Laman

Sabtu, 27 Oktober 2018

Penjelasan Sains : Kenapa Hujan Mengeluarkan Aroma Khas ?



Sebelum menyentuh tanah, hujan hanyalah air biasa, tidak berbau. Namun, setelah tetes hujan menerpa tanah, aroma hujan yang segar dan manis terpancar. Para ilmuwan telah mengidentifikasi rinci mekanisme yang melepaskan aroma ini ke lingkungan.
Aroma hujan disebut ‘petrichor’, dari kata Yunani ‘petra’ yang berarti batu, dan ‘ichor’ yang mengacu pada cairan yang mengalir seperti darah di pembuluh darah dewa-dewa. Fenomena ini pertama kali dicirikan oleh dua ilmuwan Australia pada 1964, tetapi sampai sekarang, peneliti tidak memahami mekanisme fisik di baliknya.

"Mereka berpendapat, minyak yang dikeluarkan oleh tanaman dan bahan kimia tertentu dari bakteri, menyebabkan aroma yang muncul ketika hujan. Menariknya, mereka tidak membahas mekanisme bagaimana aroma tersebut memancar ke udara," kata Cullen Buie, asisten profesor teknik mesin di Massachusetts Institute of Technology di Cambridge.

aat hujan turun ke permukaan yang berpori, ia menjebak kantung udara kecil. Gelembung ini kemudian melaju kencang, seperti gelembung dalam segelas sampanye, sebelum memecahkan permukaan tetes hujan dan melepaskan partikel mikroskopis (aerosol) ke udara. Para peneliti menganggap aerosol ini membawa aroma seperti hujan.
Buie dan postdoc (periset pascadoktoral), Youngsoo Joung, memfilmkan tetes hujan yang menerpa 38 jenis permukaan berbeda, yaitu 12 bahan rekayasa dan 16 sampel tanah. Joung bahkan mencoba tanah dari sekitar kampus MIT dan sepanjang Sungai Charles.

Mereka mengamati prosesnya dengan sistem kamera berkecepatan tinggi. Dengan mengandalkan kecepatan tetesan hujan, dan sifat-sifat tanah, awan dari ratusan tetesan aerosol dapat terpencar hanya dalam beberapa mikrodetik.
Fenomena ini paling sering terjadi selama hujan ringan dan sedang, sementara aerosol jauh lebih sedikit dilepaskan saat hujan deras. Para ilmuwan telah lama mengamati bahwa tetesan air hujan dapat menjebak dan melepaskan aerosol saat terjatuh di air, tetapi ini adalah pertama kalinya mereka menyaksikan proses yang terjadi di tanah.
“Penelitian baru ini membahas formasi aerosol akibat gelembung dari laut ke darat," kata James Bird, asisten profesor teknik mesin di Universitas Boston, yang tidak terlibat dalam penelitian ini.
Para peneliti menganggap aerosol tidak hanya menyebarkan unsur aromatik yang nyata, tetapi juga kontaminan tertentu, seperti virus dan bakteri tanah.


Petrichor, Aroma Tanah dan Hujan yang Disukai Banyak Orang




Aroma air yang jatuh di tanah kering menimbulkan aroma spesial bernama petrichor. Katapetrichor ini berasal dari bahasa Yunani, petra yang berarti batu dan ichor, cairan yang mengalir di pembuluh para dewa dalam mitologi Yunani. Istilah ini dicetuskan pada 1964 oleh dua peneliti dari Commonwealth Scientific and Industrial Research Organisation (CSIRO), Isabel Joy Bear dan Roderick G. Thomas. Mereka mempopulerkan istilah ini melalui artikel yang termuat di dalam jurnal Nature.


Joy Bear dan Thomas meneliti aroma tanah basah yang disukai banyak orang tersebut dari reaksi kimia yang terjadi. Reaksi kimia pertama terjadi antara minyak yang dihasilkan beberapa jenis tumbuhan dengan udara. Beberapa tumbuhan memang mengeluarkan minyak dan diserap oleh tanah dan batuan. Ketika hujan turun, minyak tersebut menguap dan molekulnya terlepas ke udara sehingga menghasilkan bau petrichor.
Reaksi kedua yang menyebabkan petrichor adalah reaksi senyawa organik aromatik bernama geosmin yang dihasilkan oleh bakteri Actinomycetes yang habitatnya berada di tanah. Saat hujan turun, senyawa organik aromatik ini dilepaskan ke udara dan menimbulkan aroma khas tanah kering yang terkena hujan.


Referensi :