Laman

Senin, 29 Juni 2020

Siapa Yang Menciptakan Tuhan ?

Tuhan tidak diciptakan. Jika diciptakan berati Ia bukan Tuhan. Tuhan yang menciptakan segala sesuatu dan tidak ada yang menciptakanNya, tapi dialah Sang Pencipta, tidak ada selainNya, inilah yang sesuai dengan akal dan logika.

Foto / Liputan6.com
Jika seseorang berpikir siapakah yang menciptakan Tuhan Yang Maha Pencipta, maka logika berpikirnya yang keliru, karena ini menyamakan Tuhan dengan bukan-Tuhan, menyamakan Pencipta dengan yang diciptakan, dan sebagainya. Ini sama saja dengan logika berpikir keliru

Apakah Pria dapat hamil dan melahirkan? Tentu tidak. Apakah ini pertanyaan yang tidak logis?

Begitu juga pertanyaan "Siapa yang menciptakan Tuhan?" Maka ini juga pertanyaan yang tidak logis.

Anda bisa menerima fakta bahwa seorang lelaki tidak mungkin & mustahil bisa hamil dan melahirkan, karena bertentangan dengan sifat manusiawi, lalu kenapa anda tidak bisa menerima bahwa Tuhan tidak mungkin diciptakan? Jika Dia diciptakan maka mustahil dia Tuhan, karena bertentangan dengan sifatNya.

Jika alam semesta ini ada begitu saja, tampa ada yang menciptakan, maka yang jadi pertanyaan adalah; dapatkah suatu ketiadaan menciptakan sesuatu yang kemudian eksis?

Siapakah yang menciptakan pencipta penciptanya sang pencipta? Demikianlah seterusnya pertanyaan tersebut berantai tak berujung. Ini tentu mustahil secara akal.

Tuhan telah ada dan tidak ada sesuatupun selainNya. Tidak ada sesuatupun sebelumNya. Dialah awal dari segalanya.

Tidak ada yang menyerupaiNya. Jika Dia memiliki wujud seperti apa yang ada dalam dipikiran dan bayangan (imajinasi) manusia, maka dia bukanlah Tuhan.

Dialah Tuhan. Tidak ada Tuhan selain Dia. Tuhan tidak mungkin menciptakan Tuhan  selain Dia, karena iti bukanlah sifat KetuhananNya. Jika Tuhan menciptakan Tuhan, maka Dia bukan Tuhan.

Jika ada yang mendampingi dalam mengendalikan alam semesta alam ini. Sebab kalau ada yang mendampingi maka alam semesta ini akan hancur, yang satu menghendaki bumi berputar, yang satu lagi menghendaki bumi tidak berputar, dan lain sebagainya.

Yang membedakan Manusia dan Hewan adalah; manusia memiliki akal. Manusia dikaruniai akal untuk memikirkan penciptaan langit dan bumi dengan segala isinya yang sebenarnya bila akal setiap manusia mau berfikir, maka tidak akan ada yang bisa dilakukan oleh manusia kecuali harus menyatakan bahwa Tuhan adalah pencipta segalanya.

Mereka yang tidak percaya Tuhan memandang bahwa dengan nalarnya ia mempunyai pengetahuan yang memadai tentang Tuhan adalah orang yang membatasi Tuhan dalam bentuk khusus menurut pengertian yang ditentukan oleh akalnya. Padahal Tuhan tidak dapat dibatasi. Bentuk Tuhan yang ditangkapnya adalah bentuk yang dicocokkan dengan "kotak" akalnya.

Ia menolak bentuk Tuhan yang tidak cocok dengan bentuk dan ukuran "kotak" akalnya. Ia menyalahkan orang lain yang mempercayai Tuhan dalam bentuk lain. Ia tidak menerima apa pun sebagai kebenaran jika bertentangan dengan akalnya. Ia telah mempertuhankan akalnya. Orang seperti ini, kata Ibn al-'Arabi, adalah "hamba nalar" ('abd nazhar).

Kamis, 25 Juni 2020

Kuota Reguler dan Kuota Lokal

Secara umum, makna Kuota menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia sebenarnya mengacu pada arti umum, yakni jatah, batasan, atau jumlah yang ditentukan.


Perbedaan Kuota Lokal dan Kuota Reguler

Kuota LOKAL adalah kuota yang hanya bisa digunakan di kota tempat pelanggan membeli kartu perdana atau voucher top up (isi ulang) yang di dalamnya terdapat kuota lokal. Sebagai contoh apabila sahabat membeli kartu perdana/voucher ulang di kota Surabaya, maka kuota yang sahabat dapatkan dari voucher atau kartu perdana tersebut hanya bisa digunakan di kota Surabaya dan sekitarnya. Harga kuota lokal biasanya lebih murah dibandingkan kuota reguler, bahkan kuota lokal merupakan bonus yang diberikan oleh beberapa penyedia layanan provider internet.

Kuota REGULER  berbeda dengan kuota LOKAL. Kuota regular ini secara umum adalah kuota utama yang bisa digunakan dengan batas waktu tertentu dan dapat digunakan mana saja.

Ashabul Ukhud - Kisah Ashabul Ukhud

Peristiwa ini diabadikan dalam surah al-Buruj dan sebuah hadits panjang riwayat Imam Muslim (no. 3005). Orang-orang yang disiksa Ashhabul Ukhdud merujuk pada sekelompok kaum beriman yang memeluk agama Nasrani, pengikut ajaran tauhid Nabi Isa (bukan Kristen) di Kota Najran (Nazareth). Kota tersebut kini terletak di suatu lembah perbatasan antara Arab Saudi dan Yaman. Tragedi tersebut terjadi pada 523 M.

Gambar ilustrasi. Foto/Shutterstock.com

Pendahuluan: 

Di zaman itu negeri Yaman dikuasai Kabilah Himyar dengan raja terakhirnya Zur’ah Dzu Nuwas. Bani Himyar penganut agama Yahudi yang amat membenci dawah nabi Isa. Pembanyaian tersebut terjadi hampir setengah abad menjelang kelahiran Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu, tidak mengherankan bila kisah ini cukup populer di kalangan penduduk jazirah Arab, termasuk Makkah.

Penyiksaan atas kaum Najran dilakukan atas instruksi langsung Yusuf bin Syarhabiil. Bangsa Arab menggelarinya Dzu Nuwaas. Kata dzu dalam bahasa Arab berarti ‘pemilik’, sedangkan nuwaas adalah sebutan untuk hiasan khas Yahudi ortodoks yang berupa rambut keriting dan dipasang di dekat kedua telinga (payots [Ibrani]; sidelocks [Inggris]). Sirah Nabawiyah karya Ibn Hisyam sebagaimana diringkas Abdus-Salam M Harun (2000: 10) meriwayatkan kisah pemimpin bengis ini. Dzu Nuwas saat itu ingin meluaskan ekspansi wilayahnya dengan menyerang kota Najran. Dia memaksa warga Najran masuk agama Yahudi. Jika menolak mereka ditangkapi dengan tuduhan makar.

Dalam buku Sirah Ibnu Hisyam diceritakan, warga Najran lebih memilih mati daripada meninggalkan ajaran tauhid Nabi Isa lantas menjadi Yahudi. Terjadilah penangkapan besar-besaran terhadap rakyat. Mereka yang melawan langsung dibunuh dan dicincang. Penduduk yang ditangkap hidup-hidup menjadi tawanan. Kemudian Dzu Nuwas memerintahkan pasukannya menggali parit panjang diisi dengan api menyala-nyala.

Para tawanan terdiri lelaki, perempuan, dewasa, dan anak-anak dibariskan di pinggir parit berapi itu. Mereka yang menolak agama Yahudi didorong ke dalam parit yang membakarnya hidup-hidup. Jumlah orang Najran yang dibantai dalam peristiwa ini mencapai 20.000 jiwa.

Kisah Ashabul Ukhud:

Di zaman dahulu para raja mengandalkan para tukang sihir untuk memantapkan kekuasaan. Para tukang sihir bekerja menundukkan manusia kepada penguasa dengan tipuan dan taktik yang mereka lakukan. Lebih dari itu, tukang sihir merupakan pilar penopang tiang-tiang kekuasaan dan menegakkan para raja sebagai tuhan yang disembah selain Allah.

Imam Muslim meriwayatkan dari Shuhaib bahwa Rasulullah telah menyampaikan kepada kita bahwa ada seorang raja yang mempunyai tukang sihir yang sudah berumur lanjut. Dia takut ilmunya lenyap, sehingga tukang sihir ini meminta kepada raja agar mengutus kepadanya seorang pemuda yang cerdas lagi pintar agar dia bisa mewarisi ilmu dan kesesatannya. Raja memenuhi permintaannya dan mengirim seorang pemuda kepadanya.

Pemuda ini melewati seorang pendeta manakala dia mondar-mandir pulang pergi kepada penyihir. Pemuda ini duduk dan mendengar di majelis sang pendeta. Pendeta ini memberikan taktik kepada si pemuda manakala penyihir mulai mencurigainya disebabkan seringnya dia terlambat setelah mampir pada sang pendeta. "Jika tukang sihir itu bertanya kepadamu tentang keterlambatanmu, maka jawablah keluargamu menahanmu. Jika keluargamu yang bertanya, maka katakan bahwa tukang sihir yang membuatmu terlambat," begitu nasehat pendeta itu.

Dengan begitu pemuda itu terbebas dari kekesalan tukang sihir dan keluarganya.
Suatu hari seekor binatang yang menghalang-halangi jalan banyak orang. Binatang besar ini mungkin binatang buas, seperti singa atau ular yang besar. Pemuda ini melihat bahwa inilah peluang untuk mengetahui kebenaran, apakah pendeta atau tukang sihir.

Suatu hari seekor binatang yang menghalang-halangi jalan banyak orang. Binatang besar ini mungkin binatang buas, seperti singa atau ular yang besar. Pemuda ini melihat bahwa inilah peluang untuk mengetahui kebenaran, apakah pendeta atau tukang sihir. Pemuda ini lalu mengambil batu dan melemparkannya kepada binatang buas itu. Ia berdoa memohon kepada Tuhannya jika binatangnya itu terbunuh maka pendeta yang benar. Sebaliknya jika tidak maka ia akan berguru dengan tukang sihir.

Begitu dilembar, binatang itu ternyata mati. Maka orang-orang mengira bahwa pemuda ini membunuh binatang itu dengan sihirnya yang mumpuni. Manakala pendeta mengetahui apa yang dilakukan oleh pemuda itu, ilmunya mengatakan kepada dirinya bahwa pemuda ini akan diuji. Pemuda ini tidak melakukan dakwah yang tenang seperti yang dilakukan oleh pendeta, akan tetapi perlawanan yang terbuka.

Pendeta ini meminta kepada pemuda agar merasiakan bahwa ia berguru padanya. Ini adalah bagian dari ujian itu. Seorang mukmin memohon keselamatan kepada Allah. Tetapi jika diuji, dia harus bersabar. Allah telah menyembuhkan orang-orang sakit lewat tangan pemuda ini. Dia menyembuhkan – dengan izin Allah – kebutaan dan penyakit lepra. Dia menyampaikan kepada manusia bahwa penyembuh adalah Allah, dan bahwa barangsiapa beriman kepada Nya, maka Dia menyembuhkannya.

Pemuda ini menjadikan pengobatan sebagai sarana berdakwah dan iman. Salah seorang kepercayaan raja, di mana orang itu buta, mendengar berita tentang pemuda ini. Dia datang kepada pemuda ini dengan hadiah-hadiah besar agar si pemuda mengobatinya.

“Semua yang ada di sini akan menjadi milikmu jika engkau berhasil menyembuhkan diriku,” ujar kepercayaan raja.

Pemuda itu menjawab, “Sesungguhnya aku tidak dapat menyembuhkan seseorang. Yang menyembuhkan adalah Allah yang Maha Tinggi. Jika engkau beriman kepada Allah yang Maha Tinggi, maka aku akan berdoa kepada Allah, lalu Dia akan menyembuhkanmu.”

Maka dia pun beriman kepada Allah yang Maha Tinggi dan Allah menyembuhkannya. Kepercayaan raja itu pun sembuh. Matanya normal kembali.

Saat ia kembali ke majlis raja, Raja terkejut karenanya. Dia bertanya, "Siapa yang telah membuatmu melihat?"

Orang ini menjawab, "Tuhanku."

Raja bertanya, "Adakah tuhan lain selain diriku?" Orang ini menjawab, "Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah."

Raja murka. Dia mencium cikal bakal fitnah dalam ucapan laki-laki ini yang dapat mengancam kekuasaan dan kerajaannya. Raja thaghut ini telah mendudukkan dirinya sebagai tuhan yang disembah selain Allah.

Dia mengklaim bahwa dirinya adalah tuhan manusia. Tukang sihir dan para pembantu raja yang rusak bekerja siang malam untuk menancapkan keyakinan seperti ini di hati penduduk kerajaan ini. Oleh karena itu, hati raja tergoncang. Dia takut terhadap kekuasaan dan kerajaannya. Maka dia menangkap laki-laki itu dan terus menyiksanya sampai akhirnya dia menyebut nama pemuda itu. Ketika pemuda itu dihadapkan kepada raja, raja mengira bahwa dia telah menguasai sihir yang sangat tinggi.

“Wahai anakku, sihirmu luar biasa hebatnya hingga dapat menyembuhkan kebutaan dan kusta. Kamu juga telah melakukan ini dan itu,” sambut Raja begitu pemuda itu sampai di hadapannya.

Pemuda itu menjabar, “Sesungguhnya aku tidak dapat menyembuhkan seorang pun. Sebenarnya yang menyembuhkan mereka adalah Allah.”

Raja akhirnya menyadari bahwa dugaannya meleset. Pemuda ini mengingkari sihir dan penyihir. Pemuda ini tidak memakai ilmunya untuk menopang kerajaannya dan menjadikan rakyat sebagai hamba raja. Pemuda ini mengajak beriman kepada Allah yang Maha Esa.
Maka pemuda itu pun dihukum dan terus disiksa hingga pemuda itu menunjuk sang pendeta. Lalu dia minta supaya pendeta itu dihadirkan.

Selanjutnya kepada pendeta itu dikatakan,”'Kembalilah kamu ke dalam agamamu semula.” Namun dia menolak. Raja minta agar diambilkan gergaji. Gergaji itu diletakkan di atas kepalanya, lalu membelahnya hingga kedua belahan tubuhnya terjatuh.

Selanjutnya, dia minta untuk menghadapkan pemuda itu kepadanya. Lalu dia mengatakan kepadanya, “Kembalilah kepada agamamu.” Namun dia tetap menolak.

Maka dia menyerahkannya kepada beberapa orang pengikutnya, lalu berkata, “Pergi dan bawalah pemuda ini ke gunung ini dan itu, dan bawalah dia naik ke atas gunung. Jika kalian telah sampai di puncaknya dan dia kembali kepada agamanya, maka tidaklah bermasalah. Tetapi jika tidak, maka lemparkanlah dia.”

Kemudian mereka segera membawa pemuda itu naik ke gunung. Maka pemuda itu berdoa, “Ya Allah, lindungilah diriku dari (kejahatan) mereka sesuai dengan kehendak-Mu.”

Maka gunung itu goncang, mereka pun berjatuhan dari gunung. Kemudian pemuda itu dengan berjalan kaki datang menemui sang raja. Kemudian raja bertanya kepadanya, “Apa yang dilakukan oleh orang-orang yang membawamu?”
Dia menjawab, “Allah yang Maha Tinggi telah menghindarkan diriku dari kejahatan mereka.”

Maka pemuda itu diserahkan kepada pasukan lain seraya berkata, “Pergilah kalian dan bawalah pemuda ini dengan sebuah perahu ke tengah-tengah laut. Jika dia mau kembali ke dalam agamanya semula, maka dia akan selamat. Jika tidak, maka lemparkanlah dia ke tengah lautan.”

Lalu mereka berangkat dengan membawa pemuda tersebut. Selanjutnya, pemuda itu berdoa, “Ya Allah, selamatkanlah aku dari mereka sesuai dengan kehendakMu.”
Maka kapal itu pun terbalik dan mereka tenggelam. Setelah itu, pemuda tersebut dengan berjalan kaki datang menemui sang raja.

Dan raja berkata kepadanya, “Apa yang telah dilakukan oleh orang-orang yang bersamamu tadi?”

Dia menjawab, “Allah yang Maha Tinggi telah menyelamatkanku dari kejahatan mereka.”

Lebih lanjut, pemuda itu berkata kepada raja, “Sesungguhnya kamu tidak akan dapat membunuhku hingga kamu mengerjakan apa yang aku perintahkan kepadamu.”

“Apa yang harus aku kerjakan?” tanya raja itu.

Pemuda itu menjawab, “Kamu harus mengumpulkan orang-orang di satu tanah lapang, lalu kamu menyalibku di sebuah batang pohon. Ambillah anak panah dari tempat anak panahku, letakkan pada busurnya, kemudian ucapkanlah, “Dengan menyebut nama Allah, Tuhan pemuda ini”. Lalu lepaskanlah anak panah itu ke arahku. “Sesungguhnya jika kamu telah melakukan hal itu, maka kamu akan dapat membunuhku”.

Raja itu pun menjalankan apa yang disampaikan pemuda itu. Ia kumpulkan orang-orang di satu tanah lapang. Dia menyalib pemuda di atas sebatang pohon, lalu mengambil satu anak panah dari tempat anak panah pemuda itu. Selanjutnya, dia meletakkan anak panah itu pada busurnya, kemudian mengucapkan Bismillahi rabbil ghulaam (dengan menyebut nama Allah, Tuhan pemuda ini). Dia pun melepaskan anak panah itu dan mengenai bagian pelipis. Pemuda itu meletakkan tangannya di pelipisnya dan ia pun meninggal dunia.

Syaikh ‘Umar Sulaiman al-Asyqor dalam Kisah-Kisah Shahih Dalam Al-Qur’an dan Sunnah, menyatakan jika ini terjadi pada saat sekarang, niscaya ada sebagian orang yang dangkal pemahamannya terhadap syariat yang menggugat perbuatan pemuda ini. Apakah dia boleh membeberkan cara membunuh dirinya kepada raja? Bukankah itu berarti bunuh diri? Mungkin sebagian orang yang minim ilmunya akan beranggapan demikian.

Guru Besar Universitas Islam Yordania ini mengingatkan bunuh diri adalah perbuatan seseorang yang putus asa dan berlari dari kehidupan. Lain dengan pemuda ini dan yang sepertinya, mereka mengorbankan diri mereka demi menyebarkan iman dan Islam, melawan kejahatan orang-orang yang berbuat jahat, orang-orang kafir, dan orang-orang zalim.

"Pemuda ini tidak bodoh mencari mati. Dia rela mati dengan cara seperti ini, karena dia mencari iman manusia. Orang-orang selalu mengikuti perkembangan sepak terjangnya," jelasnya.

Pemuda ini, menurutnya, ingin membongkar tembok pembatas yang membuat rakyat takut menghadapi raja yang merusak. Ketakutan terhadap kematian menghalangi manusia mengikuti kebenaran dan menyuarakannya.

"Pemuda ini datang untuk memberi contoh bagi rakyat. Dia mengorbankan dirinya, padahal dia selalu terjaga dari raja dan para pengikutnya. Mereka tidak bisa sedikit pun mencelakainya, lalu dia membocorkan suatu cara yang dengannya raja bisa membunuhnya," ujarnya.

Hanya sesaat setelah pemuda itu mati, raja pun bernafas lega. Menurut perkiraannya, dia telah memadamkan fitnah dan mencabut akarnya. Tiba-tiba para prajuritnya tergopoh-gopoh melapor, "Apa yang engkau takutkan telah terjadi. Rakyat telah beriman."

Akhirnya, apa yang dicari dan diinginkan oleh pemuda itu telah terwujud. Pemuda ini telah merobohkan sekat penghalang yaitu rasa takut pada diri rakyat. Sekarang mereka tidak lagi peduli kepada raja dan bala tentaranya. Pengorbanan di jalan Allah menjadi impian orang-orang yang bertauhid.

“Tahukah engkau, apa yang engkau khawatirkan? Demi Allah, kekhawatiran itu sekarang telah menjadi kenyataan. Orang-orang telah beriman,” ujar prajuritnya.

Kemarahan raja memuncak melebihi batas-batasnya. Raja pun memerintahkan untuk membuat parit besar di setiap persimpangan jalan dan di parit itu supaya dinyalakan api. Raja berkata, “Barangsiapa tidak kembali kepada agamanya semula, maka lemparkanlah dia ke dalam parit itu.”
Atau akan dikatakan kepadanya, “Ceburkanlah dirimu”. Maka orang-orang pun melakukan hal tersebut, hingga datanglah seorang wanita bersama bayinya.

Wanita ini ragu untuk masuk ke dalam api dan dia hampir mundur, tiba-tiba Allah membuat bayi dalam gendongannya berbicara. “Wahai ibuku, bersabarlah, sesungguhnya engkau berada dalam kebenaran."

Itu menjadi tanda besar yang dengannya Allah meneguhkan hati orang-orang mukmin. Allah telah menyampaikan berita Ashabul Ukhdud dalam surat Al-Buruj.

Apa yang dilakukan oleh orang-orang zalim lagi lalim terhadap orang mukmin. Allah menjelaskan bahwa sebab dibakarnya orang-orang mukmin adalah karena iman mereka.


ﻭَﻣَﺎ ﻧَﻘَﻤُﻮﺍ۟ ﻣِﻨْﻬُﻢْ ﺇِﻟَّﺎٓ ﺃَﻥ ﻳُﺆْﻣِﻨُﻮﺍ۟ ﺑِﭑﻟﻠَّﻪِ ﭐﻟْﻌَﺰِﻳﺰِ ﭐﻟْﺤَﻤِﻴﺪِ
ﭐﻟَّﺬِﻯ ﻟَﻪُۥ ﻣُﻠْﻚُ ﭐﻟﺴَّﻤَٰﻮَٰﺕِ ﻭَﭐﻟْﺄَﺭْﺽِ ۚ ﻭَﭐﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻰٰ ﻛُﻞِّ ﺷَﻰْﺀٍ ﺷَﻬِﻴﺪٌ

"Dan mereka tidak menyiksa orang-orang mukmin itu melainkan karena orang-orang mukmin itu beriman kepada Allah yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji, Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi, dan Allah Maha Menyaksikan segala sesuatu." 
(QS Al-Buruj:8-9)

Begitulah orang-orang zalim dan raja yang lalim membakar rakyat jika mereka membelot dari jalan yang telah mereka rumuskan. Perkara paling penting dan utama adalah tegaknya kerajaan mereka agar mereka tetap berkuasa. Jika tidak, maka mereka akan membakar yang basah maupun yang kering dan menghancurkan segala sesuatu.

Kisah ini diceritakan dalam hadis yang diriwayatkan oleh Muslim dalam Kitabuz Zuhdi war Raqaiq, bab kisah Ashabul Ukhdud (4/2299), no. 3005 juga diriwayatkan oleh Tirmidzi dalam Sunan-nya dalam Kitab Tafsir, tafsir surat Al-Buruj (4/437).

Referensi:

Kisah Ashabul Ukhdud, Rasulullah Baca Taawuz, Mengapa?
REPUBLIKA.CO.ID

Ashabul Ukhdud, Pembantaian Penganut Nabi Isa di Najran
Pwmu.co

Ashhabul Ukhdud: Kisah Pembakaran Orang-Orang Beriman Pra-Islam
SINDOnews.com

Rabu, 10 Juni 2020

Ampere Pro Apk No Ads

Ampere meter apk tanpa iklan. 


Ampere adalah alat yang sangat berguna untuk mengetahui voltase yang Anda butuhkan untuk mengecas baterai. Ini artinya Anda dapat mengetahui apakah pengecas lama Anda masih berfungsi atau apakah Anda harus menggantinya agar dapat mengecas peranti dengan lebih aman dan efisien.


Informasi yang disediakan Ampere bervariasi tergantung apakah Anda terhubung pada sumber daya, tetapi secara umum dapat memberi tahu status baterai, persentase baterai saat ini, teknologi yang digunakan dalam pembuatannya, temperatur, model, versi peranti, dan alamat IP. Jika peranti Anda sedang dicas, aplikasi ini juga dapat mengatakan berapa voltase dari sumber daya yang terhubung pada peranti.

Setelah pemindaian pertama, Anda dapat melihat yang diterima peranti ketika terhubung dan berapa banyak yang dikonsumsi tanpanya. Dengan data ini, Anda dapat menghitung mA yang dibutuhkan untuk mengecas baterai pada kecepatan normal.


Apabila peranti tidak terhubung, Anda akan melihat nilainya ditunjukkan dengan angka negatif. Untuk mengecas, Anda membutuhkan selisih paling sedikit 200 mA. Jadi, misalnya peranti Anda mengonsumsi 300 mA, Anda membutuhkan pengecas yang memberikan sedikitnya 500 mA jika ingin menggunakan peranti selagi dicas. Semakin sedikit energi yang dimiliki, semakin berkurang efisiensi metode pengecasan.

Download Ampere Pro Apk No Ads v.3.27 (8.3 Mb)

AccuBattery Pro Apk Paid Unlocked No Ads

Jaga dan perpanjang umur baterai perangkat Android Anda dengan aplikasi AccuBattery. Bagaimana caranya?


Sangat mudah, dengan tidak pernah mengisi dayanya sampai penuh. Menurut berbagai riset, baterai perangkat Android akan bertahan jauh lebih lama jika hanya diisi dayanya hingga 80%.

Dengan AccuBattery, baterainya hanya akan terisi hingga persentase yang Anda pilih. Jika sudah terisi hingga persentase tersebut, Anda akan menerima notifikasi dan perangkatnya akan berhenti mengisi daya.


Fitur lain dari AccuBattery adalah adanya catatan lengkap pengisian dan penggunaan baterai Anda, serta estimasi seberapa lama lagi baterai Anda akan bertahan, baik jika layar menyala maupun mati.

Pastikan baterai perangkat Android Anda dalam kondisi prima dengan aplikasi yang PALING efektif- AccuBattery.

Download AccuBattery Pro Apk v1.3.5 (4.2 Mb)