Laman

Jumat, 18 Januari 2019

Cara Menghitung Penghasilan Youtuber berdasarkan jumlah View, Subscribe dan Iklan

5 miliar video dilihat setiap hari oleh 300 juta pengujung YouTube diseluruh dunia (per September 2018). 


Apabila sebuah channel (akun) YouTube memiliki banyak pengunjung, maka iklan akan segera datang. 

Channel YouTube PewDiePie dengan jumlah pelanggan lebih dari 81 juta (per januari 2019)

Iklan akan datang ke sebuah channel YouTube jika mengaktifkan opsi monetisasi. Iklan akan hadir di awal video, di tengah atau berbentuk pop up.

Contoh iklan Pop Up di YouTube
Untuk mendapatkan ini, kanal YouTube harus memiliki paling sedikit 10 ribu view.

YouTube memberikan bayaran pada pembuat konten kisaran 1 sampai 5 US$  (Rp 13.500 - Rp 67.500) setiap video ditonton 1.000 kali. 

Penghitungan kasar yang biasa dilakukan orang-orang awam merujuk pada Revenue per Mille impression (RPM) senilai 1 US$ per 1.000 views (tayang). 

Akan tetapi hitungan seperti itu sebenarnya tidak valid. Kenyatannya jumlah RPM bisa lebih tinggi atau jauh lebih rendah daripada itu. 

RPM : (penghasilan tertaksir/Jumlah tampilan laman) X (dikali) 1.000 

Contoh perhitungan RPM
Meski begitu, tidak semua konten akan menghasilkan uang. Youtuber memang berpotensi mendapatkan 67% pendapatan iklan. Namun yang terealisasi hanya 15% dan itu yang menjadi pendapatan iklan karena banyak pengunjung yang melewatkan iklan yang ada di konten.

Skip Ad (lewati iklan) YouTube 
Cara lain yang kini sedang tren, terutama dilakukan para artis adalah membuat foto atau video untuk mempromosikanproduk atau perusahaan atau yang sekarang sedang populer disebut dengan istilah Endorse. Nominal pendapatan bergantung kepada jumlah pengunjung. Biasanya tarif yang dikenakan US$ 10.000 per 100 ribu view. 

Ayu Tingting endorse produk minuman melalui Instagram 
Namun, mendapat penghasilan dari dari YouTube tidak segampang itu. Peraturan baru yang dikeluarkan Youtube per 16 Januari 2018, semakin ketat dan selektif. YouTube mensyaratkan agar para Youtuber mendapatkan 4 ribu jam tayang dalam 12 bulan terakhir dan 1.000 pelanggan (subscriber). 

Artinya, tanpa kecuali, semua kanal (channel) baru dan lama  di YouTube yang belum mencapai 4.000 jam watch time dan 1.000 subscriber selama setahun ke belakang bakal tak bisa menayangkan iklan. 

Ketika YouTuber mengupload video di YouTube, Anda diberi pilihan untuk bisa menyalakan pilihan “Monetize” atau memonetisasi video itu. Ini artinya, Anda mengizinkan Youtube/Google untuk menempatkan iklan di dalam video Anda, dan sebagai timbal baliknya, anda akan mendapatkan bagi hasil dari iklan itu, dengan pembagian 45 persen untuk YouTube dan 55 persen untuk akun Youtuber Anda. 

Aktivasi fitur Monetize di Youtube
Pengetatan tersebut karena YouTube banyak didera masalah belakangan tahun lalu, mulai dari keberadaan video terorisme, maraknya konten video predator anak hingga kasus Logan Paul yang memancing kontroversi karena menampilkan jenazah korban bunuh diri di Jepang.

Video Kontroversial Logan Paul di hutan Aokigahara, Jepang 
Logan menuai kecaman dari berbagai pihak usai mengunggah video vlog dari kunjungnnya ke Jepang. Dalam video yang diunggah pada 31 Desember 2017 itu, Logan menunjukkan mayat yang diduga korban bunuh diri di hutan Aokigahara.

Syarat baru ini tentu saja membuat para YouTuber pemula harus memutar otak untuk mengumpulkan subscriber sebanyak mungkin dan menghasilkan video dengan view yang cukup banyak.
Sebanyak 99 persen kreator yang terdampak peraturan baru tersebut memiliki penghasilan kurang dari 100 US$ per tahun dari kanalnya. 

Sementara, kreator yang tetap bisa menayangkan iklan lewat 95 persen dari jangkauan pengiklan secara keseluruhan. 

Tiap video baru yang diunggah juga akan diverifikasi oleh pihak YouTube melalui email atau nomor telepon, agar dipastikan video sesuai standar sebelum bisa menyangkan iklan.

Tujuan pemantauan yang lebih ketat ini tak lain untuk menjaga agar tayangan-tayangan iklan tak muncul di video yang diilai tak pantas. Kalau itu yang terjadi, pengiklan bisa kabur meninggalkan YouTube seperti pada kasus video predator anak. 

Verifikasi Akun YouTube sebelum upload video 
Sistem yang digunakan untuk menghitung jumlah pemasukan dari iklan ini adalah CPM, atau Cost Per Mille, artinya, nilai iklannya dibayar per 1.000 view video itu. Artinya 1 US$ CPM menunjukkan pengiklan akan membayar 1 dollar AS untuk setiap 1.000 view iklan itu di video Anda.

CPM : cost per mille (bayaran yang diberikan ke para YouTuber tiap kelipatan 1.000 view pada konten video) 

Tiap negara memiliki CPM berbeda-beda, tergantung banyaknya pengiklan yang memanfaatkan platform YouTube untuk mempromosikan produk.

Contoh Statistik CPM 
Faktor memengaruhi besaran dari jumlah CPM dan RPM berdasarkan  kualitas traffic, negara asal pemilik akun, kategori video, harga iklan yang tayang, adblock, jumlah klik nyata dan sebagainya. Dari sejumlah faktor tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa tiap Youtuber punya CPM dan RPM berbeda. 

Cara menghitungnya sebenarnya mudah. Google telah memberikan contoh dengan rumus sebagai berikut: 

Jika penghasilan tertaksir anda sebesar 180 US$ dari 45.000 tayangan iklan, RPM iklan Anda sama dengan 180 US$ per 45.000 view X (dikali) 1.000 =  4,00 US$  (Rp 59.632).


Referensi:

Berniat Jadi YouTuber? Begini Cara Menghitung Penghasilannya
KUMPARAN News 

Punya 1 Juta Subscriber, Berapa
Pendapatan YouTuber Bayu Skak
KOMPAS.com  

Ternyata Menjanjikan! Ini Cara Mendapatkan Uang dari Youtube
CNBC Indonesia