Laman

Senin, 24 Agustus 2015

Arsy Allah - Makhluk Ciptaan Allah Yang Terbesar

Allah SWT Maha Pencipta dan Dia menguasai segala ciptaan-Nya, mengaturnya, dan menjaganya. Allah Ta’alalebih mulia dari segala makhluk yang ada, yang Dia ciptakan. Allah Tabaraka wa Ta’ala lebih besar dari segala makhluk-makhluk tersebut. Ciptaan atau makhluk Allah yang paling besar dibanding seluruh makhluk ciptaan-Nya yang lain adalah Arsy. 


Allah Ta’ala berfirman:

اللهُ لآإِلَهَ إِلاَّهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِي

“Allah, tiada Ilah Yang disembah kecuali Dia, Rabb Yang mempunyai Arsy yang besar”.
(QS. An-Naml: 26)

Al-Arsy menurut Ahlu Sunnah wal Jamaah adalah makhluk Allah yang tertinggi berupa singgasana seperti kubah yang memiliki tiang-tiang yang dipikul dan dikelilingi oleh para malaikat.
Allah Ta’ala berfirman:

وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَآئِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِي

“Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itudelapan orang malaikat menjunjung Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.”
(QS. Al-Haqah: 17)


وَتَرَى الْمَلاَئِكَةَ حَآفِّينَ مِنْ حَوْلِ الْعَرْشِ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رِبِّهِمْ وَقُضِيَ بَيْنَهُم بِالْحَقِّ وَقِيلَ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين

“Dan kamu (Muhammad) akan melihat malaikat-malaikat berlingkar di sekeliling Arsy bertasbih sambil memuji Rabb-nya; dan diberi putusan di antara hamba-hamba Allah dengan adil dan diucapkan: “Segala puji bagi Allah, Rabb semesta alam”.
(QS. Az-Zumar: 75)


الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْوَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَىْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِي

“(Malaikat-malaikat) yang memikul Arsy dan malaikat yang berada di sekililingnya bertasbih memuji Rabbnya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan): “Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala.”
(QS. Al-Mu’min: 7)

Para imam ahli tafsir menjelaskan bahwa Arsy adalah suatu tempat yang memiliki materi dan fisik, bukan seuatu ungkapan kiasan saja. Hal ini sebagaimana dijelaskan oleh Imam al-Baihaqi “Dan pendapat para ahli tafsirtentang al-Arsy adalah singgasana, dan dia adalah fisik yang berbentuk, yang telah diciptakan Allah. Dan Dia perintahkan para malaikat untuk memikulnya dan beribadah dengan mengagungkan dan berthawaf padanya, sebagimana Dia menciptakan satu rumah di bumi dan memerintahkan bani Adam untuk berthawaf padanya dan menghadap padanya ketika sholat. Dan pendapat-pendapat mereka itu ada dalil penunjukkannya yang jelas dalam ayat-ayat dan hadits-hadits serta atsar-atsar”.

Demikian juga Imam Ibnu Katsir ketika menjelaskan Arsy, ia berkata, “Dia adalahsinggasana yang memiliki tiang-tiang yang dipikul oleh para malaikat. Bnetuknya seperti kubah yang menutupialam semesta ini. Dan dia adalah atapnya para makhluk”.

Penjelasan lainnya disampaikan oleh Imam adz-Dzahabiy –setelah menyebutkan kebahagian ahli surga-, “Apa yang disangka tentang al-Arsy yang agung yang telah dijadikan Allah untuk diri-Nya dalam ketinggian, luas, tiang-tiang, bentuk, pemikulnya dan melaikat-malaikat berada di sekeliling Arsy serta kebagusan dan keindahannya. Sungguh telah diriwayatkan, Arsy itu terbuat dari yaqut (jenis permata yang sangat indah (pen)) yang berwarna merah”.

Di antara dalil yang mendasari perkataan ulama di atas adalah ayat-ayat dan hadits-hadits berikut:Pertama:Al-Arsy adalah makhluk Allah yang telah Allah ciptakan:

Dalil Pertama:
Al-Arsy adalah makhluk Allah yang telah Allah ciptakan

ذَالِكُمُ اللهُ رَبُّكُمْ لآَإِلَهَ إِلاَّ هُوَ خَالِقُ كُلِّ شَىْءٍ فَاعْبُدُوهُوَهُوَ عَلَى كُلِّ شَىْءٍ وَكِيل

“(Yang memiliki sifat-sifat yang) demikian itu ialah Allah Rabb kamu; tidak ada Ilah (yang berhak disembah) selain Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; dan Dia adalah Pemelihara segala sesuatu.” (QS. Al-An’am: 102).

Maka setiap sesuatu di alam ini adalah makhluk yang Allah ciptakan dan adakan, dan Arsy adalah salah satu makhluq dari makhluq-makhluq Allah.
Allah Ta’ala berfirman:

اللهُ لآإِلَهَ إِلاَّهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِي

“Allah, tiada Ilah Yang disembah kecuali Dia, Rabb Yang mempunyai Arsy yang besar.”
(QS. An-Naml: 26)


وَهُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِي

“Dia adalah Rabb yang memiliki Arsy yang agung.”
(QS. At-Taubah: 129)


Penjelasan dari hadits-hadits Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:

فِيْ عَمَاء مَا فَوْقَهُ هَوَاءُ وَ مَا تَحَْهُ هَوَاءُ ثُمَّ خَلَقَ عَرْشَهُ عَلَى اْلمَاءِ

“Wahai Rasulullah dimana dahulu Rabb kita berada sebelum menciptakan makhluk-Nya?” Beliau menjawab, “Dia berada di ‘amaa, tidak ada di atas dan bawahnya udara, kemudian dia menciptakan Arsy-Nya diatas air”. (HR. Tirmidzi)

Dalil Kedua:
Al-Arsy adalah makhluk Allah yang tertinggi dan berbentuk kubah.Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِذَا سَأَلْتُمُ الله فَاسْأَلُوْهُ اْلفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ وَسَطُ اْلجَنَّةِ وَ أَعْلاهَا وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفْجُرُ أَنْهَارُ الْجَنَّة

“Jika kalian meminta, mintalah (surga) Al-Firdaus, karena dia adalah tengah-tengah surga dan yang paling tinggi, dandi atasnya adalah Arsy Allah, dan darinyaterpancar sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari).

Dari hadits ini dapat kita pahami bahwa surga itu bertingkat-tingkat. Susunan tingkatannya bagaikan setengah lingkaran parabola, sehingga surga tertinggi letaknya di tengah, Allah a’lam. Hadits ini juga memberi keterangan kepada kita bahwa Arsy adalah ciptaan Allah yang paling tinggi tempatnya. Allah menghendaki dan mengkhususkan Arsy berada di atas seluruh makhluk-Nya yang lain.

Dengan demikian kelirulah orang-orang yang mengatakan bahwa Allah itu berada di mana-mana, karena hal itu tidak sesuai dengan keagungan dan kemuliaan-Nya.

Rasulullah pernah menggambarkan bentuk Arsy dalam salah satu hadits beliau. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ الله عَلَى عَرْشِهِ وَ إِنَّ عَرْشَهُ عَلَى سَمَوَاتِهِ وَ أَرْضِهِ كَهَكَذَا وَ قَالَ بِأَصَابِعِهِ مِثْلَ اْلقُبَّةِ

“Sesungguhnya Allah diatas Arsy-Nya dan Arsy-Nya diatas langit-langit dan bumi, seperti begini dan memberikan isyarat dengan jari-jemarinya seperti kubah.”
(HR. Abu Dawud)

إِذَا سَأَلْتُمُ الله فَاسْأَلُوْهُ اْلفِرْدَوْسَ فَإِنَّهُ وَسَطُ اْلجَنَّةِ وَ أَعْلاهَا وَفَوْقَهُ عَرْشُ الرَّحْمَنِ وَمِنْهُ تَفْجُرُ أَنْهَارُ الْجَنَّةِ

“Jika kalian meminta, mintalah al-Firdaus, karena dia surga yang paling utama dan yang paling tinggi dan di atasnya adalah Arsy Allah. Darinya terpancar sungai-sungai surga.” (HR. Bukhari).


Dalil Ketiga:
Dalil Al-Arsy Adalah Singgasana Yang Memiliki Tiang-Tiang.

Sebagian orang, ingin memalingkan makna Arsy kepada makna selain dari singgasana. Mereka menganggap jika Arsy diartikan sebagai singgasana, maka Allah memiliki kebutuhan terhdap ciptaan-Nya.

Mereka mulai menyamakan Allah dengan makhluk lainnya yang butuh akan sebuah singgasana. Padahal di dalam hadits-hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dijelaskan bahwa Arsy adalah sebuah singgasana dan hal ini tidak menunjukkan Allah butuh kepada Arsy.

Imam Ibnu Katsir menjelaskan, “Al-Arsy dalam bahasa Arab artinya dari singgasana untuk seorang raja, sebagaimana firman Allah:

وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيم

Adalah dia (ratu Bilqis) mempunyai singgasana yang besar.” (QS. An-Naml: 23)

Dan bukan galaksi. Demikian juga bangsa Arab tidak mengenal hal itu dan Alquran diturunkan dalam bahasa Arab, maka dia adalah singgasana yang memiliki tiang-tiang.

Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
:إِنَّ النَّاسَ يَصْعَقُوْنَ يَوْم
َ اْلقِيَامَةِ فَأَكُوْنَ أَوَّلَ مَنْ يَفِيْقُ فَإِذَا أَنَا بِمُوْسَى آَخِذٌ بِقَائِمَةٍ مِنْ قَوَائِمِ اْلعَرْشِ فَلا أَدْرِيْ أَفَاقَ قَبْلِيْ أَمْ جُوْزِيَ بِصَعْقَةِ الطُّوْر

“Sesungguhnya manusia pingsan pada hari kiamat, lalu aku adalah orang yang pertama sadar, seketika itu aku mendapatkan Musa sedang memegang sebuah tiang dari tiang-tiang Arsy, makaaku tidak tahu apakah dia telah sadar sebelumku ataukah dia dibebaskan (daripingsan tersebut) karena telah pingsan di Bukit Thur.”
(HR. Bukhari dan Muslim)

Dalil Keempat:
Arsy Dipikul Dan Para Malaikat, MelakuKan Thawaf

Firman Allah Subhanahu wa Ta’ala

.الَّذِينَ يَحْمِلُونَ الْعَرْشَ وَمَنْ حَوْلَهُ يُسَبِّحُونَ بِحَمْدِ رَبِّهِمْوَيُؤْمِنُونَ بِهِ وَيَسْتَغْفِرُونَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَىْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِي

“(Malaikat-malaikat) yang memikul Arsy dan malaikat yang berada di sekililingnya bertasbih memuji Rabbnya dan mereka beriman kepada-Nya serta memintakan ampun bagi orang-orang yang beriman (seraya mengucapkan):”Ya Rabb kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang bernyala-nyala.” (QS. Al-Mu’min: 7).

وَالْمَلَكُ عَلَى أَرْجَآئِهَا وَيَحْمِلُ عَرْشَ رَبِّكَ فَوْقَهُمْ يَوْمَئِذٍ ثَمَانِيَةٌ

“Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itudelapan orang malaikat menjunjung Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka.”
(QS. Al-Haqqah: 17)

Dari Jabir bin Abdillah, Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

“Aku diizinkan untuk membicarakan seorang malaikat dari para malaikat Allah dari pemikul Al-Arsy, sungguh jarak antara daun telinganya sampai bahunya sepanjang perjalanan 700 tahun.” (HR. Abu Dawud).

Dalil Kelima:
Terdapat sebuah hadits shahih yang diriwayatkan oleh Abu Dzar yang menjelaskan tentang betapa besarnya Arsy.

Abu Dzarradhiyallahu ‘anhu bertanya kepada Rasulullahshallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Wahai, Rasulullah ayat apa yang paling besar dan paling agung didalam Alquran?
” Rasulullah menjawab, “Ayat kursi. Perbandingan tujuh langit dengan kursi Allah seperti satu gelang yang dilemparkan di tengah-tengah bumi ini. Dan perumpamaan besarnya Arsy Allah dengan kursi seperti perumpamaan bumi ini dengan gelang besi itu.”


“Tidak langit yang tujuh dan bumi yang tujuh dan apa yang ada diantara dan di dalamnya dibandingkan dengan Kursi kecuali seperti lingkaran (gelang) yang dilempar ke tanah lapang, dan Kursi dengan apa yang ada didalamnya dibandingkan dengan Arsy seperti lingkaran (gelang) tersebut pada tanah lapang tersebut.”
(Silsilah Ahadits al-Shahihah No.109)

Arsy, singgasana Allah dan ciptaan-Nya yang paling besar. Ayat-ayat dan hadits-hadits tentang Arsy ini harus kita imani sesuai dengan keterangan dari Allah dan Rasul-Nya, tanpa menolaknya, tanpa mengilustrasikan atau mengandai-andaikannya yang membuatnya keluar dari apa yang telah dijelaskan.Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala memberi taufik kepada kita untuk semakin mengangungkan-Nya. Karena Dialah al-Alim (Yang Maha Mengetahu) dan al-Kabir (Yang Maha Besar).

 
Sumber Dan Refrensi:: khotbahjumat.com