Laman

Sabtu, 28 Februari 2015

Jerawat Juga Bisa Picu Bunuh Diri

Jerawat ternyata tak sesederhana masalah pada kulit yang bisa membuat wajah tak lagi mulus. Jerawat juga bisa mempengaruhi kondisi mental seseorang, bahkan mendorong seseorang untuk bunuh diri. Jerawat memang sangat terkait dengan rasa percaya diri, bahkan harga diri.


 Lebih dari separuh (56 persen) orang yang punya masalah dengan jerawat mengaku pernah menjadi korban pelecehan secara verval dari teman atau keluarganya. Sementara itu, satu dari lima orang mengaku, masalah kulitnya itu mengakibatkan rusaknya hubungan dalam keluarga atau pertemanan. Survei yang dilakukan oleh British Skin Foundation (BSF) mengungkap, 10 persen dari pemilik jerawat mengalami perlakuan yang tidak adil. Hanya karena jerawat, mereka harus dipecat dari pekerjaan mereka. Jerawat yang membuat runyam itu disebabkan oleh kombinasi dari komedo dan bintik berisi nanah, atau pustula. Jerawat biasanya muncul pada masa awal pubertas. Tingkat keparahan jerawat bervariasi, mulai dari beberapa titik di wajah, leher, punggung dan dada, hingga masalah yang lebih serius sehingga dapat menyebabkan jaringan parut. Survei BSF mengungkapkan, 20 persen dari 2.299 responden memiliki pemikiran dan niatan untuk mencoba bunuh diri karena kondisi yang mereka alami. Konsultan dermatolog dan juru bicara British Skin Foundation, dr Anjali Mahto, mengatakan tak terkejut dengan pengaruh jerawat yang begitu besar pada hidup manusia. "Jerawat sebenarnya adalah kondisi yang bisa disembuhkan. Dokter kulit yang baik bisa memberikan terapi yang disesuaikan dengan kondisi tiap orang," katanya. Kulit adalah organ yang terlihat jelas sehingga terkait erat dengan kepercayaan diri. "Jangan remehkan jerawat dan pengaruhnya," katanya.

(kompas.com)