Laman

Rabu, 01 Mei 2019

Tips Agar Tidak Cepat Haus Saat Berpuasa Ramadhan

Bagi sebagian umat muslim, lebih sulit untuk menahan rasa haus dibandingkan dengan rasa lapar saat menjalankan ibadah puasa.

Salah satu faktor penyebabnya karena dehidrasi. Cepatnya proses dehidrasi diakibatkan oleh suhu dan temperatur udara yang panas. Kondisi ini dialami oleh Umat muslim yang berada di jazirah Arab, terutama dikawasan yang mempunyai gurun dengan curah hujan yang sangat rendah. Tak hanya dikawasan Arab, umat muslim di Indonesia juga mengahadapi suhu dan temperatur yang panas, namun tidak seektrim suhu dan temperatur kawasan jazirah Arab.

Meski masyarakat Indonesia terbiasa dengan suhu tropis, namun karena letak Indonesia yang dilewati garis khatulistiwa menyebabkan Indonesia mendapatkan sinar matahari sepanjang tahun. Artinya, suhu di Indonesia dan daerah-daerah lain di dunia yang dilewati garis khatulistiwa relatif hangat cenderung panas. Kecenderungannya, wilayah-wilayah dengan bangunan padat akan mengalami suhu udara panas lebih tinggi. Untuk wilayah-wilayah dengan vegetasi hijau dan daerah terbuka, akan mengalami suhu udara panas yang lebih rendah.

Kembali ke topik utama, rasa haus menjadi pengganggu nomor satu dalam menjalankan ibadah puasa karena dapat membuat tubuh menjadi lemas. Apa lagi saat di siang hari, Anda pasti akan merasakan kehausan. Hal ini wajar saja dirasakan karena saat berpuasa Anda akan dilarang untuk minum atau makan, sehingga Anda akan kekurangan cairan atau sering disebut dehidrasi.

Mengatasi haus saat puasa dapat dilakukan dengan menjaga suhu tubuh tetap normal. Hal ini dapat  membantu Anda untuk tidak mudah merasa haus, Apalagi jika Anda memiliki banyak kegiatan di luar ruangan. Agar ibadah puasa tidak terganggu dan tetap lancar hingga waktu berbuka puasa tiba, anda bisa mencoba beberapa tips untuk mengatasi haus saat puasa, berikut ulasannya.


1. Minum air putih saat sahur.
Usahakan perbanyak minum air putih dari waktu berbuka puasa hingga menjelang imsak. Hal ini dapat membuat Anda terhidrasi dengan baik saat Anda menjalankan puasa.


Spesialis penyakit dalam dari Rumah Sakit Carolus, dr. Laurentius Aswin Pramono, SpPD menyarankan, minumlah dua gelas air putih saat sahur, 6 gelas saat berbuka puasa dan setelahnya.

Pembagiannya dapat dilakukan dengan meminum 1 gelas air tak lama usai bangun sahur, 1 gelas saat sahur, 1 gelas setelah sahur, 1 gelas saat berbuka puasa, 1 gelas setelah salat magrib. Kebiasaan ini akan membantu Anda tidak kehausan pada jam-jam puasa.

2. Konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan saat sahur. 
Salah satu cara mudah untuk mencegah haus saat puasa adalah dengan banyak mengonsumsi
sayur-sayuran dan buah-buahan ketika sahur.  Asupan cairan tidak hanya bisa Anda dapatkan dengan minum air putih, namun juga bisa Anda dapatkan dari sayuran dan buah-buahan.


Sayuran dan buah-buahan mengandung serat tinggi dan kaya akan vitamin dan mineral yang sangat dibutuhkan tubuh.  Kandungan inilah yang membantu tubuh tidak mudah merasa lapar dan haus saat berpuasa.

3. Hindari konsumsi makanan asin.
Makanan tinggi garam membuat kebutuhan tubuh akan cairan semakin meningkat.


4. Hindari minum kopi.
Bagi penggemar kopi, sebaiknya hindari dahulu minuman favorit kalian ini saat berpuasa. Pasalnya, kandungan kafein dapat membuat pusing sekaligus mudah merasa haus. Selain itu, kopi juga bersifat diuretik, yakni bikin kamu bolak-balik buang air kecil.


5. Tidur yang cukup.
Istirahat yang cukup dengan cara menjaga pola tidur dapat membantu tubuh tetap segar saat berpuasa. Usahakan saat malam kamu tidur lebih awal meski aktivitas seharian sangat padat.


6. Gunakan pakaian berbahan adem. 
Selama berpuasa, lebih bijaklah dalam memilih baju yang Anda pakai. Warna kemeja, jenis kainnya, dan berapa lapis pakaian yang Anda kenakan — semua ini memainkan peran penting dalam menjaga suhu tubuh Anda tetap serendah mungkin.


Jika Anda bekerja di dalam rumah, pilihlah baju berbahan katun yang berwarna terang; Jika sebagian besar hari Anda dihabiskan di luar, warna yang lebih gelap akan membantu melindungi Anda dari efek sinar matahari. Tapi usahakan jangan kenakan pakaian berwarna hitam. Warna hitam cenderung menarik panas dan menguncinya ke tubuh Anda.

7. Konsumsi Suplemen dan Vitamin.
Karena alasan kesibukan terkadang kita tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi secara seimbang dari makanan, baik itu buah-buahan dan sayur-sayuran. Konsumsi multivitamin yang teratur cukup disarankan, terlebih di bulan puasa. Sebab, tubuh kekurangan vitamin dan mineral, tubuh kita cepat lelah, lemas dan tidak berenergi.


Beberapa multivitamin mengandung beberapa vitamin seperti A, D dan E yang dapat larut dalam lemak. Selain itu, multivitamin yang mengandung vitamin B kompleks juga berguna untuk mengoptimalkan energi yang didapatkan dari makanan sahur. Kandungan mineral dari multivitamin juga membantu memaksimalkan antioksidan, sehingga tubuh tidak gampang lelah dan lemas.

8. Batasi aktivitas di luar ruangan. 
Upayakan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan agar tidak terjadi kehilangan cairan tubuh karena penguapan akibat udara lingkungan yang panas. Atau selalu menggunakan pelindung seperti payung saat harus berada di luar ruangan.