Laman

Jumat, 11 Januari 2019

Sejarah Meme - Meme History

Yao Ming (atlet basket asal China) yang populer karena wajahnya sering digunakan sebagai Meme. 

Ahli etologi dan biologi evolusioner Richard Dawkins memperkenalkan istilah meme pada tahun 1976, lewat buku berjudul The Selfish Gene. Richard Dawkins menggunakan kata meme untuk mendeskripsikan bagaimana tren dan praktik masyarakat terjadi dan makin populer.

Richard Dawkins (foto tahun 1976)
Kata Meme (baca: Mim) berasal dari bahasa Yunani “Mimema” yang berarti Meniru. Meme, dalam hal ini, adalah unit transmisi budaya atau imitasi yang bersifat serupa dengan gen: sama-sama bertahan meski evolusi budaya dan seleksi alam berlangsung. 

Book The Selfish Gene
Ricard Dawkins menjelaskan meme bisa berbentuk ciri arsitektur, barang serta tren mode, lagu anak-anak, dan unit budaya lain yang tersebar atau diulang dalam periode waktu tertentu.

Kata "Meme" dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) edisi V berarti cuplikan gambar dari acara televisi, film, dan sebagainya atau gambar-gambar buatan sendiri yang dimodifikasi dengan kata-kata atau teks (tulisan) untuk tujuan melucu dan menghibur.

KBBI daring bisa diakses di alamat Kemdikbud.go.id  


Meme Internet 

Meme Internet (bahasa inggris: Internet Meme) adalah sesuatu yang menjadi terkenal melalui Internet, seperti gambar, video, atau bahkan orang. Meme Internet biasanya tercipta saat seseorang membuat atau mengunggah sesuatu di Internet, dan menyebar secara luas.

Karakter Meme Comic 
Perkembangan Meme Internet di Indonesia dimulai sekitar tahun 2009 yang lalu. Berawal dari  munculnya forum-forum diskusi di internet, seperti kaskus. Kepopuleran Meme di Indonesia juga tidak lepas dari semakin meningkatnya jumlah pengguna internet di Indonesia.

Meme biasanya disebarkan Netizen atau Warganet Indonesia melalui sosial media (Instagram, Twitter dan Facebook) serta aplikasi pesan instan & Chatting (WhatsApp, LINE) hingga akhirnya berujung dengan banyak dibuatnya meme dengan menggunakan tokoh dalam negeri.

Meme ibu Susi Pudjiastuti, Menteri Kelautan yang terkenal dengan jargon "Tenggelamkan" 

Kini Meme muncul di berbagai media sosial, muncul di hampir di setiap isu yang muncul di tengah masyarakat dan membuatnya menjadi kritisis, satir yang menggelitik. Meme yang dibuat oleh Warganet atau Netizen Indonesia kebanyakan adalah untuk  apa yang sedang terjadi saat ini atau yang sedang viral.

Meme dikenal identik dengan internet. Menurut dosen Teaching English to Speakers of Other Languages (TESOL) and Applied Linguistics di University of Reading, Erhan Aslan, meme internet
merupakan unit budaya populer yang disirkulasi, ditiru, dan diubah oleh pengguna jaringan komunikasi elektronik tersebut. Alih-alih berupa gambar atau ide tunggal yang disebar di media sosial, meme merujuk pada sekelompok hal yang dibuat dengan kesadaran bersama.


Erhan lantas menjelaskan bahwa meme pertama di internet berwujud gambar “tersenyum” ke samping atau :-) buatan ilmuwan komputer Amerika bernama Scott E. Fahlman pada tahun 1982.

Ketika praktik menggunakan tanda untuk menunjukkan emosi tersebut banyak digunakan, muncul gambar lain seperti :-( dan ;-) sebagai simbol ekspresi (emoji) seseorang.

Scott E. Fahlman
Pada tahun 1998, Meme Hamster Dance yang menampilkan barisan hamster menari dalam format GIF  (Graphic Interchange Format) viral di internet. Meme tersebut pertama kali muncul di situs web buatan mahasiswa seni asal Kanada bernama Deidre Lacarte dan telah dikunjungi 17 juta kali pada Juni tahun 1999.


Generasi baru meme lalu muncul di paruh kedua dekade tahun 2000-an, bersamaan dengan menjamurnya foto hewan peliharaan yang dibagikan di internet. Erhan mengatakan salah satu meme yang terkenal adalah Grumpy Cat, seekor kucing berwajah galak, bermata biru, dan berbulu putih-hitam. Baru pada tahun 2010, meme mulai menggunakan visual tokoh, politisi, pejabat dan selebriti.

Grumpy Cat Meme
Menurut Lisa Silvestri dalam “Mortars and Memes: Participating in Pop Culture from a War Zone” (2015), dibutuhkan literasi media sosial yang memadai agar seseorang bisa berpartisipasi dalam budaya meme. Apresiasi terhadap meme membutuhkan pengalaman soal wacana budaya populer, kemahiran menggunakan teknologi, dan pemahaman tentang audiens.

Professor Lisa Silvestri, Ph.D. 
Lebih lanjut, peneliti dari Gonzaga University itu mengatakan bahwa literasi media sosial bersandar pada dua hal lain, yakni literasi ideologis dan teknologi. Ideologi yang dimaksud adalah meliputi ide yang mencerminkan sikap, nilai, dan aspirasi individu, kelompok, kelas, serta budaya. Sementara itu, literasi teknologi mengacu pada kesadaran akan media atau sarana komunikasi.


Referensi:

Nurhadi-Aldo dan Meme sebagai Saluran Kritik & Frustrasi Kreator
Tirto.id

Kata "Hoaks" dan "Meme" Sudah Tercatat di Kamus Bahasa Indonesia
KOMPAS.com

Asal Usul Meme Pertama di Internet
Pikiran rakyat.com

Meme 
Wikipedia Bahasa Indonesia