Laman

Tampilkan postingan dengan label Internasional & Geopolitik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Internasional & Geopolitik. Tampilkan semua postingan

Jumat, 24 Juli 2020

Sejarah Hagia Sophia - Mengubah Hagia Sophia Menjadi Mesjid Tidak Sesuai Dengan Ajaran Islam

Dewan Negara, pengadilan administratif tertinggi Turki, pada 2 Juli membatalkan keputusan 1934 dan memerintahkan Hagia Sophia, situs Warisan Dunia UNESCO, akan dibuka kembali sebagai tempat beribadah Muslim. Dewan Negara memutuskan Hagia Sophia menjadi masjid dari museum dengan suara bulat. Proses suara bulan ini merupakan manipulasi emosi yang mencolok. 

Hagia Sophia/Foto: Westfalenpost

Usaha Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan ini tidak lain hanya untuk memenangkan satu kelompok Muslim namun menyembunyikan kenyataan yang jauh dari semangat Islam. Fakta-fakta sejarah jika terungkap akan menjadi bumerang. Pemerintah Edogan adalah contoh nyata dari pemerintahan yang mendistorsi sejarah untuk melayani kepentingan politiknya. Yang pasti, banyak sejarawan, baik orang Turki atau orang Arab, menyebut peristiwa ini dengan bangga, meski tidak mencerminkan moral Islam.

Ketika masih hidup, Nabi Muhammad SAW menulis kepada Uskup Bani Harith bin Kaab dan para uskup Najran, pendeta, biksu, dan pengikut mereka bahwa mereka menyimpan semua milik yang ada di tangan mereka baik sedikit atau banyak, termasuk harta milik mereka, doa. Semuanya di bawah perlindungan Allah SWT dan Nabi-Nya. Tidak ada uskup yang harus disingkirkan dari jabatannya atau biksu dari biaranya atau pendeta dari gerejanya. 

Seharusnya apa yang telah dilakukan Nabi Muhammad menjadi sebuah tradisi dan hukum yang harus dipatuhi semua umat Islam. Yang dilakukan Nabi Muhammad ini bermakna untuk hidup bersama orang lain sambil menghormati ritual keagamaan mereka, tempat-tempat ibadah mereka, dan keyakinan keagamaan mereka. 

Setelah Nabi Muhammad wafat, para khalifah mengikuti tradisi yang toleran dan baik hati ini. Khalifah Umar bin Khattab mengikuti dengan apa yang dikenal sebagai "Perjanjian Umar" untuk orang-orang Yerusalem:  

"Atas nama Tuhan Yang Maha Pemurah, Yang Maha Penyayang, ini adalah jaminan perdamaian dan perlindungan yang diberikan oleh hamba Allah, Umar, kepada orang-orang Yerusalem." Umar memberi mereka jaminan perlindungan kehidupan mereka, properti, gereja, salib, orang sakit, orang sehat, dan semua komunitas agamanya. Gereja-gereja mereka tidak akan ditempati, dihancurkan atau diambil seluruhnya atau sebagian. Tak satu pun dari salib atau properti mereka akan disita. Mereka tidak akan dipaksa dalam agama mereka dan tidak akan ada dari mereka yang terluka."

Umar menulis perjanjian serupa untuk rakyat Lod, sementara Ayyadh bin Ghanam menulis perjanjian serupa untuk rakyat atau Ar-Raqqah dan Uskup Odessa.
Ketika Khalid bin Walid menaklukkan Damaskus, ia menulis kepada orang-orangnya: 

Atas nama Allah, Yang Maha Pemurah, Penyayang. Ini diberikan oleh Khalid bin Walid kepada orang-orang Damaskus. Ketika orang-orang Muslim masuk, mereka (orang-orang Damaskus) akan memiliki keselamatan untuk diri mereka sendiri, harta benda mereka, tempat ibadah mereka, dan tembok-tembok kota mereka, yang tidak ada yang akan dihancurkan. Mereka memiliki jaminan ini atas nama Allah, Utusan Allah, Khalifah, dan Muslim.

Kondisi ini tidak terjadi saat penaklukan Konstantinopel. Hagia Sophia adalah gereja Kristen yang dibangun antara 532 M dan 537 M pada masa pemerintahan Kaisar Justinian I. Namun Mehmed II mengubah gereja itu menjadi masjid. 

Hagia Sophia, yang merupakan tempat ibadah terbesar di dunia Kristen, telah menjadi tempat yang hebat untuk ibadat Islam. Tidak ada bangunan di Eropa Barat yang lebih memesona selain Hagia Sophia. Sebelum pembangunan gereja-gereja besar selama masa Renaisans, Hagia Sophia menjadi sorotan orang-orang Kristen di mana-mana. Ini menjelaskan mengapa konversi Hagia Sophia menjadi masjid adalah masalah yang krusial bagi umat Kristen.

"Dalam arti yang sama, perilaku Republik Turki setelah tahun 1930 sangat penting dalam hal politik dan budaya ketika mengubah tempat ibadah ini menjadi museum, setelah itu menyebabkan perselisihan antara orang-orang selama berabad-abad." [Ottoman Ditemukan Kembali, diterjemahkan oleh Bassam Chiha (Beirut: Al-Dar Al-Arabiya Lil Ulum Nashiroun, 2012, 77)].

Erdogan berusaha memenangkan hati Muslim di seluruh dunia dengan mengadakan doa di Hagia Sophia dan mengubahnya menjadi masjid. Meskipun langkah seperti itu tidak mewakili nilai-nilai Islam, yang melarang paksaan dan penghinaan dari Ahli Kitab.

Turki tidak memiliki hak untuk membuat keputusan seperti itu, berdasarkan undang-undang yang menjamin hak dan sentimen orang-orang di seluruh dunia. Ini tidak hanya didikte oleh hukum internasional, tetapi terutama oleh prinsip-prinsip Nabi Muhammad, para sahabatnya dan ajaran-ajaran Islam moderat sepanjang zaman.

Adapun dokumen yang mengklaim bahwa Hagia Sophia adalah bagian dari Wakaf Fatih, itu pasti bagian dari permainan di mana sejarah ditempa dan digunakan.
Tidak sulit untuk memalsukan dokumen semacam itu, terutama mengingat bahwa dokumen tersebut tidak sesuai dengan fakta sejarah.

Bagi Fatih, ketika pertama kali menginjakkan kaki di kota, mengumumkan konversi Hagia Sophia menjadi masjid, lalu kapan dia punya waktu untuk membelinya dan menetapkannya sebagai Wakaf? Baginya, itu adalah fait accompli.

Perubahan Hagia Sophia tidak mewakili kita sebagai Muslim di seluruh dunia.


Sejarah Hagia Sophia

Dalam bahasa Turki, Hagia Sophia disebut Ayasofya, dan di bahasa Latin: Sancta Sophia. Hagia Sophia juga pernah dikenal sebagai Gereja Kebijaksanaan Suci (Church of the Holy Wisdom) dan Gereja Kebijaksanaan Ilahi (Church of the Divine Wisdom).

Menurut ensiklopedia Britannica , bangunan Hagia Sophia pertama kali didirikan di atas pondasi atau tempat kuil pagan pada 325 Masehi, atas perintah Kaisar Konstantinus I.

Putranya, Konstantius II, lalu menjadikan bangunan ini sebagai gereja Ortodoks pada 360 masehi. Hagia Sophia kemudian menjadi gereja tempat para penguasa dimahkotai dan menjadi katedral paling besar yang beroperasi sepanjang periode Kekaisaran Bizantium.

Pada tahun 404 masehi, Hagia Sophia sempat terbakar akibat kerusuhan karena konflik politik di kalangan keluarga Kaisar Arkadios yang kemudian menjadi penguasa Bizantium pada 395-408 masehi.

Selepas Arkadios mangkat, penerusnya, Kaisar Theodosis II membangun struktur kedua di Hagia Sophia. Di bangunan ini, ditambahkan lima nave dan jalan masuk khas gereja dengan atap terbuat dari kayu.

Sebagaimana dicatat Encyclopedia Britannica , pembangunan gereja Hagia Sophia berlanjut di masa kekuasaan Justinan I (532 M). Perbaikan dilakukan karena Hagia Sophia rusak akibat rusuh yang terjadi saat revolusi Nikka.

Setelah kerusuhan yang melanda Konstantinopel itu, Justinian I memerintahkan arsitek terkenal pada masanya, Isidoros (Milet) dan Anthemios (Tralles), untuk mendirikan ulang bangunan Hagia Sophia. Pada masa Kaisar Justinian I inilah yang paling masyhur diakui sebagai fondasi awal dari bangunan Hagia Sophia yang sekarang demikian terkenal.

Kubah yang menaungi Hagia Sophia juga diklaim sebagai kubah bangunan terbesar kedua selepas Gereja Pantheon di Roma. Bangunan ini dianggap warisan arsitektur terpenting dari era Bizantium dan merupakan bagian dari monumen warisan dunia.

Pada 1453, era Kekaisaran Bizantium berakhir karena ditaklukkan oleh Sultan Mehmet/Mehmed II dari Kekaisaran Ottoman. Setelah Sultan Mehmed II menaklukkan Konstantinopel, status Hagia Sophia dikonversi menjadi masjid.

Nama Hagia Sophia masih dipertahankan oleh Sultan Mehmed II. Sebagaimana arti kata sophia dalam bahasa Yunani adalah kebijaksanaan, maka arti lengkap dari Hagia Sophia adalah tempat suci bagi Tuhan. Sultan Mehmed II mempertahankan kesucian Hagia Sophia dan hanya mengubah status fungsinya dari gereja menjadi tempat ibadah umat Islam.

Salah satu alasan Sultan Mehmed II: "Tuhan yang disembah umat Kristen dan Islam adalah Tuhan yang sama," tulis Robert Mark dan Ahmet S. Cakmak yang dikutip dari Diegesis di Hagia Sophia from the Age of Justinian to the Present (1992: 201).

Saat berubah menjadi masjid di era Mehmed II, banyak mosaik dan lukisan bercorak Kristen, yang menghiasai bangunan Hagia Sophia, ditutupi dan diplester. Seniman kaligrafi terkenal pada masa itu, Kazasker Mustafa İzzet, kemudian mengguratkan tulisan Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, empat khalifah pertama, dan dua cucu Rasulullah SAW, di beberapa bagian interior Hagia Sophia.

Pada masa Kesultanan Ottoman, struktur bangunan Hagia Sophia memperoleh sentuhan arsitektur Islam. Misalnya, mihrab yang kemudian dibangun, hingga pendirian empat menara yang digunakan untuk melantunkan Adzan. Bangunan seperti madrasah, perpustakaan hingga dapur umum juga melengkapi Hagia Sophia pada masa Ottoman. Pada era Kekaisaran Ottoman, bangunan Hagia Sophia sempat difungsikan menjadi masjid selama 482 tahun.

Selepas Kekaisaran Ottoman bubar dan Turki menjadi negara republik, Hagia Sophia pun kembali beralih fungsi. Pendiri dan presiden pertama Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk mengubah status Hagia Sophia menjadi museum.

Setelah Hagia Sophia menjadi museum, dilakukan restorasi mosaik-mosaik kuno di bangunan ini dan plester penutupnya dibuka. Lantas, selepas plester ornamennya dibuka, tampaklah lukisan Bunda Maria dan bayi Yesus, yang ternyata berjejer dengan kaligrafi Allah dan Muhammad SAW.

Hagia Sophia kemudian diakui sebagai salah satu dari situs Warisan Dunia UNESCO yang disebut Area Bersejarah Istanbul, sejak tahun 1985.




Referensi

Ali Mohammed (Kairo: Al-Khanji Boosktore, 2001)

[Ahmed bin Abi Yakoob, Tarikh Al-Yakoobi, diulas oleh Abdul Amir Mhanna, (Beirut: Al-Aalami Lil Matbouat, 2010) Mengatakan bin Batriq “Afticius,” Al-Tarikh Al-Majmou 'Ala Al-Tahqiq Wal Tasdiq (Beirut : Jesuites Print, 1905)]

Ottoman Ditemukan Kembali [diterjemahkan oleh Bassam Chiha (Beirut: Al-Dar Al-Arabiya Lil Ulum Nashiroun, 2012, 77)]

Apakah Perubahan Hagia Sophia Mewakili Muslim Dunia?
Republika.co.id 

Sejarah Hagia Sophia, Museum yang Dijadikan Masjid oleh Erdogan
Tirto.id

Selasa, 09 Juni 2020

Teori Bumi Kotak


Prof Keith Loore, seorang mantan ilmuan NASA dalam beberapa artikel disebutkan memaparkan teori bumi kotak berdasarkan penelitian yang ia dalami selama bertahun-tahun.

Saat ditanya mana sudut-sudut Bumi, maka jawabannya ialah deretan pegunungan yang menjulang tinggi ke cakrawala. Menurut Prof Keith Loore, setiap sisi bumi dibatasi oleh pegunungan tinggi dan lautan yang sangat berombak.


Berdasarkan pengamatan Prof Keith Loore, jika bentuk planet tercinta kita ini adalah bulat tanpa sudut, seharusnya rotasi dan revolusi terjadi lebih lambat. Oleh sebab itulah dirinya menyimpulkan kalau bentuk bumi tidak bulat utuh melainkan memiliki sedikit sudut di sisi-sisinya.

Kalau benar kubus, mungkin bisa mulai kita cari di mana sudut bumi. 


Sabtu, 06 Juni 2020

Runtuhnya Kerajaan Persia - The Fall of the Persian Empire

Kerajaan Sassaniyah terus berperang dengan Kekaisaran Romawi selama berabad-abad, namun Sassaniyah tidak ditaklukan oleh Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) melainkan oleh kekhalifahan Islam, saat Umar bin Khattab menjadi khalifah ke-2 setelah wafatnya Nabi Muhammad, SAW, sebagai penerus Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Kejayaan Persia mulai sirna setelah akhir pemerintahan Khosrau II yang selanjutnya lebih kerap akrab dengan perang saudara. Sejak 628 hingga 632 M atau hanya dalam kurun waktu 4 tahun, Kekaisaran Sassaniyah telah berganti raja sampai 14 kali.


Dinasti Sassaniyah sendiri berdiri sejak 224 M dan pernah menjadi kekuatan terbesar di Asia Barat, Selatan, dan Tengah. Shapur Shahbazi (2005) dalam buku Sasanian Dynasty menyebutkan, selama lebih dari 400 tahun, Kekaisaran Sassaniyah merupakan lawan sepadan bagi Kekaisaran Romawi Timur (Bizantium) yang menjadi simbol kekuatan Eropa.

Bangsa Sassania menamakan kerajaan mereka Eranshahr (Wilayah kekuasaan bangsa Iran ( Arya)) atau Ērān dalam bahasa Persia Pertengahan, yang menghasilkan istilah Iranshahr and Iran dalam bahasa Persia Baru. Masa kekuasaan Sassania terbentang sepanjang periode Abad Kuno Akhir (bahasa Inggris: Late Antiquity ), dan dianggap sebagai salah satu periode yang paling penting dan berpengaruh dalam sejarah Iran.

istana Apadana, di Persepolis, ibu kota Kekaisaran Persia (sekarang bernama Iran)
Kekaisaran Sassania didirikan oleh Ardashir I, setelah keruntuhan Kekaisaran Parthia dan kekalahan raja Parthia terakhir, Artabanos IV ( bahasa Persia: ﺍﺭﺩﻭﺍﻥ , Ardavan). Dan, yang menjadi raja terakhir Dinasti Sassaniyah sebelum Persia beralih-rupa adalah Yazdegerd III.

Yazdegerd III 
Naik tahtanya Yazdegerd III yang masih bocah rupanya dimanfaatkan betul oleh kekhalifahan Islam yang berpusat di Madinah. Tahun 633 M, pasukan muslim menyerbu salah satu negara taklukan Kekaisaran Sassaniyah yang berlokasi di Irak, yakni Kerajaan Bani Lakhm, dan berhasil merebutnya (John Middleton, World Monarchies and Dynasties , 2015).

Sassaniyah tak tinggal diam. Yazdegerd III mengutus jenderal kepercayaannya, Rostam Farrokhzad, untuk memimpin pasukan menuju ke Irak. Terjadilah pertempuran pertama antara Dinasti Sassaniyah melawan pasukan muslim pada 634 M yang dikenal dengan nama Perang Jisr (Khalid Yahya, ed., The History of al-Tabari, 1993:188).

Persia meraih kemenangan dalam perang ini. Namun, situasi berbalik setelah Umar bin Khattab menjadi pemimpin Madinah, khalifah ke-2—setelah wafatnya Nabi Muhammad—sebagai penerus Abu Bakar Ash-Shiddiq. Sejak awal kepemimpinannya, Umar memang berupaya untuk memperluas wilayah Islam (Irfan L. Sarhindi, The Lost Story of Kabah , 2013:208).

Khalifah Umar yang mulai memimpin di Madinah sejak 23 Agustus 634 M langsung menyusun strategi demi membalas kekalahan dari Sassaniyah di Irak. Pada 636 M, dikirimlah pasukan muslim dalam jumlah yang lebih besar di bawah komando Sa'ad bin Abi Waqqash. Bentrokan pun terjadi di sebelah barat Sungai Eufrat.

Pertempuran yang dikenang dengan nama Perang Al-Qadisiyyah ini dimenangkan oleh pihak muslim. Yazdegerd III bahkan harus kehilangan tiga panglima terpentingnya, yaitu Rostam Farrokhzad, Bahman Jadhuyih, dan Armenia Jalinus, yang tewas (Peter Crawford, The War of the Three Gods: Romans, Persians, and the Rise of Islam , 2013:140).

Saat Dinasti Sassaniyah sedang menanti keruntuhannya, sejumlah referensi menyebut bahwa Yazdegerd III menerima surat dari Umar bin Khattab. Melalui surat tersebut, Khalifah Umar meminta kepada penguasa Sassaniyah itu untuk menyerah. Yazdegerd III akan diampuni jika bersedia meninggalkan agamanya, Zoroaster, dan masuk Islam.

Namun, kebenaran dari keberadaan surat itu sampai saat ini masih menjadi perdebatan meskipun terjemahannya dalam bahasa Inggris sudah beredar luas. Salinan surat tersebut, beserta balasan dari Yazdegerd III yang menolak mentah-mentah tawaran Umar, disebut-sebut berada di Museum London, Inggris.

Yazdegerd III memang tidak pernah memenuhi permintaan Umar bin Khattab untuk menyerah dan memeluk Islam. Ia masih berusaha mencari bantuan kepada vasal-vasal taklukan kerajaannya, hingga berupaya mencapai Cina untuk meminta perlindungan dari Dinasti Tang yang memang bersahabat dengan Kekaisaran Sassaniyah.

Namun harapan Yazdegerd III itu tidak pernah terwujud karena ia akhirnya mati di tangan anak buahnya sendiri dalam perjalanan menuju Cina. Kematian Yazdegerd III sekaligus menutup riwayat Kekaisaran Sassaniyah.



Referensi:

Yazdegerd III, Penjaga Terakhir Persia Sebelum Era Islam - Tirto.id

Kekaisaran Sasaniyah - Wikipedia 

Kamis, 04 Juni 2020

Nuklir Israel

Kepemilikan bom nuklir oleh Israel menjadi sebuah rahasia umum di kancah internasional. Israel tidak pernah membenarkan, pun tidak membantahnya.


Israel bukan penandatangan Perjanjian Non-proliferasi Nuklir (NPT) 1965 yang mewajibkan anggotanya jadi target pemeriksaan badan nuklir IAEA. Sehingga akan sulit bagi masyarakat internasional memaksa Israel mengungkapkan senjata nuklir mereka.

Namun pada 2009, Sidang Majelis Umum PBB menelurkan resolusi yang mengimbau negara non-NPT memperbolehkan peninjau IAEA masuk. Ada 189 negara yang manut pada titah PBB ini, tapi Israel menolak, mengatakan resolusi itu munafik.

Menurut laporan The National Interest yang dikutip VIVA Militer, sebuah email milik mantan Menteri Pertahanan Amerika Serikat, Jenderal Colin Powell, bocor ke publik. Dalam surat elektronik itu, mantan Panglima Angkatan Bersenjata Amerika Serikat (US Armed Forces) menyebut bahwa Israel memiliki lebih dari 200 senjata nuklir.

Negev Nuclear Research Center (Dimona)
Tak cuma itu, Powell juga menjelaskan bahwa Israel juga memiliki cadangan nuklir yang kecil namun begitu kuat. Pengembangan senjata nuklir tak lain adalah untuk menjaga negara Yahudi itu dari serangan musuh-musuhnya.

Colin Powell
Selain Colin Powell, pada 2008 lalu, mantan Presiden Amerika Serikat Jimmy Carter seperti dikutip Reuters mengatakan Israel punya 150 hulu ledak nuklir, bisa juga lebih.

"Amerika Serikat punya lebih dari 12 ribu senjata nuklir, Uni Soviet (Rusia) jumlahnya hampir sama, Inggris dan Prancis punya beberapa ratus, dan Israel punya 150 atau lebih," kata Carter.

Jimmy Carter
Enam tahun kemudian, Carter merevisi jumlah nuklir Israel menjadi 300 buah. Namun menurut lembaga think-tank AS Rand Corporation, angka realistis kepemilikan senjata nuklir Israel adalah sekitar 65-85 hulu ledak.

Terungkapnya Nuklir Israel
Pesawat mata-mata U-2 Amerika pada 1958 menangkap citra udara di gurun Negev yang diduga reaktor nuklir Dimona. Israel menolak permintaan Paman Sam untuk memeriksa lokasi tersebut.

Reaktor nuklir Dimona
Pada 1960, Israel membantah Dimona adalah reaktor nuklir. Kepada Paman Sam, mereka mengatakan fasilitas itu adalah pabrik tekstil dan instalasi penelitian metalurgi. Dalam pertemuan dengan Presiden John F. Kennedy pada 1963, Menteri Luar Negeri Israel Shimon Peres menegaskan bahwa mereka "tidak akan memperkenalkan senjata nuklir di kawasan."

Kebohongan Israel terkuak ketika pada 1986, teknisi nuklir Israel bernama Mordechai Vanunu mengungkapkannya kepada media Inggris, Sunday Times. Dalam wawancara itu, Sunday Times mengungkapkan Israel adalah negara pemilik nuklir terbesar keenam setelah Paman Sam, Rusia, Inggris, Prancis, dan China. Vanunu ditangkap di Italia dan dibawa ke Israel. Dia divonis 18 tahun penjara karena pengkhianatan dan mata-mata.

Mordechai Vanunu
Para ahli FAS mengatakan, rudal nuklir Israel mampu mencapai Libya, Iran, atau Rusia. Para ahli di Federasi Ilmuwan Amerika Serikat (FAS) seperti dikutip dari Council Foreign Relations, mengatakan; "hulu ledak Israel bisa diluncurkan dari baik dari jet tempur F-16 dan F-15, dari peluncur darat dengan rudal Jericho II, atau ditembakkan dari kapal selam atau kapal perang di laut."


Rencana Israel memiliki senjata nuklir telah ada sejak berakhirnya Perang Dunia II. Awal mula program senjata nuklir di Israel digagas oleh Perdana Menteri Israel pertama, David Ben-Gurion. Ben-Gurion disebut memiliki obesesi untuk mengembangkan senjata nuklir sebagai pertahanan dari serangan lawan. David Ben-Gurion, melalui surat kepada kawannya di Eropa pada 1948 mengatakan Israel harus mempercepat pembangunan bom nuklir untuk melindungi negara Yahudi.

David Ben Gurion
Apa yang menjadi ambisi Ben-Gurion tak lain lantaran Israel tak memiliki jaminan keamanan dari negara-negara besar semisal AS, Inggris, atau Prancis. Israel bahkan disebut sampai membeli senjata konvensional di pasar gelap untuk memperkuat Angkatan Bersenjata (Tzahal) yang masih seumur jagung.

Ternyata, Ben-Gurion secara rahasia menginstruksikan penasihat sainsnya, Ernst David Bergmann, untuk membuat program pembangunan senjata nuklir dan mendirikan Komisi Energi Atom Israel. Ben-Gurion berhasil membangun komunikasi dan meyakinkan Prancis untuk memasok reaktor nuklir air tanah, yang berfungsi sebagai bahan utama senjata nuklir.

Amerika Serikat kirim 22.395 Ton Peralatan Perang ke Israel pada perang Yom Kippur tahun 1973
Reaktor itu kabarnya dibangin di kota Dimona, sebuah kota di gurun Negev, sebelah selatan Be'er Sheva. Israel sempat nyaris menggunakan senjata nuklir pertamanya, Jericho I di Perang Yom Kippur pada 1973. Israel dengan dukungan Amerika Serikat, melawan Mesir dan Suriah, yang didukung oleh Yordania, Irak, Arab Saudi, Libya, Tunisia, Aljazair, Maroko, Kuba, dan Uni Soviet.

Negev Nuclear Research Center (Dimona)
Pada akhirnya, rudal Jericho I yang sebenarnya sudah siap diluncurkan lewat permukaan tanah dan melalui pesawat tempur F-4 Phantom, tak jadi digunakan. Jericho I adalah senjata nuklir berbasis peluncuran darat pertama yang dimiliki Israel. Jericho I dipercaya sudah dinonaktifkan, dan diganti oleh Jericho II dan III. The National Interest juga melaporkan bahwa Jericho II memiliki jangkauan pendek mencapai 1.770 kilometer, dengan kekuatan hulu ledak 1 megaton.

Saat ini, Israel juga diduga memiliki rudal balistik nuklir antarbenua berbasis peluncuran laut. Lima kapal selam kelas Dolphin buatan Jerman yang dimiliki Israel kabarnya dilengkapi dengan rudal penjelajah berhulu ledak nuklir. Saat ini, Israel memiliki rudal balistik nuklir Arrow.



Referensi:

Misteri Ratusan Senjata Nuklir Israel, Cuma Amerika yang Tahu
VIVA.co.id

Rahasia Senjata Nuklir Israel yang Terbungkus Rapi
kumparanNEWS

Senin, 01 Juni 2020

Monowi Nebraska - Kota Berpenduduk 1 Orang

Berdasarkan sensus penduduk tahun 2010, kota ini memiliki populasi 1 orang.


Monowi Nebraska adalah sebuah kota kecil berbadan hukum, di Boyd County, Nebraska, Amerika Serikat. Tahun 1930, kota ini memiliki populasi mencapai 150 orang.

Kota Monowi tahun 1968
Seperti komunitas kecil lainnya di dataran luas, tempat itu harus kehilangan banyak generasi mudanya karena harus pergi ke kota untuk mencari pengalaman dan karir yang lebih baik. Kantor pos, tiga toko bahan kelontong berhenti beroperasi antara 1967 hingga 1970. Dan pada 1974 satu-satunya sekolah di Monowi juga ditutup.

Monowi Nebraska Map
Selama sensus tahun 2000, kota ini punya total populasi sebanyak 2 orang, hanya sepasang suami istri bernama Rudy dan Elsie Eiler. Rudy meninggal pada tahun 2004, meninggalkan istrinya sebagai satu-satunya penduduk di sana.


Saat suami Elsie, Rudy meninggal dunia pada 2004, dia tak hanya mewariskan sebuah restoran untuk istrinya, tetapi dia mewariskan seluruh kota Monowi. Menurut badan sensus Amerika Serikat, Monowi adalah satu-satunya kota di Amerika Serikat yang tercatat hanya memiliki satu orang penduduk.


Akhirnya Elsie berperan sebagai walikota, mengadakan lisensi minuman keras untuk dirinya dan membayar pajak untuk dirinya sendiri. Dia diwajibkan untuk membuat rencana jalan kota setiap tahun untuk mendapatkan dana negara untuk empat lampu jalan di desa tersebut.

Elsie bukan hanya warga, tetapi dia juga adalah wali kota, pegawai, bendahara, pustakawan, penjaga bar, dan satu-satunya orang yang tinggal di kota kecil itu. Sebagai satu-satunya warga kota Monowi, Elsie selalu memasang pemberitahuan di satu-satunya tempat usaha di kota itu, bar miliknya. Dia mengumumkan pemilihan wali kota dan lalu perempuan itu memilih dirinya sendiri.

Dari mana Elsie mendapatkan pajak kota? Tentu dari kantongnya sendiri. Agar tetap mendapatkan anggaran dari negara bagian, Elsie harus membuat rencana tahunan dan mengumpulkan pajak sebesar 500 dolar per tahun agar lampu dan air bersih tetap beroperasi di kota itu.

Elsie juga tetap mencatat daftar tempat tinggal yang kosong, sebagai antisipasi jika ada seseorang yang ingin pindah ke salah satu bangunan di kota itu sekaligus menambah jumlah penduduknya.

Para pelanggan bar dan restoran milik Elsie adalah mereka yang tinggal dalam jarak 30-48 kilometer dari Monowi yang sudah lama dia kenal. Namun, tak jarang tamunya berasal dari kota Lincoln dan Omaha yang berjarak lebih dari 300 kilometer hanya untuk menengok Elsie.




Referensi:

Kisah Monowi, Kota di AS dengan Penduduk Hanya Satu Orang
Kompas.com

9 Tempat yang Dianggap Paling Aneh di Seluruh Dunia dan Faktanya
IDN Times

Minggu, 10 Mei 2020

Hilangnya Bulan Pada Tahun 1110 Dari Langit Bumi

Bulan ternyata pernah menghilang dari langit Bumi sekitar satu milenium atau seribu tahun lalu. Lantas apa penyebabnya? Berikut penjelasannya;

Moon from Earth Space
(Images: Science Photo Libary)

Hal tersebut dikarenakan terjadi pergolakkan besar di atmosfer bumi. Pada saat itu adanya awan raksasa kaya akan partikel sulfur yang bergerak ke seluruh stratosfer, sehingga mengubah langit menjadi gelap selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Stratosfer sendiri merupakan lapisan kedua dari atmosfer bumi, terletak di atas troposfer dan di bawah mesosfer. Terungkapnya fenomena itu setelah para peneliti melakukan pengeboran untuk mengambil sampel inti es dari perut bumi di bawah lapisan es atau gletser. Analisa pada sampel tersebut menunjukkan adanya sulfur aerosol yang terjebak di dalamnya.

Jejak sulfur aerosol tersebut diperkirakan terbentuk akibat peristiwa letusan gunung berapi yang mencapai lapisan stratosfer, dan kemudian letusan itu membutuhkan waktu untuk pada akhirnya turun kembali ke Bumi. Lapisan es itu menyimpan bukti vulkanisme yang terjadi jauh di masa lalu, meski demikian tetap sulit untuk menentukan waktu pasti peristiwa itu terjadi.

Peneliti masih mencari dari gunung berapi apa letusan itu berasal. Melansir Science Alert , Jumat (8/5/2020), para ilmuan berasumsi endapan sulfur tersebut berasal dari lutusan besar gunung berapi Hekla di Islandia pada tahun 1104. Salah satu gunung yang paling paling ditakuti, bahkan disebut-sebut sebagai 'Gerbang Menuju Neraka'.

Asumsi letusan itu pun dianggap masuk akal, berdasarkan bukti yang ditemukan di bawah lapisan es bahwa adanya endapan sulfat terbesar selama 1.000 tahun terakhir. Kendati demikian, hal itu masih meragukan jika ternyata garis waktu dari inti es mengalami lengkungan waktu. Lantaran, sebuah penelitian beberapa tahun lalu mengungkapkan, bahwa menurut skala waktu yang dikenal dengan Greenland Ice core Chronology 2005 (GICC 05), terdapat tahun yang hilang hingga tujuh tahun pada milenium pertama masehi dan empat tahun pada milenium berikutnya.

Berdasarkan temuan itu, menurut penelitian terbaru oleh palaeoclimatologi Sébastien Guillet dari University of Geneva di Swiss menyimpulkan, Hekla bukanlah gunung berapi yang menyebabkan terbentuknua endapan sulfat pada inti es tersebut. Adanya revisi kronologi waktu inti es Greenland, maka diperkirakan waktu terbentuknya endapan sulfat tersebut mulai terjadi pada akhir tahun 1108 atau awal 1109, dan terus berlangsung hingga 1113.

Tim peneliti pun menelusuri dokumen sejarah guna menyelidikan penyebab dari terbentuknya endapan sulfat pada inti es. Mereka mencari catatan sejarah abad pertengahan mengenai peristiwa gerhana bulan aneh yang sangat gelap, yang dimungkinkan berhubungan dengan terbentuknya kabut yang menutupi lapisan stratosfer akibat letusan gunung berapi.
Menurut catatan NASA, berdasarkan retrokalkulasi astronomi, tujuh peristiwa gerhana bulan total pernah terjadi di Eropa pada 20 tahun pertama di milenium terakhir, yakni antara 1100 dan 1120.

Dalam kurun waktu tersebut, seorang saksi menuliskan adanya gerhana bulan yang terjadi pada Mei 1110. Menurutnya, saat itu bulan terlihat sangat gelap.

"Pada malam kelima di bulan Mei, muncul bulan yang bersinar terang di malam hari, dan sedikit demi sedikit cahayanya berkurang sehingga begitu malam mencapai puncaknya, cahaya itu benar-benar padam. Tidak ada cahaya maupun orb, tidak ada apapun yang terlihat," tulis saksi dalam Peterborough Chronicle.

Banyak astronom yang telah membahas gerhana bulan yang misterius itu, salah satunya Georges Frederick Chambers astronom asal Inggris.

"Gerhana bulan ini adalah contoh gerhana 'hitam', ketika bulan menjadi tidak terlihat dan tak memancarkan cahaya dengan rona tembaga yang seperti biasanya," kata dia.

Meskipun peristiwa ini terkenal dalam sejarah astronomi, namun para peneliti tidak dapat memperkirakan kejadian itu disebabkan oleh aerosol vulkanik yang berada di lapisan stratosfer. Jika berdasarkan penghitungan waktu tersebut bukanlah gunung Hekla yang meletus pada saat itu, maka gunung berapi apa yang jadi penyebabnya?

Para peneliti menilai penjelasan yang paling mungkin adalah berasal dari Gunung Asama di Jepang. Gunung berapi tersebut pernah meletus pada tahun 1108 dan menghasilkan lapisan debu yang tebal selama berbulan-bulan. Jauh lebih besar dari letusan yang terjadi pada 1783 dengan menewaskan lebih dari 1.400 jiwa.

Catatan yang ditulis oleh seorang negarawan menggambarkan peristiwa yang terjadi pada tahun 1108, di mana ada api di puncak gunung berapi, lapisan abu tebal menutupi kebun gubernur, begitu pula di ladang dan sawah sehingga jadi tidak layak untuk ditanami.

Para peneliti juga melakukan penelitian bukti cincin pohon untuk memperkuat hipotesis mereka. Hasilnya menunjukkan pada tahun 1109 temperatur udara sangat dingin yakni sekitar 1 derajat celsius lebih dingin di belahan bumi utara. Dokumuen sejarah lainnya juga mencatat adanya dampak iklim dan sosial yang terjadi pada tahun 1109-1111 akibat terjadi letusan gunung berapi pada 1108. Para peneliti menemukan banyak kesaksian yang merujuk pada cuaca buruk, kegagalan panen, dan kelaparan di tahun-tahun tersebut.

"Berbagai rangkaian bukti menunjukkan saat itu masyarakat mengalami kesulitan bertani, dimulai pada tahun 1109 hingga terjadi bencana kelaparan yang meluas hingga beberapa wilayah di sebelah barat Eropa,” kata tim peneliti.

Meski demikian, masa-masa sulit yang terjadi pada manusia hampir satu milenium yang lalu itu, tak bisa dijadikan bukti kuat terjadinya peristiwa letusan gunung berapi. Tetapi para peneliti mengatakan, jika semua bukti dirangkai menjadi satu maka menunjukkan adanya rangkaian letusan gunung berapi yang terlupakan pada tahun 1108-1110 yang menyebabkan tragedi kemanusiaan yang mengerikan pada masa itu.

Penelitian ini menyatakan alasan itu merupakan yang paling masuk akal dalam mengungkap tentang misteri hilangnya Bulan di langit Bumi.


Dilansir dari: KOMPAS.COM
"Ternyata Bulan Pernah Menghilang dari Langit Bumi, Kok Bisa?"
Publikasi: 8 Mei 2020
Penulis: Yohana Artha Uly
Editor: Holy Kartika Nurwigati Sumartiningtyas

Sabtu, 22 Juni 2019

Hanya 73 Detik, Rute di Papua Termasuk Rute Penerbangan Terpendek di Dunia

Dari desa Kagata menuju Apowo, Nabire, Papua, jarak dua desa ini hanya 2,4 kilometer. Posisi geografis kedua desa tersebut berhadapan secara langsung, tetapi dipisahkan oleh bukit, hutan yang lebat, lembah yang curam dan tebing terjal. Sehingga sangat sulit untuk ditempuh dengan jalur darat, bahkan bagi penduduk setempat.

Landasan di kedua desa amat pendek yaitu 350 meter di Kegata dan 400 meter di Apowo, dengan permukaan rumput dan jurang di sisi lain. Adalah maskapai Pilatus Porter yang melayani rute dari Desa Kegata ke Apowo. Hal tersebut tertulis di situs Airlineratings.com


Matt Dearden, pilot maskapai Pilatus Porter di blog pribadinya menceritakan sekaligus mendokumentasikan pengalamanya tentang  rute penerbangan di Papua itu. Matt mengupload video penerbangannya dengan kamera GoPro HD and Canon S110. Dia memperlihatkan, bagaimana bentangan alam di sana dan suasana di dalam pesawat yang hanya bisa menampung sekitar 6 orang saja.


Matt sudah berada di Papua sejak tahun 2012. Selain menjadi pilot, dia juga suka menulis di berbagai situs internasional seperti Flyer Magazine dan The Huffington Post mengenai dunia penerbangan. Matt sendiri mengakui kalau penerbangan dari Kegata ke Apowo dihiasi pemandangan indah. Walau, landasan pacunya hanya berupa tanah dan sangat licin jika sudah terkena hujan.

Matt Dearden
Namun patut diketahui, hingga saat ini, rekor penerbangan terpendek di dunia masih dipegang oleh maskapai Longanair yang terbang dari Westray ke Papa Westray di Provinsi Orkney, Skotlandia. Jarak antara kedua wilayah tersebut 1.7 mil (2.7 km) dengan waktu tempuh 47 detik.


Selasa, 11 Juni 2019

Organisasi Papua Merdeka OPM

Provokasi Papua Merdeka menghadirkan Neraka di bumi Cenderawasih. Ribuan nyawa telah melayang sia -sia. Generasi muda Papua banyak yang terpapar isu Papua yang menyesatkan, hingga sedang terancam masa depannya.


Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah momok yang mengancam disintegrasi negara. Berbagai tindakannya sudah mengarah kepada upaya mewujudkan keinginannya untuk meraih kemerdekaan. Mengibarkan bendera OPM dan menyanyikan lagu, serta aksi-aksi yang menguatkan dirinya sebagai kekuatan yang mengancam warga sipil semakin meneguhkan dirinya sebagai kelompok separatis. Namun negara Indonesia hanya menyebut mereka sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).


Mereka secara terbuka menyatakan bahwa motif penyerangan adalah untuk menolak kebijakan pemerintah dalam melakukan pembangunan di Papua. Bahkan mereka secara eksplisit menginginkan kemerdekaannya. Mereka sudah sering mengekspresikan keinginan besar mereka tapi negara masih menganggapnya sebagai ancaman negara. Bahkan ekspresi sudah mereka tunjukkan di setiap acara mereka, seperti menampilkan lagu kebangsaan dan lambang bendera mereka. Mereka juga mengklaim memiliki wilayah dan kekuasaan, serta jumlah penduduk yang jelas.

Latar belakang

Gerakan prokemerdekaan Papua merupakan imbas dari perlakuan tidak adil yang diterima masyarakat Papua dari pemerintah Indonesia yang dianggap represif. Kekerasan yang terjadi sudah pasti adalah ekses, tapi target sasarannya memang TNI dan POLRI. Di bayangan mereka selama ini, kehadiran negara dalam sosok aparat TNI dan Kepolisian itu penuh dengan repressiveness. Itu sebuah akumulasi ingatan, pengalaman. Akar persoalannya di situ.

Dalam buku Papua Road Map yang diterbitkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia pada 2009 disebut akar masalah Papua meliputi: peminggiran, diskriminasi, termasuk minimnya pengakuan atas kontribusi dan jasa Papua bagi Indonesia, tidak optimalnya pembangunan infrastruktur sosial di Papua, khususnya pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi rakyat dan rendahnya keterlibatan pelaku ekonomi asli Papua, proses integrasi politik, ekonomi, dan sosial budaya yang belum tuntas.

Selain itu, siklus kekerasan politik belum tertangani, bahkan meluas dan pelanggaran HAM yang belum dapat diselesaikan, khususnya kasus Wasior, Wamena, dan Paniai. Pembangunan konektivitas infrastruktur menjadi pintu masuk untuk penyelesaian masalah sosial yang dibutuhkan oleh masyarakat Papua, itu sebagai pemenuhan HAM untuk aspek sosial, budaya dan juga ekonomi.


Sejarah Organisasi Papua Merdeka (OPM) 

Organisasi Papua Merdeka (OPM) adalah gerakan prok Papua yang berawal dari reaksi orang Papua atas sikap pemerintah Indonesia sejak 1963. Perlawanan secara bersenjata pertama kali diluncurkan di Manokwari pada 26 Juli 1965.

Logo (simbol) OPM
Laporan Institute for Policy Analysis of Conflict (IPAC) berjudul The Current Status of The Papuan Pro - Independence Movement yang diterbitkan 24 Agustus 2015 menyebut organisasi ini 'terdiri dari faksi yang saling bersaing '.

Faksi ini terdiri dari tiga elemen: kelompok bersenjata, masing- masing memiliki kontrol teritori yang berbeda: Timika, dataran tinggi dan pantai utara; kelompok yang melakukan demonstrasi dan protes; dan sekelompok kecil pemimpin yang berbasis di luar negeri -seperti di Pasifik, Eropa dan Amerika Serikat yang mencoba untuk meningkatkan kesadaran tentang isu Papua dan membangkitkan dukungan internasional untuk kemerdekaan.

Peta Provinsi Papua, Indonesia (foto: zonadamai.files.wordpress.com)
Sebagian besar OPM bersenjata bermarkas di Papua, tetapi beberapa orang berlindung di pedalaman dan di perbatasan Papua Nugini. Namun, tidak ada komando tunggal dalam organisasi bersenjata ini.

Laporan IPAC menyebut, setidaknya terdapat tiga komando sayap militer OPM. Goliath Tabuni, yang berbasis di Tingginambut, kabupaten Puncak Jaya, dipandang yang paling kuat dengan cakupan teritorial yang paling luas, meliputi Puncak, Paniai dan Mimika.

Puron Wenda, yang berbasis di Lanny Jaya memisahkan diri dari Goliath sekitar tahun 2010. Pada Mei 2015, kelompoknya menyatakan " perang total revolusioner" dan mengklaim kelompok Goliat dan yang lainnya berada di bawah komandonya, tetapi tidak ada bukti yang mendukung ini.

Puron Wenda (foto: MiliterMeter.com)
Sementara itu, Richard Hans Yoweni berbasis di Papua New Guinea (Nugini), namun memiliki pengaruh kuat di sepanjang Pantai Utara. Adapun aparat menuding Egianus Kogoya sebagai otak di balik insiden Nduga.

Direktur eksekutif IPAC yang juga pengamat terorisme, Sydney Jones , menyebut kelompok Egianus Kogoya merupakan sempalan dari kelompok pimpinan Kelly Kwalik, komandan sayap militer OPM, yang tewas dalam penyergapan polisi pada 2009.

Militansi kelompok ini diamini oleh peneliti kajian Papua di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI ), Adriana Elizabeth yang menyebut organisasi sayap militer OPM ini merupakan 'kelompok yang paling agresif'.

"Kalau dalam struktur (organisasi) tidak ada hierarki, menurut saya, jadi itu ada beberapa kelompok. Tapi kalau melihat pola yang dilakukan kelompok Egianus Kogoya ini memang ini kelompok yang paling agresif, yang mereka sasar itu memang TNI" jelas Adriana.

IPAC dalam laporannya menyebut Kelly Kwalik berada di balik penculikan dan pembunuhan delapan orang pendatang di Papua pada 1986. Sepuluh tahun kemudian, pada Januari 1996, Kelly Kwalik menculik tim peneliti satwa liar, termasuk enam orang asing di Mapenduma, Nduga.

Kelly Kwalik (foto: Wikipedia)
Orang- orang Kelly juga dikaitkan dengan serangan 31 Agustus 2002 yang menewaskan tiga warga sipil di sekitar wilayah tambang Freeport, termasuk dua guru sekolah Amerika, dan melukai sembilan orang lainnya. Juga serangkaian penembakan yang dimulai Juli 2009 di sepanjang jalan yang menghubungkan tambang ke kota Timika, termasuk pembunuhan seorang warga Australia. Unit polisi kontra terorisme, Densus 88, kemudian memburu dan menembaknya di Timika pada Desember 2009.

Menyusul kematian Kelly Kwalik, pusat kegiatan bersenjata OPM bergeser ke utara di daerah Puncak Jaya, di mana salah satu pejuang Kelly, Goliath Tabuni kini berbasis.

Sejak tahun 2004, Goliath dan pengikutnya menjadikan Puncak Jaya sebagai distrik paling keras di Papua. Ini membuat daerah operasinya meluas ke distrik tetangga, seperti Puncak dan Tolikara, begitu juga Paniai. Goliath, disebut Sebby sebagai panglima tinggi TPNPB, sesuai hasil reformasi militer yang digelar 1 - 5 Mei 2012.

Goliath Tabuni (foto: Wikipedia)
Peta kekuatan militer TPNPB - OPM sendiri dibagi menjadi 29 Komando Daerah Pertahanan (Kodap) yang tersebar di seluruh Papua. Setiap kodap mempunyai 2 .500 personil. Dua ribu lima ratus personil TPNPB itu anggota tetap, anggota tidak tetap adalah ratusan ribu.

Mereka dapatkan senjata dengan merampas senjata anggota aparat TNI/ Polri yang lengah, dari pelaku konflik Ambon di Maluku, dan melalui jalur ilegal di perbatasan Papua Nugini.

Sementara faksi - faksi bersenjata merupakan inti simbolis yang penting bagi gerakan pro kemerdekaan, jaringan yang lebih moderat secara aktif melakukan tekanan kepada pemerintah pusat. Sama halnya dalam faksi bersenjata, hubungan antara kelompok ini sering ditandai oleh permusuhan dan kekacauan, namun pada 2014 dibentuklah Gerakan Persatuan Pembebasan untuk Papua Barat atau ULMWP yang terdiri dari Otoritas Nasional Papua Barat (WPNA), Koalisi Nasional untuk Pembebasan Papua Barat (WPNCL) dan Komite Nasional Papua Barat (KNPB).

Sementara dua kelompok yang pertama percaya mereka memiliki legitimasi lebih karena akar mereka dalam gerakan yang lebih tua, termasuk OPM bersenjata, KNPB sejak 2008 menunjukkan kemampuan yang jauh lebih besar untuk memobilisasi protes di Papua.

Tahun 2017, Benny Wenda, juru bicara ULMWP mengklaim telah menyerahkan petisi ke PBB, yang antara lain mengharapkan Papua masuk kembali dalam daftar di Komite Dekolonisasi PBB, setelah dikeluarkan dari daftar tahun 1963 menyusul hal yang disebut sebagai invasi Indonesia.

Benny Wenda (foto: CNN Indonesia)
Petisi itu diklaim ULMWP sudah diserahkan kepada Komite Dekolonisasi PBB yang dikenal pula dengan Komite 24 di New York, Selasa (26/ 09). Disebut pula petisi yang didukung 1 ,8 juta tanda tangan itu -sebanyak 95,77% disebut merupakan warga asli Papua Barat dan sisanya adalah para pemukim Indonesia di Papua - yang mewakili sekitar 70% dari total warga asli Papua Barat.


Referensi:.

Organisasi Papua Merdeka, Apa dan Siapa Mereka ?
Okezone.com

Organisasi Papua Merdeka dan Bahaya Separatisme
suaramuslimnet

Selasa, 04 Juni 2019

Download Buku Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto oleh John Roosa PDF

Buku ini terbit pertama kali dalam bahasa Inggris; "Pretext for Mass Murder: The September 30th Movement and Suharto’s Coup d’Etat in Indonesia" (dalam bahasa Indonesia; "Dalih Pembunuhan Massal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto").


Sang penulis, John Roosa adalah seorang sejarawan dan profesor di University of British Columbia (UBC), Kanada. Sebagai sejarahwan yang memiliki integritas, John Roosa melakukan investigasi yang lebih mendalam guna membongkar sejarah yang digelapkan oleh pembunuh-pembunuh itu. Sebagai manusia biasa yang peduli dengan prinsip-prinsip moral, hati nuraninya terketuk, atas tirani yang dilakukan rezim Suharto. Rezim itu tak lebih dari sekedar attack dog (antek) para taipan pemodal asing dan jadi penuh dengan pejabat-pejabat bodoh dan brutal, orang dengan watak preman yang sama sekali tidak peduli dengan prinsip HAM, yang mengkhianati prinsip kemerdekaan, membunuh dan menyiksa orang Indonesia sendiri, dan kemudian menjual kekayaan tanah airnya kepada konglomerat multinasional dengan harga murah, seperti yang terjadi pada tambang emas Freeport di Papua.

John Roosa 
Identitas banga Indonesia berubah total sesudah 1965. Semangat antikolonialisme hilang dan anti-komunisme menjadi dasar identitas bangsa. Ini berarti kebencian terhadap sesama orang Indonesia menjadi basis untuk menentukan siapa warganegara yang jahat dan baik. Sistem ekonomi dan sistem politik juga berubah total. Sesudah 1998 orang Indonesia menggali lagi ide-ide dari zaman pra-1965, dan juga pra-1959 (sebelum Demokrasi Terpimpin): ide-ide tentang rule of law, HAM, sekularisme dan lain sebagainya.

Menurut John Roosa, pembantaian tersebut terdiri dari dua hal: represi terhadap gerakan nasionalis kiri (pengangkapan massal, penahanan massal) dan pembunuhan terhadap gerakan itu. Kalau represi, tujuan utamanya menghancurkan kekuatan petani, yang sedang mendukung proses land reform, dan kekuatan buruh, yang sedang mengambil alih banyak perusahaan milik modal asing. Represi itu sebenarnya bisa dilakukan tanpa pembunuhan. Waktu itu PKI tidak melawan. Kenapa kelompok Suharto di dalam Angkatan Darat (AD) memilih membunuh orang yang sudah ditahan?

Ada beberapa kemungkinan, tapi satu poin yang cukup penting: kelompok Suharto mau membuktikan kesetiaannya kepada kampanye antikomunis Amerika Serikat (AS), supaya AS membantu tentara bertahan lama sebagai penguasa. Suharto sadar bahwa rezim dia akan bergantung kepada bantuan finansial dari AS untuk memperbaiki ekonomi Indonesia.

Hubungan antara "oknum pimpinan Angkatan Darat" dan Amerika Serikat erat sekali sebelum dan sesudah G30S. Banyak oknum perwira Angkatan Darat diterbangkan ke Negeri Paman Sam untuk latihan militer dan sebagian di antara mereka rela jadi informant (mata-mata)!untuk militer Amerika.  Mereka menyediakan senjata, alat komunikasi, bantuan material, seperti beras, dan bantuan finansial serta daftar nama anggota PKI. Paman Sam juga membantu tentara menciptakan psychological warfare campaign. Perusahaan-perusahaan Amerika Serikat berhenti membayar royalti ke pemerintah Sukarno di awal tahun 1966 dan mulai mengirim uang itu ke rekening Suharto" ujar John Roosa.

John Roosa kembali menyatakan, "Ketegangan antara PKI dan organisasi anti-komunis sebelum G30S, misalnya antara PKI dan PNI di Bali, atau PKI dan NU di Jawa Timur, tidak bisa menjelaskan pembunuhan massal. Orang sipil yang ikut milisi, seperti Tameng di Bali dan Ansor di Jawa Timur, tidak mampu membunuh sebegitu banyak orang sendirian. Paling-paling mereka bisa mengorganisir tawuran-tawuran. Dalam tawuran-tawuran seperti itu, orang PKI berani melawan dan tidak akan banyak orang yang gugur. Pembunuhan massal terjadi sesudah banyak orang PKI rela masuk kamp-kamp penahanan. Kemudian tugas milisi menjadi algojo saja. Kalau tidak ada backing dari tentara, orang sipil di milisi-milisi itu tidak bisa berbuat banyak. Sekejam apapun orang PKI sebelum G30S (dan kekejaman itu juga terlalu sering dibesar-besarkan), tetap tidak bisa membenarkan tindakan extra-judicial killing yang dilakukan milisi maupun tentara. Seharusnya para pelaku pembunuhan itu malu dan menyesal dengan apa yang mereka perbuat: membunuh orang yang telah tidak berdaya. 

Mereka adalah para pengecut yang kemudian berpose sebagai pahlawan perang. Tidak ada perang waktu itu, kecuali dalam imajinasi orang yang tidak tahu apa itu perang yang sebenarnya. Extra-judicial killings (hukuman mati tampa peradilan sebelumnya), penghilangan paksa, penyiksaan, mati kelaparan dalam penjara, semuanya tidak bisa dibenarkan dan tidak bisa ditolerir".

Pembunuhan Masal: Gerakan 30 September dan Kudeta Suharto
Format: Pdf (E-book)
Ukuran: 1.8 Mb


Referensi:
Interview IndoPROGRESS dengan Prof.John Roosa: "Identitas Bangsa Indonesia Berubah Total Sesudah 1965" (Senin, 25 April 2011)

Sabtu, 25 Mei 2019

Silent Majority dan Vocal Majority

Silent majority adalah istilah yang disematkan kepada orang-orang pasif dalam menyuarakan pendapat mereka.

Istilah ini sering digunakan dalam dunia politik, tapi kini merambah ke non-politik karena silent majority bisa terjadi di lingkungan dan situasi serta kondisi sosial lainnya.


Istilah silent majority muncul kali pertama pada pidato Presiden Amerika ke-37 Richard Nixon pada 1969. Waktu itu ia meminta dukungan dari warga Amerika yang tidak mau ikut berdemo dalam menentang kebijakan perang Vietnam.

Richard Nixon 
Silent majority memilih untuk bungkam karena merasa lebih aman daripada harus bersitegang dengan mereka yang aktif dalam memberikan suaranya.Mereka juga lebih berhati-hati saat memutuskan untuk berbicara dan menunjukan keberadaanya kepada orang banyak. Mereka biasanya lebih mengamati perkembangan isu tersebuttetapi tidak mau bersuara.

Banyak alasan mendasar kenapa mereka memilih untuk diam dan bungkam saat menghadapi situasi yang membuat tidak nyaman. Mulai dari merasa takut, malas berdebat, menunggu momen yang tepat untuk berbicara, sampai-sampai mereka menjaga hubungan dengan sekitar.

Namun menjadi silent majority tentu saja memberikan efek yang terkadang negatif bahkan beresiko, dimana para silent majority terpaksa setuju dengan suatu hal yang sebenarnya tidak disukai atau bahkan tidak benar.

Karena takut berbicara maka memilih bungkam, padahal jika pendapat itu disampaikan bisa jadi membawa perubahan yang lebih baik.

Adanya media sosial yang berkembang sekarang, ini justru efektif untuk para silent majority dalam mengungkapkan pendapatnya. Karena mereka bebas bersuara tanpa ada komentar secara langsung terhadapnya.

Semakin banyak orang yang bungkam, maka semakin tertutup kesempatan menyuarakan dan memperjuangkan hak-hak masyarakat. Di era demokrasi ini, generasi Mellennials tentu harus berani dalam bersuara dan berpendapat untuk kepentingan masyarakat.

Sedangkan Vocal Majority adalah istilah bagi mereka yang kreatif dan kritis. Cenderung aktif bersuara secara langsung dan punya peran besar di setiap lini kehidupan. Vocal minority membentuk dan menanggapi isu.

Ciri dan Karakter Silent Majority

1. Silent majority adalah observer yang baik. Walau diam, mereka mempelajari situasi sebelum mengungkapkan pendapat maupun bertindak.

2. Silent majority juga sebagai pengamat yang objektif, berfikir rasional, tetapi tidak mempunyai kemauan untuk tampil.

3. Saat dibutuhkan, kelompok silent majority bisa diandalkan. Awal masuk dalam lingkungan, memang cenderung kaku dan diam tapi mereka menganalisa situasi.

4. Silent majority harus pandai memilih kapan waktunya berpikir secara detail baik positif maupun negatifnya dan berbicara tanpa berpikir terlalu lama.


Referensi:
Silent Majority Jangan Hanya Berani di Medsos! - Tribun Batam
TRIBUNnews.com

Kamis, 02 Mei 2019

Body Dysmorphic Disorder (BDD) - Membenci Tubuh Sendiri (Gangguan Psikologis)

Body Dysmorphic Disorder (BDD) adalah gangguan psikologis, dimana penderitanya merasa tidak puas dengan kondisi tubuh dan terlalu cemas dengan kekurangan pada tubuhnya, bahkan yang lebih ekstrim, penderitanya membenci akan dirinya sendiri.

Gambar Ilustrasi: Wikipedia

Penderita body dysmorphic disorder kesulitan untuk mengendalikan pikiran negatif atas tubuh mereka. Dalam kategori yang ekstrem, mereka memikirkan kekurangan tersebut setiap saat dan memengaruhi kehidupan personal dan sosialnya.

Dilansir dari Laman Anxiety and Depression Association of America (ADAA), "body dysmorphic disorder dialami oleh 1,7 persen hingga 2,4 persen dari total populasi manusia, atau sekitar 1 di antara 50 orang. Paling banyak, BDD dialami oleh remaja dan dewasa awal."

Riset American Psychiatric Association mengungkapkan, bahwa body dysmorphic disorder dapat dialami oleh perempuan dan laki-laki dengan presentase yang tak jauh beda. Di Amerika Serikat, BDD dialami oleh 2,5 persen laki-laki dan 2,2 persen perempuan. Mostly, BDD mulai muncul pada usia 12-13 tahun.

Anxiety and Depression Association of America (ADAA) menyebut bahwa faktor biologis dan faktor lingkungan saling memengaruhi. Secara genetik, faktor biologis seperti tidak berfungsinya serotonin di otak dan adanya riwayat penderita BDD di keluarga dapat menyumbang munculnya body dysmorphic disorder. Faktor lingkungan juga dapat menjadi pemicu, seperti adanya trauma masa kecil, riwayat penganiayaan dan kekerasan, pengaruh peer groups, hingga adanya tekanan soal body image dari media sosial.

Dikutip dari Jurnal penelitian yang dipublikasikan oleh US National Library of Medicine National Institue of Health, dari 156 pelajar yang terdiri dari 57,1 persen perempuan dan 42,9 persen laki-laki, perempuan cenderung merasa cemas terhadap kegemukan (40,4 persen), masalah kulit (24,7 persen) dan bentuk gigi (18 persen).

Sementara, pada laki-laki, cenderung cemas terhadap masalah rambut (hair loss) (34,3 persen), kegemukan (32,8 persen), masalah kulit (14,9 persen) dan bentuk hidung (14,9 persen). Penelitian ini mengambil sampel pada pelajar di Pakistan. Selain itu, penelitian lain menyebutkan bahwa perempuan cenderung cemas terkait masalah berat badan dan laki-laki terhadap otot (muscles).

cara penderita body dysmorphic disorder melampiaskan rasa ketidakpuasan pada tubuh mereka ditandai dari beberapa karakteristik, seperti sering membanding-bandingkan diri dengan orang lain, menghindari melihat bayangan di cermin, perawatan dan workout yang berlebihan, hingga berkamuflase dengan pakaian dan make-up.

Segala cara pun ditempuh agar mereka merasa lebih baik. Mengejar bentuk tubuh dan wajah yang ideal adalah impian mereka, demi mendapatkan penampilan terbaik dan diterima dalam pergaulan.

Orang yang mengalami body dysmorphic disorder umumnya juga memiliki masalah mental lain. Seperti menderita gangguan kecemasan sosial, depresi, gangguan makan, gangguan obsesif kompulsif (OCD) hingga anoreksia. Pikiran mengganggu dan perilaku berulang yang ditunjukkan dalam BDD mirip dengan obsesi dan dorongan OCD.

Menghindari situasi sosial dalam BDD mungkin disebabkan oleh rasa malu atas penampilan fisik dan mirip dengan perilaku beberapa orang dengan gangguan kecemasan sosial. Sementara, body dysmorphic disorder juga berimplikasi dengan anoreksia jika ketidakpuasan pada tubuh membuat mereka takut dengan bertambahnya berat badan.

Jika rasa ketidakpuasan dan kebencian terhadap tubuh kita semakin berlarut, jangan ragu untuk menemui tenaga profesional seperti psikolog atau psikiater. Jangan malu atau merasa takut menemui mereka.

Mlakukan self-diagnose tidak membantu untuk keluar dari masalah. Apalagi, jika hal tersebut mulai mengganggu kehidupan personal, sosial dan kerja kita.


Sumber:
IDN TIMES - Sering Membenci Tubuh Sendiri, Bisa Jadi Tanda Body Dysmorphic loh!  

Jumat, 01 Maret 2019

Industri 4.0

Awalnya, "Industri 4.0" berasal dari sebuah proyek strategis teknologi Pemerintah Jerman yang mengutamakan komputerisasi untuk setiap pabrik yang berada di Jerman. Revoluasi Industri 4.0 ini mencuat kembali pada 2011 di Hannover Fair, Jerman.

Oktober 2012, Working Group on Industry 4.0 memaparkan rekomendasi pelaksanaan Revolusi Industri 4.0 kepada Pemerintah Federal Jerman.


Sejarah Industri 1.0 hingga 4.0 
Revolusi industri 1.0 (pertama) dimulai pada abad ke-18, ketika Indonesia masih dibawah pemerintahan Kolonial Hindia-Belanda.

Hal itu ditandai dengan penemuan mesin uap untuk upaya peningkatkan produktivitas yang bernilai tinggi. Seperti yang terjadi di Inggris, saat itu, perusahaan tenun menggunakan steam engine (mesin uap) untuk menghasilkan produk tekstil.

Revolusi industri 2.0 (kedua) dimulai pada tahun 1900-an. Revolusi yang kedua ini terkait dengan teknologi di lini produksi dan kegiatan ekonomi. Hal tersebut ditandai dengan ditemukannya tenaga listrik.

Pada fase ini, beberapa industri di berbagai Negara mengalami pertumbuhan yang cukup signfikan, seperti sektor agro dan pertambangan.

Revolusi industri 3.0 (ketiga) diawali di tahun 90-an. Pada fase ini, terjadi digitalisasi dan  otomatisasi yang terjadi secara global. Saat itu, belum diketahui dan tidak diprediksi bahwa internet efeknya akan seperti hari ini. Hari ini seluruh negara di dunia baru melihat apa efek dari Internet of things.

Revolusi industri keempat (4.0) dimulai sekitar tahun 2011-2012 yang kini menjadi tren di dunia industri. Revolusi industri keempat menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri

Istliah "Industri 4.0" berasal dari sebuah proyek strategis teknologi Pemerintah Jerman, di Hannover Fair tahun 2011, yang mengutamakan komputerisasi pabrik.

Istilah "Industrie 4.0" kembali mencuat pada Oktober 2012, Working Group on Industry 4.0 memaparkan rekomendasi pelaksanaan Industri 4.0 kepada pemerintah federal Jerman. Anggota kelompok kerja Industri 4.0 diakui sebagai bapak pendiri dan perintis Industri 4.0. Laporan akhir Working Group Industry 4.0 dipaparkan di Hannover Fair tanggal 8 April 2013.

Dalam Industri 4.0, terdapat empat prinsip rancangan untuk membantu perusahaan mengidentifikasi dan mengimplementasikan skenario-skenario Industri 4.0, yaitu:

Interoperabilitas (kesesuaian):
Kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk berhubungan dan berkomunikasi dengan satu sama lain lewat Internet untuk segala (IoT) atau Internet untuk khalayak (IoP).

Transparansi informasi:
Kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor. Prinsip ini membutuhkan pengumpulan data sensor mentah agar menghasilkan informasi konteks bernilai tinggi.

Bantuan teknis:
Pertama, kemampuan sistem bantuan untuk membantu manusia dengan mengumpulkan dan membuat visualisasi informasi secara menyeluruh agar bisa membuat keputusan bijak dan menyelesaikan masalah genting yang mendadak.
Kedua, kemampuan sistem siber-fisik untuk membantu manusia secara fisik dengan melakukan serangkaian tugas yang tidak menyenangkan, terlalu berat, atau tidak aman bagi manusia.

Keputusan mandiri:
Kemampuan sistem siber-fisik untuk membuat keputusan sendiri dan melakukan tugas semandiri mungkin. Bila terjadi pengecualian, gangguan, atau ada tujuan yang berseberangan, tugas didelegasikan ke atasan.


Referensi:

Apa Itu Revolusi Industri 4.0?
Detik News

Revolusi industri 4.0
Wikipedia

Sejarah Revolusi Industri dari 1.0 hingga 4.0
Tirto.id 

Jumat, 15 Februari 2019

Operasi Intelejen CIA di Indonesia


CIA, Badan intelijen Internasional  Amerika Serikat "menyalurkan uang dan memasok senjata kepada pemberontak untuk melengserkan Sukarno pada 1950-an". Walaupun sempat gagal, namun mereka tidak menyerah, berbagai cara dan upaya terus mereka lakukan. Akhirnya apa yang menjadi misi mereka terwujud di Tahun 1965. 

"Bulan September 1957 mereka memberikan 50 ribu US Dollar. CIA, melalui stok senjata marinir dan angkatan darat Amerika, memasok 42.000 pucuk senjata tipe Riffles yang diberikan kepada para pemberontak, demi menjatuhkan Presiden Sukarno". 

Puncaknya pada peristiwa G30S/PKI. Keterlibatan CIA dalam penumpasan G30S/PKI, seperti yang tercatat dalam dokumen rahasia September 1965.


CIA (Central Intelligence Agency) adalah badan intelijen rahasia
yang ditugaskan oleh pemerintah Amerika Serikat. CIA berbeda dengan FBI. FBI hanya menjalankan aksi intelijen, dan menegakkan hukum dinegara federal (negara bagian) dan isu-isu domestik Amerika Serikat saja. Sedangkan aktivitas CIA adalah berhubungan dengan isu-isu internasional.


CIA melaporkan langsung segala macam kegiatan mereka kepada Direktur Intelijen Nasional Amerika Serikat yang bermarkas di Langley, Virginia. Direktur Intelijen Nasional mempunyai kompetensi untuk memberikan penilaian, pendapat dan perspektif yang bertujuan untuk menjaga stabilitas dan kepentingan keamanan Amerika Serikat.

CIA memiliki agen yang sangat terlatih,  agen intelijen sipil non-militer yang kadang-kadang dimasukkan ke dalam tugas kegiatan rahasia atas permintaan Presiden Amerika Serikat. CIA mengumpulkan informasi tentang pemerintah asing, perusahaan, dan individu.

Jejak Agen Rahasia CIA di Indonesia
Perang Dingin melawan ideologi komunis Uni Soviet mengharuskan CIA, badan intelijen Amerika Serikat, menempatkan para intelnya di Indonesia. Amerika Serikat harus bekerja melalui organisasi militer Indonesia untuk memobilisasi oposisi terhadap komunisme. Seperti yang sudah diketahui bersama, perang dingin adalah perang dua ideologi, antara Amerika Serikat yang berideologi Kapitalis, melawan Uni Soviet yang berhaluan komunis.

Selain Indonesia, Amerika Serikat juga menghalau haluan komunis di beberapa negara, seperti di Vietnam, Korea, Tiongkok dan Kuba. Caranya dengan mengirimkan agen intelejen mereka dan mendanai pemberontakan dan perang sipil.

Ini adalah fakta sejarah yang tidak dapat dibantah lagi. Usaha kudeta pertama di Indonesia pada tahun 1958 gagal mengguncangkan pemerintahan Sukarno. Namun setelah gelombang pembersihan komunisme "pada tahun 1965, Maj. Suharto memimpin penumpasan PKI dan pada akhirnya berhasil menyingkirkan Sukarno. Peran penting Suharto saat itu menempatkannya di kursi kepresidenan pada tahun 1967".

CIA menjadikan oknum militer Indonesia sebagai sekutu dan kolega penting mereka, yang bertujuan memberantas komunisme dari Partai Komunis Indonesia (PKI). Agen CIA mendekati para kolonel ini. CIA yang kaya sumber daya ini mengontak salah satu dari perwira menengah yang berpengaruh.

Mereka, para oknum militer pembelot itu membuka rekening bank sendiri di Singapura dan rekening itu dapat digunakan siapa pun yang bersedia membantu mereka.

Buku Mestika Zed & Hasril Chaniago dalam Ahmad Husein: perlawanan seorang pejuang (2001) menulis:

"Mereka memiliki perwakilan di Singapura, termasuk Soemitro, sebagai pencari dana bagi para pemberontak, bersama Letkol Herman Nicolas "Ventje" Sumual, salah seorang pencetus Perdjuangan Semesta (Permesta) pada 2 Maret 1957.


Bersama para pemimpin dari Minahasa, Bugis, Makassar, dan Ambon, Sumual mendeklarasikan ide Permesta di kediaman Andi Pangerang Petta Rani, seorang aristokrat Bugis dan gubernur Sulawesi. 

Adapun Soemitro Djojohadikusumo yang pergi ke Padang. Sementara Ahmad Husein adalah komandan militer Sumatera Barat yang mengatur pertemuan di Sungai Dareh, sebuah kota kecil di sebelah timur Padang, untuk membentuk Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) pada 15 Februari 1958. Hashim termasuk salah satu yang terlibat dalam PRRI"

Soemitro Djojohadikusumo
Soemitro Djojohadikusumo adalah ayah dari Prabowo Subianto. Soemitro Djojohadikusumo pernah beberapa kali menjabat sebagai menteri di era Orde Lama dan Orde Baru, termasuk menjadi menteri keuangan.

9 Februari 1958, Pemberontak Letnan Kolonel Maluddin Simbolon mengeluarkan ultimatum atas nama pemerintah provinsi Sumatera Utara, menuntut pembentukan pemerintahan baru.


Sukarno menolak tuntutan itu dan memerintahkan pemimpin TNI, Jendral Abdul Haris Nasution untuk menghentikan pemberontakan itu.


12 Februari 1958, Jendral Abdul Haris Nasution memutuskan untuk menerbangkan prajurit ke Sumatra untuk melakukan penyerangan. Pasukan militer dibawah pimpinan Jendral Abdul Haris Nasution tersebut berhasil melumpuhkan para pemberontak-pemberontak itu.


Dalam dokumen rahasia CIA yang dibuka dan dirilis kepublik oleh Arsip Keamanan Nasional di The George Wshington University, sangat jelas terlihat, sejak tahun 1957, CIA terus memberikan dukungan terhadap sejumlah upaya pemberontakan di Indonesia melalui markas udara di Naha, Okinawa, dibawah kepemimpinan Ted Shanon. Fasilitas lainnya adalah di Taiwan, dimana pesawat pembom A-26 disiapkan untuk membantu pemberontak di Indonesia.

"Agen-agen CIA mengadakan hubungan pula dengan lingkaran orang-orang Letnan Kolonel Ahmad Husein. Bulan September 1957, Smith berangkat ke Sumatera Tengah untuk bertemu Ahmad Husein dan Simbolon di Bukittinggi. Mereka diberi 50 ribu US Dollar".

Uang ini, menurut Simbolon, "untuk membeli makanan bagi 300-400 tentara di Medan. Di Singapura, Simbolon pun dapat bantuan lagi, termasuk senjata sebanyak 42.000".

Pemberontak Indonesia yang telah dipersenjatai itu kemudian dikembalikan ke Sumatra melalui air drop dari Filipina dan juga didaratkan dengan kapal selam.

Pasukan Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI)
CIA mengirim berton-ton senjata dan amunisi ke Pelabuhan Painan, 35 mil ke arah selatan Padang. Dari Painan, 50 tentara bawahan para kolonel diangkut ke pangkalan-pangkalan militer Amerika di Asia Tenggara untuk dilatih.

Bulan November dan Desember 1957, cukup banyak persenjataan modern buatan Amerika Serikat yang masuk dan dibiayai oleh Amerika Serikat, diangkut ke pelabuhan-pelabuhan yang dikuasai pemberontak. Namun, memasuki bulan Desember 1957, pengiriman senjata dilakukan secara terbuka. Senjata diangkut pesawat yang diterbangkan dari Filipina, Thailand, Taiwan atau Malaya.

Namun, segala bantuan CIA ini seolah mubazir. Sebab, ambisi pasukan PRRI cepat dipadamkan oleh tentara Republik, dibawah kepemimpinan Jendral Abdul Haris Nasution. PRRI digambarkan sebagai pencundang, sekaligus menjadi aib yang memalukan bagi CIA. Kolaborasi antara pemberontak dan CIA tak mampu melengserkan Sukarno.

G30S/PKI dan Pembantaian 1965
Peristiwa G30S/PKI pada 1965 adalah babak sejarah paling abu-abu di Indonesia. Ternyata, dari jauh hari, peristiwa G30S/PKI dipantau oleh CIA,

Pada situs resmi CIA, terdapat 'The President's Daily Brief'.  Laporan intelijen ini sudah bebas di- download dan dibaca di www.cia.gov/library

Ini adalah kompilasi laporan intelijen dari CIA kepada empat presiden, yaitu John F Kennedy, Lyndon B Johnson, Richard Nixon, dan Gerald Ford, dalam rentang waktu 1961-1977.

Agen-agen CIA cukup intens melaporkan kondisi PKI dan Indonesia. Nah, setelah peristiwa G30S/PKI, lebih kencang lagi pemantauan mereka.
Setiap hari, kecuali Minggu, selalu ada laporan dari CIA soal perkembangan peristiwa G30S/PKI, termasuk manuver Mayjen Soeharto saat itu.

30 September 1965, terjadi operasi  penculikan dan pembunuhan enam jenderal yang merupakan perwira tertinggi TNI serta satu perwira berjabatan kapten. Bahkan Ahmad Yani yang menjabat menteri atau Panglima Angkatan Darat tidak luput dari sasaran.

Saat itu, satuan TNI Angkatan Darat  mengalami guncangan hebat akibat aksi G30S/PKI. Para perwira TNI Aangjatan Darat ingin melakukan tindakan akibat peristiwa kelam yang telah merenggut jenderal TNI tersebut.

7 Pahlawan Revolusi korban G30S 
Mayjen Soeharto sebagai Pangkostrad yang saat itu menggantikan posisi Jenderal Ahmad Yani yang tewas dibunuh. Soeharto segera melakukan aksi untuk "melumpuhkan aksi G30S/PKI".

Tidak hanya pasukan TNI Angkatan Darat yang bergerak untuk melakukan penumpasan, melainkan organisasi massa dan keagamaan, serta partai anti-PKI juga turun tangan.

Sekitar 39 dokumen yang tersedia dari hampir 30.000 halaman arsip, merupakan catatan harian Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, Indonesia, dari tahun 1964-1968.


Menurut dokumen tersebut,
"TNI Angkatan Darat membunuh 500.000 pendukung PKI yang diduga dilakukan antara Oktober 1965 sampai Maret 1966. Selain itu, satu juta orang pendukung PKI dipenjarakan. Hingga akhirnya masa kepemimpinan Soekarno digantikan oleh Jenderal Soeharto".

Dokumen tersebut menguak bahwa "terjadi sebuah pertemuan rahasia, pada tahun 1964 di Filipina yang merumuskan skenario Amerika Serikat untuk Indonesia. Yaitu skenario supaya Indonesia tidak jatuh kepada Komunis PKI. Kalau hal itu terjadi, maka posisi Amerika yang saat itu bertempur melawan Vietnam akan semakin terjepit".


Dalam telegram rahasia itu juga disebutkan, "bahwa pada tanggal 12 Oktober 1965, oknum Tentara Angkatan Darat Indonesia mempertimbangkan opsi untuk menjatuhkan Soekarno. Mereka mendekati beberapa kedutaan negara-negara Barat memberi tahu soal kemungkinan itu".

Pada 1 November, Jenderal Soeharto ditunjuk sebagai Kepala Komandan dari Kopkamtib. Dengan demikian, komando ini beroperasi di bawah perintah langsung darinya. Selanjutnya Soeharto dan kroni-kroninya menuding "PKI sebagai dalang dari Gerakan 30 September (G30S0)".


"Sebuah kampanye propaganda militer yang menyebarluaskan foto-foto para jenderal yang mati dan mengklaim bahwa Partai Komunis Indonesia lah, terutama perempuan-perempuan Gerakan Wanita Indonesia (Gerwani), yang menyiksa dan mencungkil mata atau memutilasi alat kelamin mereka sebelum meninggal,”
bunyi laporan dokumen itu.


Soeharto mengeluarkan instruksi (Kep1/KOPKAM/12/1965) kepada para pimpinan militer di seluruh Indonesia untuk mengumpulkan daftar-daftar anggota PKI dan organisasi-organisasi yang berafiliasi dengan partai tersebut di daerahnya masing-masing.


2 Oktober 1965, Jenderal Soeharto langsung mengambil kontrol de facto atas ibu kota dan angkatan bersenjata. 10 Oktober  1965, Soeharto membentuk Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Ketertiban (Kopkamtib) untuk menumpas PKI dan orang-orang yang diduga sebagai simpatisannya.

Akibat propaganda ini, terjadi persekusi, kekerasan, dan  pembantaian terhadap orang-orang yang diduga komunis dilakukan oleh tentara dan kelompok-kelompok pemuda yang dipersenjatai dan atau didukung militer dan pemerintah. Kekerasan ini terjadi di Aceh, Jawa Tengah, dan Jawa Timur, dan menyebar ke seluruh tanah air.

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia pada 23 Juli 2012 memutuskan bahwa "berbagai kekerasan setelah peristiwa 30 September 1965 merupakan pelanggaran berat hak asasi manusia, berdasarkan hasil penyelidikan sejak 2008. Pengumpulan bukti dan pemeriksaan 349 saksi dilakukan di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Jumlah korban menurut Komnas HAM di kisaran 500 ribu hingga 3 juta jiwa"


Riset dan investigasi Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965/1966 (YPKP 1965/1966) menyebut "total korban pasca-peristiwa Gerakan 30 September 1965 mencapai jutaan. Tak banyak versi resmi pemerintah tentang jumlah korban tewas dalam operasi penumpasan anggota PKI".


New York Times pada Mei 1966 menuliskan "jumlah korban tewas mencapai 300 ribu orang. New York Times beberapa bulan kemudian, seperti dipaparkan buku Dalih Pembunuhan Massa, kembali melakukan investigasi jurnalistik.

Berdasarkan penyelidikan tersebut, New York Times menyimpulkan jumlah korban mati seluruhnya lebih dari setengah juta orang.

Maraknya pemberitaan, terutama media Amerika Serikat yang memberitakan dugaan pembunuhan pasca-30 September itu terdengar sampai ke telinga senator Robert F. Kennedy.

Januari tahun 1966, dalam sebuah pidatonya, Robert F. Kennedy nengkritik Presiden Amerika Serikat Lyndon Johnson yang diam saja terhadap kondisi Indonesia.


Pada akhirnya, kita harus move on untuk berdamai dengan sejarah. Kita harus bisa menerima perjalanan sejarah bangsa sebagai fakta. Hampir semua tokoh terkait telah tiada. Pak Harto sudah meninggal, Bung Karno juga sudah meninggal.

Hikmah dari semua peristiwa itu hendaknya menjadi peringatan bagi penguasa,  agar tidak membelokkan sejarah untuk kepentingannya. Karena mereka bisa saja menuliskan sejarah menurut kemauannya, namun tidak bisa menghapuskan kebenaran.


Referensi:

Meski Sama-sama Badan Intelijen AS, Nyatanya CIA Bisa Lebih Brutal dan Menghalalkan Segala Cara Dibanding FBI 
Intisari.Grid.ID

Berkat Limpahan Bedil dari CIA: PRRI dan Pusaran Anti-Komunis 
Tirto.id 

Ini Bukti CIA Pantau Peristiwa G30S/PKI 1965 
detik News 

Dokumen rahasia AS: Korban 'tuntut' tanggung jawab Amerika
BBC News Indonesia 

Dokumen rahasia Amerika: AS mengetahui skala pembantaian tragedi 1965
BBC News Indonesia 

G30S 1965: Inggris Sudah Lama Ingin Singkirkan Soekarno TEMPO.co 

Berapa Sebenarnya Korban Pembantaian Pasca-G30S 1965?
TEMPO.co