Laman

Sabtu, 28 Februari 2015

Ternyata Cinta Dapat Di Hitung Dalam Rumus Matematika

Siapa sangka, ternyata cinta dapat dihitung dalam rumus matematika. Hal ini disampaikan oleh Hannah Fry, dosen matematika di UCL. Fry yang juga menulis buku The Mathematics of Love , mengindentikasi bahwa ada rumus tiga P, yang diperlukan untuk membuat formula cinta bekerja.


Rumus 3P tersebut ternyata adalah Proud (bangga)+ Proactive (aktif)+ Provokable (dapat diprovokasi)=Love (Cinta). Fry menyarankan semua orang untuk bangga terhadap diri sendiri, dan menonjolkan kelebihan yang membuat Anda jadi unik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh situs kencan OKCupid , yang diucapkan Fry ada benarnya. Pasalnya, ketika dirinya meminta 5000 perempuan untuk melakukan penilaian daya tarik diri sendiri dengan angka mulai dari 1-10. Hasilnya, perempuan yang menilai diri mereka menarik dengan skala yang tinggi, mendapatkan ajakan berkenalan lebih banyak. Hal ini sangat berbeda dengan perempuan yang meski memiliki rupa cantik, tetapi menilai mereka kurang menarik. Sebab, mereka mendapatkan sedikit ajakan berkenalan. Jadi, ada baiknya untuk tak menilai diri sendiri terlalu keras. Banggalah dengan keunikan Anda, dan gunakan sebagai "magnet" untuk mendapatkan cinta. Pada dasarnya, tentukanlah terlebih dahulu apa yang Anda inginkan dan lakukan. Jika dihubungkan dengan matematika, Fry telah melakukan percobaan meminta para lelaki untuk mengajak berkenalan perempuan saat sedang berada di sebuah pesta. Hasilnya, meski laki-laki lebih banyak mengalami penolakan, pada akhirnya mereka akan mendapatkan pasangan yang benar- benar sesuai. Jika dihubungkan dengan alogaritma, baik perempuan maupun laki-laki, pasti akan mendapatkan pasangan. Namun, lelaki yang lebih aktif bergerak dan mengajak berkenalan, kesempatan mereka untuk dapat bertemu pasangan serasi lebih besar ketimbang perempuan yang berdiam diri. Sekilas seperti terdengar seperti sifat yang kurang menarik, Fry menyatakan bahwa hal ini bekerja baik dalam rumus cinta. Fry mengatakan bahwa sesungguhnya hubungan akan berjalan dengan baik apabila antar pasangan berbicara dengan jujur. Hal ini juga dibuktikan lewat eksperimen ilmu psikologi yang dihelat oleh John Gottman, menemukan bahwa pasangan suami istri yang jujur satu sama lain, lebih harmonis dalam berumahtangga, serta lebih bahagia ketimbang pasangan yang berdiam diri. 

(Silvita Agmasari/Kompas.com, Sumber: Cosmopolitan UK)