan ajaran Islam dengan memurnikan Tauhid dan menghidupkan Sunnah" yang dipelopori oleh Muhammad bin Abdul Wahab. Pengikut aliran ini 
dinamakan Wahabi lebih tepatnya Wahhabisme (dinisbatkan dari nama pendirinya; Muhammad bin Abdul WAHAB). Saat ini Wahhabisme merupakan aliran Islam yang dominan di Arab Saudi dan Qatar. Gerakan ini berkembang di dunia Islam melalui pendanaan masjid, sekolah dan program sosial.


Gerakan Wahhabi dimulai sebagai gerakan revivalis di wilayah terpencil nan gersang di Najd . Dengan runtuhnya Kesultanan Utsmaniyah setelah Perang Dunia I, dinasti Al Saud menjadi penyokong utama Wahhabisme, dan menyebar ke kota-kota suci Mekkah dan Madinah. Walaupun sempat terusir oleh pasukan Turki Utsmani, keturunan keluarga Saud merebut kembali kekuasaan nenek moyangnya. Kelak lahirlah kerajaan Saudi Arabia pada 1932.

Baca juga: Pengkhianatan Arab Saudi Terhadap Islam

Setelah penemuan minyak di dekat Teluk Persia pada tahun 1939, Kerajaan Saudi memiliki akses terhadap pendapatan ekspor minyak, pendapatan yang tumbuh hingga miliaran dollar. Uang ini - digunakan untuk menyebarkan dakwah wahhabi melalui buku, media, sekolah, universitas, masjid, beasiswa, beasiswa, pekerjaan bagi para jurnalis, akademisi dan ilmuwan Islam - hal ini memberikan Wahhabisme sebuah "posisi kekuatan yang unggul" dalam Dunia Islam global.

Tidak salah memang. masalah adalah jika cara dakwahnya akhirnya menganggap sesat/kafir sesama Muslim bahkan ulama apalagi sampai membunuh sesama Muslim sehingga timbul Fitnah. Jika itu sampai terjadi, tentu orang tersebut merupakan Khawarij pembuat Fitnah yang disebut Nabi berasal dari Najd di sebelah timur kota Madinah (arah tempat terbitnya matahari di kota Madinah).

Menjudge Muslim sebagai Musyrik dengan mudah sama dengan memfitnah Muslim sebagai Murtad. Menurut Islam, hukuman bagi orang-orang Murtad adalah mati. Tak heran jika Muhammad bin Abdul Wahhab dan pengikut-pengikutnya akhirnya memerangi dan membunuh orang Islam di Thaif, Mekkah, Madinah.

Sistem pemerintahan Kerajaan Monarki Arab Saudi kini penuh pengkhianatan kepada umat. Tidak jarang para pengkhianat umat ini menamakan rezim mereka dengan sebutan negara Islam, negara yang berdasarkan al-Quran dan as-Sunnah, meskipun pada praktiknya jauh dari Islam. Siapa pun mengetahui, siapa yang menjadi raja di Saudi haruslah orang yang sejalan dengan kebijakan Amerika Serikat sekutunya (terutama zionis Israel). 

Dokumen resmi ditemukan surat menyurat antara Raja Abdul Aziz dengan pemerintah Inggris pada tahun 30-an, bahwa Raja Arab Saudi tidak diperbolehkan menentang sikap Inggris yang memberikan kedaulatan kepada Israel untuk mendirikan sebuah negara di kawasan Palestina. Bahkan, sikap Raja Abdul Aziz tersebut disahkan dalam sebuah fatwa keagamaan yang merupakan sikap resmi kerajaan pada tahun 90-an bahwa diperkenankan berdamai dengan Israel.


Kerajaan Saudi Arabia telah menghabiskan 72 miliar dolar dalam kontrak kerjasama militer dengan Amerika Serikat. Saat ini lebih dari 5000 personel militer AS tinggal di Saudi.


Tak hanya mengkhianati Palestina dengan membantu berdirinya negara Zionis Israel. 

Bagaimana mungkin Kerajaan Arab Saudi mengkalim Najd tanduk setan, sebagai lokasi munculnya fitnah berada di Irak ? Sementara Kerajaan Arab Saudi sendiri sejak tahun 2015 melakukan serangan militer ke Yaman ? Jika dalih yang dipakai untuk menyerang Yaman adalah memberantas Houti karena bermazhab Syiah, mengapa yang menjadi korban luka dan korban tewas justru kaum muslim yang tidak berdosa. Karena populasi muslim Yaman adalah 55% Sunni. Mengapa kerajaan Arab Saudi menyerang suatu negeri ("Yaman Kami"yang justru didoakan keberkahannya secara langsung oleh baginda Nabi Rasulullah SAW ?


Target bom Saudi adalah objek-objek sipil, termasuk kamp pengungsi, pesta pernikahan, mobil-mobil sipil, kawasan permukiman sipil, fasilitas medis, sekolah, masjdi, pasar, pabrik, gudang makanan, airport, dan pelabuhan. 


Kondisi semakin diperburuk oleh embargo ekonomi, sehingga separuh populasi Yaman (total 28 juta) mengalami kelaparan dan anak-anak kekurangan gizi.


Bila motif Arab Saudi membombardir Yaman semata-mata demi ‘membantai Syiah’, jelas bertentangan dengan fakta bahwa mayoritas korban pembombardiran dari udara itu adalah warga sipil sehingga yang tewas sama sekali tidak bisa ‘dipilih’. Populasi Muslim di Yaman adalah Populasi Muslim di Yaman adalah 55% Sunni, 40% Shiah Zaidiyah (berbeda dari Syiah Iran).




Referensi:

Shahih Muslim No.5167

Shahih Muslim No.5236

Shahih Muslim 1/71 no 52

Shahih Bukhari 2/33 no 1037

Tarikh Baghdad, imam Abu Bakar Ahmad bin Ali bin Tsabit al-Baghdadi

Buku "Sejarah Islam" (2014)
penulis: Karen Armstrong

Buku "Metode dan alternatif Neomodernsime" (1993)
Fazlur Rahman Anzhari (ulama Pakistan yang juga guru Seikh Imran Husein)

Buku "Kekhalifahan Hijaz dan Negara Bangsa Arab-Wahhabi" 
Penulis Sheikh Imran Hosein