Laman

Kamis, 07 Februari 2019

Tariq bin Ziyad - Penakluk Andalusia Pertempuran Guadalete

Atas jasanya, nama Thariq diabadikan sebagai nama selat Giblatar, (Jabal Thariq/Bukit Thariq) yang memisahkan Maroko dan Spanyol.

Tariq bin Ziyad (Taric el Tuerto)
29 April tahun 711 masehi, Tariq bin Ziyad (Taric el Tuerto) jendral dari dinasti Umayyah memimpin pasukan muslim menaklukan Andalusia (Spanyol, Portugal, Andorra, Gibraltar dan sekitarnya) yang saat itu dikuasai Raja Roderick yang kejam.

King Roderick 
Musa bin Nushair dan Thariq bin Ziyad tidak hanya mengalahkan penguasa-penguasa zalim di Eropa, namun mereka berhasil menaklukkan hati masyarakat Eropa dengan memeluk Islam. Mereka berhasil menyampaikan pesan bahwa Islam adalah agama mulia dan memuliakan manusia.

ilustrasi 
Dibawah kepememimpiam Islam,
kebebasan beragama dan beribadah warga non muslim di wilayah Andalusia diakui dan dijamin pemerintahan Islam, sesuai dengan wasiat Musa bin Nushair:

“Saya berwasiat kepada kalian semua, taatlah kepada Allah Subhanahu Wata’ala , Rasulullah Shallallahu ‘alaihi Wassalam dan pemimpin kalian. Niscaya kalian akan bahagia dunia dan akhirat. Berperanglah kalian karena Allah Subhanahu Wata’ala dan bukan karena harta ataupun nama. Saya berwasiat kepada kalian. Janganlah membakar tanaman ataupun desa dan pepohonan yang berbuah. Jangan membunuh wanita dan orang tua, kecuali jika mereka bersenjata dan jangan membunuh anak-anak. Jangan pula membunuh mereka yang berlindung di dalam rumah atau tempat ibadah”


Thariq bin Ziyad dilahirkan pada tahun 50 H atau 670 M di Kenchela, Aljazair, dari kabilah Nafzah. Ia bukanlah seorang Arab, akan tetapi seorang yang berasal dari kabilah Barbar yang tinggal di Maroko. Masa kecilnya sama seperti masa kecil kebanyakan umat Islam saat itu, ia belajar membaca dan menulis, juga menghafal surat-surat Alquran dan hadis-hadis.

Thariq bin Ziyad, seorang budak belia dari suku Barbar di Afrika. Thariq bin Ziyad adalah bekas budak Musa bin Nushair. Karena sifat dan keshalehan Thariq bin Ziyad, membuat Musa bin Nushair mengangkatnya sebagai pemimpin 7.000  prajurit terbaik Islam yang kemudian berhasil menaklukan Andalusia.

Dalam memilih  pasukan, Thariq menetapkan adanya dua indikator “prajurit Islam terbaik” yakni siapa di antara pasukan yang tak pernah meninggalkan shalaf fardhu dan tak pernah absen dalam menjalankan dwitunggal (shalat tahajud dan witir).

29 April 711, pasukan Tariq berhasil berlabuh  di Gibraltar. Mendengar kedatangan kaum muslimin, Raka Roderick  dengan 100.000 pasukan yang dibekali dengan peralatan perang lengkap segera berangkat untuk meladeni pasukan Thariq bin Ziyad.

Thariq bin Ziyad mengetahui bahwa Roderick membawa pasukan yang begitu besar, ia segera menghubungi Musa bin Nushair untuk meminta bantuan. Dikirimlah pasukan tambahan yang jumlahnya hanya 5000 orang.

18 Juli 711 Masehi (28 Ramadhan 92 Hijriah) bertepatan bertempurlah dua pasukan yang tidak berimbang ini di Medina Sidonia. Perang yang dahsyat pun berkecamuk selama delapan hari. Kaum muslimin dengan jumlahnya yang kecil tetap bertahan kokoh menghadapi hantaman orang-orang Visigoth pimpinan Roderick.

pertempuran Guadalete (FOTO/Wikipedia) 
Thariq memutuskan membagi pasukannya menjadi empat kelompok pasukan. Kelompok pertama, pasukan pemanah yang dipimpin Amir dan berada di garda terdepan. Pasukan kedua, pasukan berkuda dipimpin Sufyan bertugas menggempur musuh dari sayap kiri. Pasukan ketiga, pasukan pejalan kaki menyerang dari sayap kanan dan pasukan terakhir dipimpin Thariq sebagai pasukan pendukung ketiga pasukan yang terbentuk.

ilustrasi
Strategi untuk membagi pasukan tersebut cukup unik. Anak panah yang dilepaskan dari busur akan membunuh terlebih dahulu pasukan musuh. Memakai pasukan panah di depan adalah kunci strategis untuk mengalihkan perhatian musuh hanya terarah kepada satu kelompok pasukan saja.

Strategi itu berhasil, serangan sayap kanan dan kiri tentu tidak terduga. Apalagi Thariq menyiapkan pasukan pendukung yang tak mudah diprediksi lawan.

Tidak hanya membagi pasukan, Thariq juga menerapkan strategi perang yang terbilang gila untuk ukuran zamannya, Thariq meminta kapal perang yang membawa pasukannya dari Afrika ke Andalusia dibakar.


Cara ini dipilih sebagai antisipasi agar kendaraan dan alat perang tersebut tidak jatuh ke tangan musuh, serta membuat musuh tidak dapat melarikan diri saat terdesak.

Thariq berpidato kepada pasukannya:

“Di belakang kita lautan, di depan kita musuh. Kita tidak dapat melarikan diri. Demi Allah Subhanahu Wata’ala, kita datang ke bumi Andalusia untuk menjemput syahid atau meraih kemenangan. Demi Allah Subhanahu Wata’ala jika kita mundur, lautan akan menenggelamkan kita. Jika kita maju, musuh telah menanti kita. Kita hanya memiliki senjata, jika kita tenggelam di laut, nama kita tercemar dan Allah Subhanahu Wata’ala akan mencabut rasa gentar di hati musuh. Jika kita maju, Allah Subhanahu Wata’ala akan membuat musuh takut. Syahid dan syurga menunggu kita. Allah Subhanahu Wata’alau Akbar,”

Allah pun memenangkan umat Islam atas bangsa Visigoth dan berakhirlah kekuasaan Roderick di tanah Andalusia. Roderic terbunuh pada tanggal 19 Juli 711 dalam pertempuran Guadalete.


Setelah perang besar yang dikenal dengan Perang Sidonia ini, pasukan muslim dengan mudah menaklukkan sisa-sisa wilayah Andalusia lainnya. Musa bin Nushair bersama Thariq bin Ziyad berhasil membawa pasukannya hingga ke perbatasan di Selatan Andalusia.

Thariq menjadi gubernur wilayah Andalusia sebelum akhirnya dipanggil pulang ke Damaskus oleh Khalifah Walid I.

Atas jasa dan kepahlawanannya, nama Thariq diabadikan sebagai nama selat, yakni Selat Giblatar, selat yang memisahkan Maroko dan Spanyol.

Peta Selat Giblatar 
Gibraltar adalah kata dalam bahasa Spanyol yang diartikan dalam bahasa Arab sebagai Jabal Thariq atau dalam bahasa Indonesia Bukit Thariq.

Panorama Keindahan Selat Giblatar

Semoga Allah membalas jasa-jasa Thariq bin Ziyad rahimahullah


Referensi:

Pentingnya Meneladani Spirit Panglima Thariq bin Ziyad
Hidayatullah.com

Thariq bin Ziyad Penaluk Andalusia
KisahMuslim.com 

Penyebab Internet di Indonesia Lambat dan Mahal

Jaringan 2G GSM/EDGE masih digunakan 75% pengguna Smartphone di Indonesia (riset lembaga Internet.org 2017).  


Indonesia menempati peringkat ke- 6 terburuk dengan kecepatan keseluruhan 6,66 Mbps, setelah negara Mesir. (laporan OpenSignal 2018). Padahal rata-rata kecepatan internet  dunia 42,7 Mbps.

Sedangkan pada 2017, Indonesia berada di peringkat 93 dengan kecepatan unduhan melalui kabel 13,38 Mbps dari total 133 negara dunia. Sementara lewat jaringan mobile, menempati peringkat 106 dari 122 negara dengan kecepatan hanya 9,73 Mbps (survei Speedtest Global Index 2017).

Pengguna internet Indonesia sebanyak 143.260.000 terhitung 31 Desember 2017. Dengan jumlahnya yang mencapai ratusan juta tersebut, Indonesia menjadi negara terbesar kelima yang mengakses internet (dilansir dari Internet World Stats).

Menurut data We Are Social, penduduk Indonesia rata-rata menghabiskan sembilan jam per hari untuk menggunakan internet.


Jangan menyalahkan pemerintah kita jika koneksi jaringan internet di Indonesia termasuk lambat, ada banyak faktor yang  mempengaruhi hal tersebut. Mulai dari kualitas jaringan, infratruktur yang tersedia hingga karena kondisi geografis Indonesia, yang terdapat lembah dan gunung, bisa menjadi kendala tersendiri.

1. Biaya Membangun Infrastruktur Mahal 
Untuk mendapatkan koneksi internet yang cepat dan nyaman, tentu dibutuhkan infrastruktur pendukung seperti tower Basic Transceiver System (BTS) yang memadai. Untuk membangun sebuah BTS, operator seluler membutuhkan biaya antara Rp 1 hingga 3 miliar.


Tentu saja, tidak mudah untuk membangun perlengkapan tersebut di Indonesia yang notabene adalah negara kepulauan. Belum lagi, jumlah penduduk yang termasuk lima besar di seluruh dunia dengan jumlah 266.872.775.  Untuk mengimbangi jumlah penduduk, maka jumlah infrastruktur juga seharusnya juga ditambah, tentu membutuhkan biaya yang mahal untuk mendirikan infrastruktur yang layak.

Di beberapa daerah khususnya di Timur dan Kalimatan masih terdapat ketimpangan infratruktur digital. Data Kominfo pada 2017 rata-rata kecepatan unduh di Jakarta mencapai 7 Mbps, sementera itu di Papua hanya 300 Kbps. Belum lagi jika kabel optik terputus karena bencana alam, misal terputus karena arus di bawah laut yang sangat besar. Bisa juga karena ulah orang yang tidak bertanggung jawab (pencurian).

2. Kondisi Geografis Indonesia
Selain masalah dana, tantangan alami inilah yang juga membuat para penyedia jasa layanan internet harus berpikir realistis berdasarkan fakta yang ada di lapangan.

Lembah Baliem, Wamena, Papua
Indonesia merupakan negara kepulauan yang dikelilingi oleh pegunungan dan lembah. Kondisi alam inilah yang menjadi salah satu hambatan terbesar untuk membangun infrastruktur internet. 

3. Jumlah Pengguna Internet Indonesia 
Akses internet memiliki sistem berbagi. Semakin banyak pengguna internet dalam suatu wilayah, semakin rendah juga kecepatannya.


Internet World Stats, pengguna internet Indonesia ada sebanyak 143.260.000 terhitung 31 Desember 2017. Dengan jumlahnya yang mencapai ratusan juta tersebut, Indonesia menjadi negara terbesar kelima yang mengakses internet.

Semakin banyak user yang terhubung, koneksi yang dibutuhkan pun sangat besar. Kondisi ini tidak sebanding dengan jumlah infrastruktur jaringan internet. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab mengapa koneksi di Indonesia terasa lambat.

4. Biaya Hak Penggunaan Frekuensi (BHPF) 
Faktor lain lambatnya internet di Indonesia adalah tingginya Biaya Hak Penggunaan Frekuensi (BHPF).  Tarif penggunaan gelombang frekuensi internet yang mahal membuat pengembangan kecepatan internet jadi makin terhambat.


Contohnya Smartfren Telecom, yang harus membayar sebesar Rp 543 miliar kepada pemerintah Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Bahkan Telkomsel, yang merupakan perusahaan BUMN milik Indonesia pun bahkan harus membayar sekitar Rp 3,021 triliun dengan rincian penggunaan 30 MHz frekuensi 2,3 GHz. Nilai di atas disesuaikan dengan besaran bandwidth dari masing-masing provider.

5. Jumlah Provider (Penyedia Layanan) Internet Terlalu Banyak
Di Indonesia, kini terdapat banyak penyedia layanan internet (provider), setidaknya ada 14 perusahaan provider baik nirkabel maupun kabel.

Tri (3), Indosat Ooreeoo, Smartfren, Telkomsel, Indihome (PT Telkom)
 XL Axiata, Biznet Home Internet, First Media X1 Combo 4K, MNC Play Media, Oxygen.id, MyRepublic Ultra Fast Fiber Broadband, Hypernet Indonesia.


Berbeda dengan negara maju hanya membatasi lima perusahaan. Itu karena setiap operator harus berbagi spektrum jaringan. Itu sebabnya internet Indonesia lambat.

6. Server Laman di Luar Negeri
Laman luar negeri, seperti Google, Instagram, dan Facebook memiliki
server di luar negeri. Padahal, mengakses server di luar negeri lebih banyak menghabiskan konsumsi data.


Ironisnya, banyak laman-laman dari Indonesia yang menggunakan server dari luar negeri karena harganya lebih murah. Namun, sebagai pengguna kita yang terbebani.


Referensi:

7 Alasan Kenapa Internet Indonesia Lambat dan Mahal, Kapan Berubahnya?
IDN NEWS

Internet Indonesia Dikenal Lelet Se-Asia, Kalah Sama Malaysia dan Singapura?
BOOMBASTIS.com

Mark Zuckerberg Tahu Penyebab Internet Indonesia Lambat
KOMPAS.com

[Update] 7 Provider Internet Kabel di Indonesia dan Tip Memilih yang Tepat
id.techinasia.com

Ini Alasan Internet Indonesia Lemot Dibanding Negara Lain
Techno.okezone.com

Berapa Biaya untuk Bangun Open BTS ?
Techno.okezone.com 

95 Dalil Martin Luther Terhadap Gereja Katolik - The 95 Theses of Martin Luther

31 Oktober 1517 gereja Katolik mendapatkan kecaman dari Martin Luther, profesor teologi Universitas Wittenberg, Jerman. Hari itu gereja Katolik mendapatkan kecaman terhebatnya. Hari itu juga menjadi hari yang sangat bersejarah bagi seluruh umat Kristen Protestan.


31 Oktober 1517, Martin Luther mendatangi Castle Church di Wittenberg, Jerman. Lalu ia memakukan selembar makalah tesis yang berisi 95 dalil revolusi yang ia buat.


Surat protes panjangnya itu dikenal dengan nama 95 Dalil Martin Luther (Disputatio pro declaratione virtutis indulgentiarum). Inilah titik awal Reformasi Kristen Protestan, yang memutuskan berpisah, keluar dari Nominasi Katolik. 


Martin Luther memprotes keras praktik dan tata cara gereja Katolik, seperti ritual sakramental pertobatan dan surat pengampunan dosa oleh para Paus. Menurut Martin Luther, pengakuan dosa tak lantas menyucikan kembali seorang manusia di dunia. Baginya, hanya Allah hakim agung yang layak memutuskan perkara tersebut.

Lebih jauh lagi, Martin Luther mengecam ekses dan praktik korupsi dalam Gereja Katolik Roma, terutama Paus yang meminta bayaran yang disebut indulgensi atau pengampunan dosa. Surat itu seolah menjadi alat untuk membeli jalan ke surga tanpa perlu menjalankan hukum kasih Kristus di dunia.

indulgensi 
Johann Tetzel, yang merupakan imam Dominika, melakukan pemungutan dana besar-besaran di Jerman. Konon, uang itu untuk membiayai perbaikan Gereja Basilika Santo Petrus di Vatikan. Johann Tetzel diketahui melakukan itu atas pertintah Uskup Agung Mainz dan Paus Leo X.

Johann Tetzel 
Di wilayah Wittenberg, raja Frederick III melarang praktik indulgensi (bayaran untuk pengampunan dosa). Namun tetap saja banyak umat Katolik yang rela menempuh perjalanan dan mengantre untuk membeli surat penebusan dosa tersebut.

Jemaat -jemaat mendapatkan surat yang diklaim dapar menyucikan mereka dari api neraka itu datang ke hadapan Martin Luther. Mereka dengan bangga memamerkannya. Mereka berkata, tak perlu lagi kami melakukan pertobatan atas dosa- dosa kami karena sudah ada surat pengampunan dosa ini.

Luther melihatnya tak lain sebagai cara manusia untuk menyogok Tuhan. Kecaman Luther kemudian dituangkan dalam 95 dalil yang ditulis dalam bahasa Latin. Salinannya kini diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman.

Pasca ditempelkannya protes panjang itu di pintu gereja, tak lantas menyelesaikan masalah. Pada 1521, gara -gara pendapatnya tersebut, Paus Leo X mengucilkan Luther dari Gereja Katolik. Namun Luther tetap teguh pada pendiriannya. Ia kembali menolak untuk mengakui kesalahan dalam risalahnya.

Geram dengan sikap Luther, Paus Leo X mengeluarkan dekrit yang terkenal dari Worms, yang menyatakan bahwa Luther adalah penjahat yang membahayakan iman Katolik.  Paus Leo X memberi izin dan memerintahkan setiap orang untuk membunuh Luther, meski tampa motif  dan alasan apapun.

Pope (Paus) Leo X 
Namun Luther mendapat perlindungan dari Raja Frederick III, yang terkenal dengan julukan Frederick The Fair (Frederick yang Adil).

King Frederick III 
Di bawah perlindungan Frederick III, Luther menerjemahkan alkitab ke dalam bahasa Jerman. Hal ini dia lakukan agar semua orang dapat mengerti dan menyelami kitab suci itu tanpa menunggu penafsiran dari gereja. Tugas itu diselesaikannya dalam waktu 10 tahun. Selain membuat terjemahan Alkitab, Luther menggebrak tradisi Gereja Katolik yang melarang para pastur dan biarawati menikah. Luther menikahi Katharina von Bora pada 13 Juni 1525.

Sepak terjang Luther memberikan sumbangsih besar pada peradaban Kristen Protestan. Istilah ‘Protestan’ sendiri mulai digunakan pada 1529, saat Kaisar Charles V mencabut ketentuan yang memungkinkan penguasa masing-masing negara bagian di Jerman untuk memilih, apakah tetap menegakkan tradisi Katolik, atau membelot.

king Charles V 
Para Kaisar, tokoh dan rakyat di berbagai wilayah negara bagian Jerman yang mendukung Luther menyerukan protes. Mereka menyatakan bahwa kesetiaan mereka kepada Tuhan semata dan menuding kesetiaan oposisinya (penganut Katolik) kepada Tuhan adalah palsu. 

Sejak saat itu, lawan-lawannya mengidentifikasi kubu yang mendukung Luther sebagai "Protestan". Nama (Protestan) ini diberlakukan untuk semua umat yang percaya bahwa Gereja harus direformasi. Bahkan istilah tersebut juga disematkan kepada jemaat yang berada di luar Jerman. 

Luther lahir pada 10 November 1483 dalam sebuah keluarga petani di Eisleben, Thuringen, Jerman, Luther beroleh nama Martinus (St Martinus dari Tours) pada 11 November 1483 ketika dibaptiskan.

Martin Luther
Ayahnya bernama Hans Luther dan ibunya bernama Margaretta. Keluarga Luther adalah keluarga yang taat  seperti biasanya golongan petani di Jerman.

Luther mendapatkan pendidikan dasarnya di Mansfeld, sebuah kota di mana ayahnya terpilih sebagai anggota Dewan Kota Mansfeld, setelah pindah ke sana pada 1484.

Pendidikan menengah dikecapnya di Magdeburg di sebuah sekolah yang diasuh oleh "saudara-saudara yang hidup rukun" (Broederschap des gemenen levens). Pada tahun 1501 Luther memasuki Universitas Erfurt, suatu universitas terbaik di Jerman pada masa itu. Di sini ia belajar filsafat.

Luther meninggal, karena sebab alamiah, pada 1546, keyakinan revolusioner telah membentuk dasar untuk Reformasi Protestan. Peninggalannya itu selama tiga abad berikutnya merevolusi peradaban Barat.

95 Dalil (Tesis) Martin Luther (Disputatio pro declarati one virtutis indulgentiarum)


1. Ketika Tuhan dan Tuan kita, Yesus Kristus, mengatakan “Bertobatlah”, Dia memanggil supaya segenap kehidupan setiap orang beriman menjadi suatu pertobatan yang satu dan sungguh.


2. Seruan tersebut tidak dapat ditafsirkan sebagai suatu acuan kepada sakramen-sakramen penyesalan, yaitu pengakuan dosa dan penguatan yang dilaksanakan oleh rahib.


3. Walaupun demikian artinya tidak terbatas pada penyesalan di hati belaka; karena penyesalan yang demikian tidaklah berguna jika tidak menghasilkan tanda-tanda jasmani yang nyata dalam berbagai penyangkalan kedagingan.


4. Hukuman terhadap dosa itu sama dengan membenci diri, karena inilah pertobatan hati yang sesungguhnya, yang berlangsung terus hingga kita memasuki kerajaan surga.


5. Paus berdasarkan kekuasaan diri sendiri dan berdasarkan dalil-dalil yang telah ditetapkan menjalankan hukuman. Di luar itu ia tidak menghendaki maupun mempunyai kemampuan untuk meniadakan hukuman.


6. Paus tidak dapat mengampuni dosa, tetapi hanya menyatakan dan meneguhkan bahwa itu telah diampuni oleh Allah; atau, sebanyak-banyaknya, ia dapat menguranginya dalam hal di mana ia berwenang. Melampaui ini, dosa itu tak terjamah.


7. Allah tidak pernah mengampuni kesalahan seseorang tanpa, pada saat yang sama, membuatnya dengan rendah hati taat kepada pendeta, yang adalah wakil-Nya.


8. Hukum-hukum pertobatan hanya dapat diterapkan kepada mereka yang masih hidup, dan, menurut hukum-hukum itu sendiri, tak ada yang dapat diterapkan kepada orang mati.


9. Karena itu, Roh Kudus, bertindak melalui paus, menyatakan anugerah kepada kita, dalam hal peraturan-peraturan kepausan selalu gagal diterapkan pada kematian, atau dalam hal sulit lainnya.


10. Adalah sesuatu yang salah ketika para pendeta menyatakan hilangnya hukuman atas orang mati di api penyucian dosa.


11. Ketika hukuman yang ditetapkan dengan peraturan gerejawi diubah dan disesuaikan untuk menunjang api penyucian dosa, jelas itu merupakan ilalang yang ditaburkan ketika para kardinal tidur nyenyak.


12. Dahulu, sanksi-sanksi gerejawi dinyatakan, bukan setelah, melainkan sebelum pengampunan dinyatakan; dan itu dimaksudkan sebagai ujian kesungguhan pertobatannya.


13. Kematian membebaskan seseorang dari peraturan gerejawi; bahkan orang-orang yang sekarat sudah mati bagi tata gereja dan tidak lagi terikat olehnya.


14. Orang sekarat yang kurang kasih mempunyai rasa takut yang sangat besar, yang semakin besar seiring dengan berkurangnya kasih.


15. Ketakutan yang sedemikian ini pada dirinya sendiri sudah cukup, dengan tidak menyebutkan hal lainnya, sebagai hukuman pada api penyucian dosa, karena ketakutan yang demikian tidaklah berbeda jauh dengan ketakutan yang menyebabkan keputusasaan.


16. Ada perbedaan yang sama antara neraka, api penyucian dosa, dan surga sebagaimana yang ada di antara keputusasaan, ketidaktentuan, dan jaminan.


17. Sebenarnya, kesakitan jiwa-jiwa dalam api penyucian dosa seharusnya dikurangi dan secara sebanding cinta kasih ditambahkan.


18. Terlebih lagi, tak dapat dibuktikan, berdasarkan akal budi maupun Kitab Suci, bahwa jiwa-jiwa ini berada di luar adanya jasa baik, atau tak dapat bertumbuh dalam anugerah.


19. Tidak terbukti juga tampaknya bahwa mereka yakin dan terjamin atas keselamatan, bahkan bila kita sendiri sangat meyakininya.


20. Karena itu sang paus, dalam hal penghapusan semua hukuman, tidak memaksudkan "semua" dalam arti yang ketat, tapi hanya hukuman yang dijatuhkan oleh dirinya sendiri.


21. Karena itu mereka yang mengajarkan adanya surat pengampunan dosa bersalah ketika mereka mengatakan bahwa manusia dilepaskan dan diselamatkan dari semua hukuman dosa dengan surat pengampunan dosa sang paus;


22. Sesungguhnya, ia tak dapat meniadakan kepada jiwa-jiwa di api penyucian dosa hukuman apa pun yang dinyatakan oleh peraturan gerejawi harus diderita dalam kehidupan sekarang ini.


23. Jikalau pun ada orang yang kepadanya dapat dianugerahkan peniadaan hukuman, itu hanya akan terjadi dalam hal-hal yang paling sempurna, yang teramat jarang.


24. Karena itu tentunya sebagian besar orang telah tertipu oleh janji muluk pembebasan dari hukuman dosa.


25. Kekuasaan yang dimainkan paus atas api penyucian dosa secara umum juga dimainkan oleh kardinal dalam keuskupannya dan rahib dalam jemaatnya.


26. Baik sekali jika paus menganugerahkan pengampunan kepada jiwa-jiwa di api penyucian dosa dengan syafaat bagi mereka, dan tidak dengan kuasa pemegang kunci (yang memang tidak dimilikinya).


27. Tidak ada otoritas ilahi atas pengajaran bahwa jiwa yang bersangkutan keluar dari api penyucian dosa pada saat uang pembayaran bergemerincing di dasar peti uang pembayaran.


28. Tentunya mungkin bahwa ketika uang bergemerincing di dasar peti uang ketamakan dan cinta uang bertambah; tapi ketika gereja mempersembahakn syafaat, semuanya bergantung kepada kehendak Allah.


29. Siapa yang mengetahui kebenaran cerita-cerita aneh St. Senetinus dan St. Paschal tentang apakah semua jiwa yang ada di api penyucian dosa mau ditebus? (Catatan: Paschal I, paus 817-24. Legenda mengatakan bahwa ia dan Severinus berkenan menanggung sakitnya api penyucian dosa bagi orang-orang beriman.)


30. Tak seorang pun yang mengetahui kesungguhan pertobatannya, apalagi pengampunan keseluruhan dosanya.


31. Orang yang dengan tulus hati membeli surat pengampunan dosa sedikit sekali, sebagaimana sedikitnya orang yang mengakui dosanya dengan tulus hati.


32. Setiap orang yang percaya atas keselamatan mereka berdasarkan surat pengampunan dosa, akan dihukum dalam kekekalan, bersama dengan guru-guru mereka.


33. Kita harus berhati-hati terhadap orang-orang yang mengatakan surat pengampunan dosa dari paus adalah hadiah ilahi yang tak terkira, dan melaluinya manusia didamaikan dengan Allah;


34. Karena, anugerah yang dinyatakan oleh surat-surat itu hanya berhubungan dengan hukuman-hukuman sakramental “pengakuan dosa” yang ditetapkan oleh manusia semata.


35. Mengkhotbahkan dan mengajarkan bahwa mereka yang membeli jiwa-jiwa, atau surat pengakuan tidak perlu bertobat dari dosa-dosa mereka, tidak sesuai dengan doktrin Kristen.


36. Orang Kristen manapun, yang benar-benar bertobat, menikmati pengampunan sepenuhnya dari hukuman dan kesalahan, dan ini diberikan kepadanya tanpa surat pengampunan dosa.


37. Orang Kristen manapun, hidup maupun mati, turut ambil bagian dalam semua keuntungan Kristus dan Gereja; dan keturutsertaan ini dianugerahkan kepadanya oleh Allah tanpa surat pengampunan dosa.


38. Namun demikian pengampunan paus tidak dapat dipandang rendah, karena sebagaimana dikatakan, paus menyatakan pengampunan ilahi.


39. Adalah sangat sulit, bahkan untuk teolog yang paling terpelajar sekalipun, meninggikan surat pengampunan dosa, sementara, pada saat yang sama, mengakui perlunya pertobatan.


40. Seorang petobat sejati mencari, dan rindu untuk menebus, hukuman dosanya; sedangkan surat pengampunan dosa menumpulkan kesadaran manusia, dan cenderung membuat mereka mencoba mengindari hukumannya.


41. Surat pengampunan dosa kepausan hanya boleh diajarkan dengan hati-hati, agar jangan orang memperoleh pengertian yang salah, dan menganggapnya lebih penting daripada pekerjaan baik lainnya: kasih.


42. Orang-orang Kristen seharusnya diajarkan bahwa paus sama sekali tidak memaksudkan pembelian surat pengampunan dosa dimengerti sebanding dengan pekerjaan anugerah.


43. Orang-orang Kristen seharusnya diajarkan bahwa seseorang yang memberikan kepada orang miskin, atau meminjamkan kepada yang memerlukan, melakukan sesuatu yang lebih baik daripada membeli surat pengampunan dosa.


44. Karena, oleh karya kasih, kasih itu bertumbuh dan seorang manusia menjadi seseorang yang lebih baik; sedangkan, oleh surat pengampunan dosa, ia tidak menjadi orang yang lebih baik, tetapi hanya lari dari hukuman tertentu.


45. Orang-orang Kristen seharusnya diajar bahwa ia yang melihat orang yang berkekurangan, tetapi melewatinya walaupun ia membeli surat pengampunan dosa, tidak beroleh apapun dari pengampunan paus, tapi akan menerima murka Allah.


46. Orang-orang Kristen seharusnya diajar bahwa, kecuali mereka memiliki lebih daripada yang mereka butuhkan, mereka harus membelanjakan hanya untuk kelangsungan rumah tangga mereka, dan tidak sepantasnya memboroskannya dalam surat pengampunan dosa.


47. Orang-orang Kristen seharusnya diajarkan bahwa mereka seharusnya membeli surat pengampunan dosa secara sukarela, dan bukan dengan terpaksa.


48. Kepada orang-orang Kristen seharusnya dibuktikan bahwa, dalam menganu-gerahkan surat pengampunan dosa, paus memiliki kepentingan, dan terlebih lagi hasrat, atas doa syafaatnya yang tekun dan bukan atas uang tunai.


49. Orang-orang Kristen seharusnya diajarkan bahwa surat pengampunan dosa dari paus hanya berguna bila seseorang tidak bergantung padanya, tetapi akan sangat berbahaya bila melaluinya orang kehilangan rasa takutnya akan Allah.


50. Kepada orang-orang Kristen seharusnya dibuktikan bahwa, bila paus mengetahui adanya pemerasan dalam penjualan surat pengampunan dosa, lebih baik baginya bila Basilika St. Petrus dihancurkan menjadi debu daripada dibangun dengan kulit, daging dan tulang domba.


51. Kepada orang-orang Kristen seharusnya diperlihatkan bahwa paus bersedia, sebagaimana seharusnya bila memang diperlukan, menjual Basilika St. Petrus, serta memberikan uangnya dan juga uang pribadinya kepada orang banyak yang tertipu dengan membeli surat penghapusan siksa.


52. Menggantungkan diri pada keselamatan berdasarkan surat penghapusan siksa adalah sia-sia sekalipun para wakil paus, bahkan paus sendiri, menjaminkan jiwanya keabsahan atas surat itu.


53. Mereka yang melarang Firman Allah dikabarkan sama sekali di beberapa gereja, agar dapat mengabarkan surat penghapusan siksa adalah musuh Kristus dan paus.


54. Firman Allah didera apabila dalam suatu khotbah waktu yang dialokasikan untuk surat penghapusan siksa sama atau bahkan lebih dibandingkan untuk Firman itu.


55. Paus tidak dapat mengambil sudut pandang lain selain bahwa jika surat penghapusan siksa (hal yang sangat kecil) dirayakan dengan satu lonceng, perayaan, atau satu upacara, Injil (hal yang sangat besar) haruslah diajarkan sebanding dengan seratus lonceng, seratus perayaan, seratus upacara.


56. Harta gereja, yang darinya surat penghapusan siksa dibagi-bagikan oleh paus, belum ditetapkan sepenuhnya dan tidak cukup dikenal di antara orang-orang Kristen.


57. Bahwa harta ini setidaknya bukan harta duniawi nyata karena harta ini tidak demikian saja dibagi-bagikan, tetapi hanya dikumpulkan, oleh banyak pengajar.


58. Harta itu bukan juga jasa baik Kristus dan orang-orang suci, karena tanpa paus sekalipun, jasa-jasa baik ini selalu mengerjakan karya anugerah dalam pribadi seseorang sambil menyalibkan kedagingan orang itu agar binasa.


59. St. Laurensia berkata bahwa orang-orang miskin adalah harta gereja, tapi ia menggunakan istilah tersebut sesuai dengan konteks pengertian zamannya.


60. Kami tidak asal bicara ketika mengatakan bahwa harta gereja adalah “kunci-kunci gereja” dan itu diurapi atas jasa-jasa baik Kristus.


61. Karena jelas bahwa kuasa paus pun cukup untuk mengurangi hukuman dan kasus-kasus khusus.


62. Harta Gereja yang sejati adalah Injil Suci tentang kemuliaan dan anugerah Allah.


63. Memang harta ini dapat dianggat sangat tidak menyenangkan, karena membuat yang pertama menjadi yang terakhir.


64. Di sisi lain, harta penyucian dosa menyenangkan, karena membuat yang terakhir menjadi yang pertama.


65. Karena itu kekayaan injil adalah jejaring yang, pada masa-masa yang lalu, mereka gunakan untuk memancing orang-orang kaya.


66. Sedangkan kekayaan surat penghapusan siksa adalah jejaring yang mereka gunakan saat ini untuk memancing orang-orang kaya.


67. Surat-surat penghapusan siksa, yang dipromosikan sebagai berkat terbesar, sebenarnya hanyalah alat untuk mengumpulkan uang.


68. Bagaimanapun, surat-surat itu tidak dapat dibandingkan dengan anugerah Allah dan kasih sayang yang ditunjukkan di Salib.


69. Para uskup dan pastor, karena ikatan dinas, diharuskan menerima dengan tulus dan hormat posisinya sebagai agen kepausan surat penghapusan siksa tersebut;


70. Tapi mereka berada di bawah kewajiban yang jauh lebih besar yang harus ditaati dan dipelihara dengan seksama sehingga orang-orang ini tidak mengajar semau mereka sendiri dan bukannya apa yang ditugaskan paus.


71. Biarlah orang yang menyangkal khasiat surat penghapusan siksa menjadi kutuk.


72. Di sisi lain, diberkatilah dia yang berhati-hati terhadap bualan para penjual surat penghapusan siksa tersebut.


73. Dengan cara yang sama, sang paus dengan baik mengucilkan mereka yang membuat rencana apapun terhadap kerusakan perdagangan surat penghapusan siksa.


74. Sejalan dengan itu, orang-orang yang menggunakan surat penghapusan siksa berniat merusak kebenaran dan kasih yang kudus terlebih lagi harus dikucilkan.


75. Bodohlah mereka yang berpikir surat pengampunan dosa dari paus memiliki kuasa yang demikian besar sehingga mereka dapat membebaskan seseorang bahkan bila ia telah melakukan yang tak terampuni dan menghujat ibunda Allah.


76. Kami menyatakan yang sebaliknya, dan mengatakan bahwa pengampunan paus tidak mampu menghilangkan bahkan dosa yang paling remeh sekalipun selama kesalahan mereka sendiri diperhitungkan.


77. Pernyataan bahwa St. Petrus sekalipun, jika ia sekarang adalah paus, dapat menganugerahkan karunia yang lebih besar, adalah penghinaan terhadap St. Petrus dan sang paus.


78. Kami menyatakan yang sebaliknya, dan mengatakan bahwa ia, dan paus yang mana pun juga, memiliki anugerah yang lebih besar, yaitu: Injil, kekuasaan-kekuasaan rohani, karunia menyembuhkan, dsb., sebagaimana dinyatakan dalam I Korintus 12.


79. Mengatakan bahwa nilai salib sebanding dengan kekuasaan kepausan adalah penghinaan terhadap salib Kristus.


80. Para uskup, pastor, dan teolog, yang mengizinkan pengajaran semacam itu diberikan kepada umat harus mempertanggungjawabkannya kelak.


81. Pengajaran tentang surat penghapusan siksa yang tak terkendali ini membuat bahkan orang-orang terpelajar pun sulit menjaga kehormatan paus dari tuduhan-tuduhan dusta, maupun dari kritikan para anggota jemaat yang awam;


82. Mereka bertanya, misalnya: Kenapa paus tidak melepaskan semua orang dari api penyucian dosa atas nama kasih (hal yang paling suci) dan karena kebutuhan tertinggi jiwa mereka? Secara moral ini akan menjadi yang terbaik dari semua alasan. Sementara itu ia menebus jiwa dengan jumlah yang tak terhingga demi uang, hal yang paling dapat musnah, untuk membangun gereja St. Petrus, tujuan yang sangat sepele.


83. Dan lagi: Kenapa upacara pemakaman dan peringatan orang-orang mati tetap diadakan? Dan kenapa paus tidak mengembalikan, atau setidaknya mengizinkan pengembalian, uang yang dibayarkan untuk keperluan ini, jika memang berdoa untuk jiwa-jiwa dari orang-orang yang telah meninggal itu salah?


84. Dan lagi: Tentulah ini suatu jenis kasih sayang yang baru, di pihak Allah dan paus, ketika seorang pendosa, musuh Allah, diizinkan membayar sejumlah uang untuk menebus jiwa seorang saleh, sahabat Allah; sedangkan jiwa orang saleh yang terkasih itu tidak boleh ditebus tanpa pembayaran, walaupun demi cinta kasih dan tidak dapat ditebus semata-mata karena kebutuhannya akan penebusan.


85. Dan lagi: Kenapa peraturan-peraturan penyesalan dosa, yang tidak dipraktekkan dan telah lama usang dan mati masih digunakan dalam mendenda sejumlah uang melalui surat penghapusan siksa seakan-akan seluruh peraturan itu masih berlaku?


86. Dan lagi: Penghasilan paus saat ini lebih besar daripada orang kaya yang paling kaya sekalipun; mengapa ia tidak membangun Basilika St. Petrus ini dengan uangnya sendiri, malahan menggunakan uang para anggota jemaat yang miskin?


87. Dan lagi: Apa yang dikurangi atau ditiadakan oleh paus kepada mereka yang memiliki penyesalan yang sempurna sehingga—atas dasar ketetapan paus—mempunyai hak atas pengampunan yang total?


88. Dan lagi: Tentunya gereja akan mendapatkan kebaikan yang lebih besar jika paus menganugerahkan pengampunan, tidak sekali, seperti sekarang, tetapi seratus kali sehari, demi kepentingan orang-orang percaya.


89. Apa yang dicari paus dengan surat penghapusan siksa bukanlah uang, tetapi keselamatan jiwa-jiwa; kalau demikian kenapa ia tidak menangguhkan surat-surat penghapusan siksa yang telah terlebih dulu dikeluarkan, dan tetap segigih sebelumnya?


90. Pertanyaan-pertanyaan ini serius dan muncul dari kenyataan sehari-hari yang dihadapi orang-orang awam. Dengan menekan mereka menggunakan kekuatan yang ada, dan tidak menanggapinya dengan memberikan argumen, berarti memaparkan gereja dan paus menjadi cemoohan musuh-musuh mereka, dan tidak membahagiakan orang-orang Kristen.


91. Jika karena itu, surat-surat penghapusan siksa dikhotbahkan sesuai dengan roh dan pikiran paus, segala kesulitan ini akan dengan mudah diatasi, dan bahkan, ditiadakan.


92. Jauhlah, karena itu, nabi-nabi yang mengatakan kepada umat Kristus, "Damai, damai," di mana tidak ada damai.


93. Celakalah, celakalah kepada semua nabi yang mengatakan kepada umat Kristus, "Salib, salib," di mana tidak ada salib.


94. Orang-orang Kristen seharusnya didorong untuk giat mengikut Kristus, Kepala mereka, melalui hukuman, kematian, maupun neraka;


95. Dan biarlah mereka dengan demikian menjadi lebih yakin untuk memasuki surga melalui banyak pencobaan daripada melalui jaminan-kedamaian yang palsu.


Referensi:

Might Not Have Nailed His 95 Theses to the Church Door
www.history.com

The 95 Theses of Martin Luther
www.unitedworldofchristians.com

Martin Luther the Champion for Truth
www.americainprophecy.com

HISTORIPEDIA: Proposition 95 Protestant Reformation Martin Luther Awali Okezone.com

This is the 95th of Martin Luther's Proposition for the Papacy of the
Neutral Catholic Church.
NetralNews.Com 

Senin, 04 Februari 2019

Propaganda Firehose Of The Falsehood - The Russian Firehose Of The Falsehood Propaganda


Firehose of falsehood (semburan kebohongan) adalah teknik kebohongan yang diproduksi secara masif dan simultan, kemudian disebarkan melalui media masa, baik itu media mainstream atau media konvensional. Motifnya beragam, namun yang paling dominan adalah motif politik.

Kini propaganda ini banyak dilakukan dibanyak negara dan telah menjadi fenomena global. Namun, ini bukanlah suatu fenomena yang baru. Teknik semacam ini sudah dilakukan pada era perang dingin, persaingan antara dua negara superpower, yakni Amerika Serikat yang berideologi kapitalis melawan Uni Soviet (sekarang Rusia) dengan ideologi komunisnya.

Istilah ini muncul kembali tahun 2016.
Juru kampanye, tim sukses, konsultan dan relawan kubu Hillary Clinton, serta lembaga independen seperti FBI, CIA serta investigasi para pakar peneliti dan pengamat politik dan komunikasi menuding bahwa "kemenangan Donald Trump saat pemilihan Presiden Amerika Serikat tahun 2016 lalu, tidak lepas dari campur tangan Rusia". Donald Trump juga dituduh saat itu menggunakan teknik propaganda yang mereka sebut The Russian "Firehose of Falsehood" propaganda.


Dengan kemenangan Donald Trump, Rusia mendapat keuntungan. Kehadirannya dalam Pemilu Amerika Serikat menurut laporan Huffington Post, merupakan sinyal akan perluasan soft power rezim Putin yang kini mendapat basis dukungan politik dari paman sam, lantaran pemimpin Amerika Serikat kini adalah sosok yang mendukung gaya pemerintahan otoriter dan konservatif Putin.

Selain itu, kaum nasionalis sayap kanan di Amerika Serikat yang mendukung Trump juga tertarik dengan agenda Putin seperti kebijakan anti-LGBT di Rusia dan perang terhadap ekstremisme Islam.

Kembali ke topik utama, pada dasarnya, teknik ini menggunakan metode Obvious Lies (kebohongan tersurat) yang direncanakan untuk membuat  keresahan atau ketakutan yang menimbulkan ketidakstabilan situasi, bahkan berpotensi memicu konflik dan kekacauan ditengah-tengah masyarakat.


Sebagai propaganda, cara ini dinilai sangat efektif sebab memengaruhi informasi fiktif diproduksi dengan kuantitas tinggi dan disiarkan melalui banyak media berupa teks, audio dan video.

Secara psikologis, Obvious Lies akan menyerang Amygdala, struktur otak yang bertanggung jawab untuk mendeteksi rasa takut dan mempersiapkan diri pada kondisi darurat. sehingga mudah untuk membangun sebuah ketakutan, terutama yang menyentuh sisi-sisi sentimen atau emosional dengan menebar kebecian, keterancaman dan ketakutan untuk membuat masyarakat bersikap konservatif.


Karena kecenderungan alami manusia yang lebih mengedapankan emosi ketimbang rasional, sehingga biasanya seseorang akan mencari jawaban yang paling mudah atau yang paling sesuai dengan preferensi dirinya, misalnya tentang keyakinan politik.

Contoh kasus penggunaan teknik propaganda firehose of falsehood  terjadi di Amerika Serikat, yang mengantarkan Donald Trump menjadi presiden ke-45 Amerika Serikat, seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya.

Rand Corporation, sebuah lembaga kajian politik di Amerika Serikat menerbitkan sebuah hasil riset penelitian terkait terpilihnya Donald Trump dengan kemiripan metode yang digunakan oleh Vladimir Putin saat menganeksasi Crimea (2014) dan Georgia (2008).

Donald Trump and Vladimir Putin
Dalam publikasi tersebut, dua orang peneliti Rand Corporation, yakni Christoper Paul dan Miriam Matthews menjelaskan bahwa Rusia mengunakan teknik kebohongan yang diproduksi secara masif dan simultan melalui media-media pemberitaan yang mereka miliki. Kemudian teknik ini diadopsi oleh Donald Trump.

Kenbali ke pembahasan utama, propaganda “Firehose of Falsehood” umumnya mempunyai 4 ciri dan karakteristik, yaitu:
  1. Disebarluaskan secara masif dengan kuantitas tinggi melalui banyak channel sumber berita. 
  2. Cepat muncul, serta dilakukan secara terus menerus dan berulang-ulang.
  3. Tidak mempunyai komitmen pada realita dan fakta. 
  4. Tidak konsisten pada isi berita yang dikeluarkan.  
Jika masyarakat kurang tertarik topik yang dikeluarkan, maka propaganda akan lebih ditekankan pada peningkatan jumlah argumen yang mendukung topik tersebut.

Tujuannya menghilangkan kepercayaan pada data obyektif dan merusak kredibilitas sumber data.
Jika informasi tersebut datang dari sumber yang mempunyai kesamaan dengan kita, maka informasi akan lebih mudah dipercaya.

Jika jumlah informasi yang dikeluarkan untuk propaganda tidak terlalu banyak, masyarakat cenderung untuk lebih menyukai pendapat para ahli, atau orang yang objektif

Yang kedua adalah, bergerak dengan cepat, terus menerus dan berulang. Artinya, pemberitaan ini harus diberitakan dengan masif, terus menerus dan berulang akan meningkatkan kepercayaan orang atas informasi yang disampaikan tersebut.

Informasi yang gencar dikeluarkan secara masif akan akan menenggelamkan kontra informasi atau klarifikasi dari lawan. Tentu, tidak semua informasi yang diberikan itu salah, namun dari informasi yang mereka keluarkan,  hanya sedikit saja mengandung kebenaran.

Kemudian yang ketiga, tidak adanya komitmen pada realita atau fakta. Artinya pemroduksi propaganda ini acuh kepada komitmen. Kendatipun kebohongan itu mudah dibongkar, mereka akan cuek (apatis) dan melenggang kangkung.

Dan yang terakhir, karakter ini tidak memiliki komitmen pada konsistensi. Artinya, konsistensi pada berita bohong yang diproduksi adalah persoalan belakangan, bisa saja dalam sekejap berita itu diklarifikasi dengan pernyataan berbeda, namun kebenaran berita tersebut juga belum bisa dibuktikan. Yang terpenting adalah berita pertama sudah tersebar dan didistribusikan dengan metode seperti pada karakter pertama dan kedua.

Pertautan empat karakter tersebut penting dan akan efektif memainkan isu yang beredar. Perpaduan antara prinsip iklan dan kelonggaran dalam konsistensi ini menimbulkan perpaduan yang aneh, namun efektif untuk menciptakan kebimbangan dan rasa takut pada masyarakat. Tentu saja, dua karakter terakhir menjadi menarik untuk memainkan peran dalam membentuk propaganda.

Setidakya terdapat 2 langkah yang harus ditempuh untuk meningkatkan keefektifan sanggahan atas propaganda tersebut, yaitu:

Pertama, dengan memberikan peringatan dini sejak awal kemunculan informasi-informasi salah yang digunakan untuk propaganda tersebut.

Kedua, Melakukan penolakan dan sanggahan yang dilakukan berulang-ulang. Tindakan menyajikan fakta-fakta yang benar yang bisa dijadikan sebagai alternatif jika masyarakat telah melupakan isi propaganda tersebut atau pihak penyebar propaganda telah menarik berita mereka.

Namun, peringatan dini akan jauh efektif dibandingkan dengan penolakan atau sanggahan atas propaganda yang telah terlanjur diterima masyarakat. Propaganda menciptakan 1st impression sangat efektif dalam menggiring opini massa dan itu sulit untuk diatasi.

Jika masyarakat telah diberikan informasi yang benar sebelumnya, maka propaganda itu hanya akan menjadi semacam penyangkalan atau sanggahan yang tentu tidak akan efektif lagi.

Ketika masyarakat menolak sebuah propaganda, hal itu akan makin menguatkan keyakinan yang telah terbentuk sebelumnya. Dari pemaparan tersebut, tampak sekali bahwa memang sulit untuk menangkal efek propaganda Firehose of Falsehood

Nanun, sangat mungkin menggagalkan efek yang jadi tujuan dari propaganda itu, tanpa perlu ikut dalam irama arus propagandanya.

Caranya dengan adu strategi, ketimbang sekedar menangkal informasi-informasi propaganda.
Namun sebelumnya lakukan analisa yang mendalam, serta gunakan data yang dapat dipertanggungjawabkan, 
jadi bukan hanya sekedar adu mulut,  saling bantah saling menghujat, dan saling bully.

Daripada melakukan serangan balasan, lebih baik menganalisa dan mendeteksi  seperti apakah metode dan cara propaganda yang dihembuskan lawan. Cara ini lebih elegan, dibandingkan dengan sekedar menangkal propaganda.

Selain itu, fokuslah melakukan kontra terhadap efek yang ditimbulkan oleh propaganda FoF itu, daripada sibuk melakukan kontra pada isi propaganda atau melakukan serangan balasan. 


Referensi:

e-Jurnal Perspective: The Russian "Firehose of Falsehood" Propaganda Model, Why It Might Work and Options to Counter It 

Teknik Firehose Of Falsehood dan Kontra Propaganda FoF - 
icmi.or.id
Ikatan Cendikiawan Muslim Se-Indonesia (ICMI) 

Firehose of Falsehood Prabowo, Jokowi Waspada! 
pinterpolitik.com 

Keterlibatan Rusia di Pemilu AS dan Dampaknya Pada Facebook 
Tirto id 

Sabtu, 02 Februari 2019

Sejarah Yugoslavia

Konflik Yugoslavia membuat harga barang naik dua kali lipat setiap 34 jam sekali. Krisis ekonomi dan inflasi tidak terhindarkan. 


Yugoslavia (Slavia Selatan) merupakan sebuah negara di kawasan Balkan, yang eksis dari tahun 1943 - 1992. Awalnya, Yugoslavia adalah sebuah kerajaan (tahun 1918). Kemudian berubah menjadi Negara Federal Demokratik Yugoslavia (tahun 1943 -1946). Kembali, negara Yugoslavia berubah menjadi Republik Rakyat Federal Yugoslavia (1946 - 1992). Negara ini beribukota di Beogoard.

Beogoard City 
Penduduk Yugoslavia terdiri dari beberapa suku atau etnis yaitu Bosnia-Herzegovina, Serbia, Montenegro, Kroasia, Slovenia dan Macedonia.


Latar Belakang Konflik Yugoslavia
Pembentukan Yugoslavia sebenarnya bukanlah sebuah ide yang bagus, karena setelah pembentukan negara tersebut,  konflik antar suku, ras, bahkah konflik antar agama sering terjadi.


Beragam perbedaan tersebut antara lain: Bosnia yang beragama Islam, Kroasia dan Slovenia yang beragama Katolik Roma menggunakan huruf latin, Serbia, sedangkan Montenegro yang merupakan pemeluk agama kristen ortodoks menggunakan huruf cyrilik.

Pembentukan negara Yugoslavia digagas dan diinisiasi oleh Joseph Broz Tito, sehingga saat negara federasi tersebut resmi berdiri, Joseph Broz Tito kemudia menjadi pemimpin Yugoslavia. Selama dibawah kepemimpinan Joseph Broz Tito, konflik antar suku dan ras terjadi berulang kali, namun masih bisa diredam. Konflik yang pecah selalu berakhir dengan perjanjian damai.

Joseph Broz Tito
Kestabilan Yugoslavia tidak lepas dari tangan dingin Joseph Tito yang menerapkan kebijakan berupa sistem politik hanya satu partai. Sedangkan dalam sistem ekonomi, Joseph Tito menggunkan sistem sentralistik. Kebijakan-kebijakan tersebut didukung oleh kekuatan militer nasional. Sehingga keinginan beberapa negara federal (negara bagian) dikawasan Yugoslavia untuk merdeka dan memisahkan diri dari Yogoslavia bisa dicegah.

Namun setelah Joseph Broz Tito wafat (tahun 1980), menjadi awal dari segala malapetaka yang melanda Yugoslavia.

Konflik terus menerus terjadi, bahkan dengan tensi yang semakin memanas. Bukan lagi sekedar konflik antar etnis saja, namun juga merupakan konflik antar agama. Setiap etnik dan agama menginginkan kekuasaan sendiri dengan cara ingin membebaskan diri dari Yugoslavia dan berdiri sebagai negara merdeka, perpecahan pun tidak dapat terelakkan.

Konflik antar etnis dan suku-suku tersebut terjadi di masyarakat yang mendiami Republik Federal Sosialis Yugoslavia seperti Suku Slovenia, Suku Kroasia ,Suku Bosnia ,Suku Serbia, Suku Montenegro, dan Suku Albania.

Pada tahun 1980-an, penduduk etnis Albania di Kosovo mulai menuntut agar provinsi otonomi mereka diberi status republik anggota, dimulai dari protes pada tahun 1981. Ketegangan antara etnis Albania dan Serbia yang tidak mereda sepanjang dasawarsa, yang mana mengakibatkan penyebaran etnis Serbia ke seluruh Yugoslavia, dan sistem perundingan yang tidak efektif di tingkat federal dianggap sebagai penghambat oleh etnis Serbia yang menyaksikan semakin tingginya otonomi provinsi-provinsi di Serbia.

Pembantaian mulai dilakukan, terutama oleh Serbia yang memiliki dominasi kekuasaan dibandingkan bangsa lainnya. Serbia merasa hak-haknya dikurangi ketika bergabung dengan Yugoslavia, sehingga mereka memperkuat diri dan ingin menguasai negara bagian lainya. Serbia tidak ingin Bosnia yang didominasi agama Islam berdiri sendiri.


Hal ini yang menjadi pemicu konflik antar agama, karena Serbia menyerang bangsa lain yang memiliki agama berbeda. Dampak konflik agama yang terjadi di Bosnia telah memicu marahnya negara-negara dan kerajaan Islam, terutama kerajaan Islam Utsmani Turki (Ottoman), sehingga negara tersebut mengirimkan pasukannya untuk membantu Bosnia. Serbia sendiri lebih banyak mendapat dukungan dari negara-negara barat.

Muslim Bosnia 
Dukungan, intervensi dan profokasi negara lain semakin memperparah eskalasi konflik. Ada tiga negara yang memiliki kepentingan di Yugoslavia, yaitu Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat.

Inggris menjatuhkan sanksi terhadap Yugoslavia berupa sanksi ekonomi dan embargo (penyitaan sementara) senjata.

Jerman ingin mengambil alih seluruhnya pasar di Slovenia dan Kroasia sebagai negara Yugoslavia dengan kapasitas ekonomi terbesar.

Ketika perang dingin terjadi,  Yugoslavia, India, Indonesia dan lebih dari 100 negara lainnya memutuskan untuk netral (non blok), tidak memihak kepada Uni Soviet atau Amerika Serikat yang saat itu terlibat perang dingin.

Amerika Serikat, “senang” karena Yugoslavia tidak berpihak pada Uni Soviet dan akhirnya memberikan bantuan militer dan finansial kepada Yugoslavia, yang menyebabkan melesatnya perekonomian Yugoslavia. Akibat bantuan yang diberikan tersebut, Amerika Serikat memiliki kepentingan yang besar dalam rangka penguatan pengaruhnya di kawasan Eropa Timur untuk menandingi Uni Soviet dan terkadang merasa mengontrol Yugoslavia.

Embargo Inggris dan pengambil-alihan Jerman konflik yang semakin parah membuat kondisi ekonomi Yugoslavia diterjang hiperinflasi parah. Hal tersebut menyeret Yugoslavia ke ambang kehancuran. Tingkat inflasi
hariannya mencapai 65 persen. Harga-harga barang naik dua kali lipat setiap 34 jam sekali.


Sejumlah stasiun pengisian bahan bakar banyak yang tutup, dan hanya tersedia di beberapa titik tertentu. Saking mahalnya harga bahan bakar saat itu, banyak pemilik mobil yang memutuskan untuk menggunakan transportasi umum. Tapi 1.200 bus umum yang biasanya beroperasi hanya tersisa 500 unit. Bus yang ada tidak bisa memenuhi kapasitas penumpang yang tersedia. Tak hanya kendaraan pribadi, truk pengiriman, ambulan, mobil pemadam kebakaran dan mobil pemungut sampah juga tidak mendapatkan bahan bakar.

Banyak perusahaan tutup, tingkat pengangguran meningkat 30 persen. Para pensiun juga telantar karena tidak mendapatkan dana pensiun.

Banyaknya pengangguran membuat perbuatan kriminalitas semakin banyak dan masif. Para perampok mencuri di rumah sakit dan klinik, di tempat umum manapun.

Ketegangan di Yugoslavia yang terus meningkat tak hanya berdampak pada sektor ekonomi saja. Di tengah kesulitan ekonomi, Yugoslavia menghadapi berbagai gerakan yang menginginkan untuk memisahkan diri dari Yugoslavia.


April tahun 1990, pemilu yang dilangsungkan di Slovenia dan Kroasia, partai yang pro kemerdekaan menang. Sedangkan di Serbia dan Montenegro, pemilu dimenangkan oleh partai berhaluan Komunis.

25 Juni 1991, Slovenia dan Kroasia memproklamasikan kemerdekaan. Tentara Federal (terutama beranggotakan orang Serbia) mengintervensi. Hal tersebut memicu konflik, namun perang di Slovenia tersebut hanya berlangsung 7 hari, karena penduduk di sana nyaris homogen sehingga tidak ada kepentingan warga Serbia yang terancam. Berbeda dengan situasi perang di Kroasia yang berlangsung sangat sengit dengan durasi yang lama, serta kejam.

8 September 1991, Republik Makedonia memproklamasikan kemerdekaan.

Tahun 1992, penduduk muslim Bosnia dan Kroasia di Bosnia-Herzegovina juga memilih untuk merdeka dan mendeklarasikan negara Bosnia-Herzegovina. Penduduk Serbia Bosnia menolak hasil tersebut dan berusaha membentuk negara terpisah dengan bantuan Tentara Federal Yoguslavia, yaitu Republik Serbia Bosnia dan Herzegovina yang kemudian menjadi Republik Srpska.

Hal tersebut menyebabkan perang di Bosnia-Herzegovina yang berlangsung sengit dan kejam, pertempuran tersebut terjadi hingga tahun 1995.

Pada perang ini, terjadi genosida oleh tentara Republika Srpska terhadap 8.000 pria dan 30.000 sipil kaum muslim Bosnia. Perjanjian Dayton mengakhiri perang di Bosnia-Herzegovina (1995).


Tahun 1999, terjadi pemberontakan orang Albania di Kosovo. Upaya memadamkan pemberontakan tersebut oleh Serbia menyebabkan banjirnya kaum pengungsi Albania ke wilayah tetangga. NATO tanpa persetujuan dan mandat dari United Nation (PBB) melancarkan serangan ke Serbia.

NATO attack Serbia (1999) 
Slobodan Milosevic menyerah dan Kosovo diserahkan kepada pengawasan internasional. Hal tersebut membuat penduduk Serbia dibersihkan secara etnis oleh Kosovo Liberation Army (KLA). Kelompok gerilyawan ini juga menghancurkan banyak peninggalan budaya Serbia di Kosovo dengan motif menghapus jejak-jejak historis orang Serbia di sana.

Kosovo Liberation Army (KLA)
Tujuan utama KLA sendiri adalah menggabungkan Kosovo dan berbagai wilayah Balkan lainnya agar dihuni orang Albania, dengan harapan agar menjadi negara "Albania Raya".


Pemberontakan KLA dan orang-orang Albania terus meluas, hingga ke Makedonia. Padahal Makedonia dengan tangan terbuka menerima pengungsi Albania dari Kosovo.

Bulan Oktober tahun 2000, Slobodan Milosevic mundur setelah Vojislav Kostunica menang pemilu. Tahun 2001, Milosevic diserahkan kepada Pengadilan Internasional.

Slobodan Milosevic
Pemerintah Serbia dan Montenegro sepakat untuk membuat uni yang lebih bebas, pada tahun 2002. Namun, pada 4 Februari tahun 2003, Republik Federal Yugoslavia dibentuk ulang sehingga menjadi Uni Negara Serbia dan Montenegro.

Vojislav Kostunica 
Dengan ini, berakhirlah perjalanan panjang negara Yugoslavia, yang pecah menjadi Slovenia, Kroasia, Makedonia, Bosnia-Herzegovina, Montenegro,
Serbia dan Kosovo.


Referensi:

The Breakup ofYugoslavia, 1990–1992 - Office of the Historian
history.state.gov

Yugoslavia: History, Map, Breakup, & Facts
Encyclopædia Britannica Britannica.com

History- World Wars:Yugoslavia: 1918 - 2003
BBC News UK

[PDF] The collapse of Yugoslavia
Parliament of Australia
www.aph.gov.au

[PDF] The Reasons for the Collapse of Yugoslavia
eprints.ugd.edu.mk

Rural-urban differences and the break-up of Yugoslavia
journals.openedition.org

YUGOSLAVIA FACING ECONOMIC COLLAPSE
Washingtonpost.com

Multi-Ethnic Conflict: Yugoslavia
Encyclopedia.com

The World's Greatest Unreported Hyperinflation
www.cato.org

Peristiwa Kontemporer Dunia: Berpisahnya Negara-Negara Yugoslavia
RuangGuru.com

Latar Belakang Yugoslavia dan Alasan Terjadinya Perpecahan
Hukamnas.com 

Harga Barang di Yugoslavia Pernah Naik Hingga Triliunan Persen
Liputan6.com 

Yugoslavia 
Wikipedia.org 

Perang Yugoslavia 
Wikipedia.org 

Disintegrasi Yugoslavia 
Wikipedia.org