Laman

Sabtu, 28 Februari 2015

Depresi Akibat Cerai Bisa Sebabkan Kematian Dini

PERCERAIAN, bagi banyak orang tentu mengerikan karena dampak trauma yang disebabkannya. Tak jarang mereka yang baru saja bercerai mengalami ketidaktenangan diri, termasuk kesulitan tidur. Namun hal ini tidak boleh berlarut-larut, karena dapat menyebabkan kematian dini.


Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of Arizona, seperti dilansir Timesofindia , Selasa (6/1/2015), menemukan bahwa meskipun masalah tidur normal dalam beberapa bulan awal setelah perceraian, depresi dapat berdampak pada kesehatan, seperti peningkatan tekanan darah. Dokter David Sbarra, anggota penelitian, menambahkan bahwa setelah 10 minggu lebih, depresi dapat mengakumulasi efek buruk. Ia juga mengatakan bahwa kenaikan darah tinggi tidak boleh dianggap enteng bagi orang yang sudah memiliki tekanan darah tinggi. Studi mereka menemukan bahwa pada setiap kenaikan standar deviasi dalam keluhan tidur mengakibatkan kira-kira enam unit peningkatan tekanan darah sistolik. Sistolik adalah angka tekanan darah di atas yang mengukur tekanan di arteri saat jantung berdetak, sedangkan diastolik adalah angka tekanan darah di bawah yang mengukur tekanan di arteri antara detak jantung. Normalnya, tekanan darah manusia bekisar pada angka 120/80. Penulis utama studi, Kendra Krietsh, menyarankan bahwa orang-orang yang mengalami kesulitan tidur terus-menerus setelah bercerai harus mencari bantuan terapi kognitif, membuat penyesuaian jadwal harian yang mendorong tidur sehat, atau menemukan cara baru untuk bersantai sebelum tidur. 

(sumber: OkeZone.Com)